{"id":191484,"date":"2026-06-19T20:54:33","date_gmt":"2026-06-19T12:54:33","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=191484"},"modified":"2026-06-20T00:06:22","modified_gmt":"2026-06-19T16:06:22","slug":"ribuan-barang-ilegal-di-tarakan-dimusnahkan-nilainya-hampir-rp250-juta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/ribuan-barang-ilegal-di-tarakan-dimusnahkan-nilainya-hampir-rp250-juta\/","title":{"rendered":"Ribuan Barang Ilegal di Tarakan Dimusnahkan, Nilainya Hampir Rp250 Juta"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Bea Cukai Tarakan memusnahkan barang ilegal senilai Rp248,3 juta, mulai dari rokok, tembakau iris, pakaian bekas, MMEA, senjata tajam, hingga kosmetik ilegal.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>TARAKAN<\/strong> &#8211; Perlindungan masyarakat dari barang berbahaya menjadi sorotan dalam pemusnahan barang ilegal senilai Rp248.394.820 oleh Bea Cukai Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara). Barang hasil penindakan periode September 2025 hingga Januari 2026 itu dimusnahkan setelah berstatus Barang Milik Negara (BMN) dan mendapat persetujuan Menteri Keuangan, sebagaimana diwartakan Harian Rakyat Kaltara, Kamis, (18\/06\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Bea Cukai Tarakan Wahyu Budi Utomo mengatakan, barang yang dimusnahkan terdiri atas 54.292 batang rokok ilegal berbagai merek, 3.000 gram tembakau iris tanpa pita cukai, 24 bal pakaian bekas, 5 botol dan 4 galon atau sekitar 22,5 liter minuman mengandung etil alkohol (MMEA), 18 bilah senjata tajam, serta 40 kosmetik ilegal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSeluruh barang ini telah menjadi Barang Milik Negara dan memperoleh persetujuan untuk dimusnahkan. Kegiatan ini kami laksanakan secara terbuka sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat,\u201d ujarnya, Kamis (18\/06\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemusnahan dilakukan secara terbuka dengan cara dibakar, dihancurkan, dan menggunakan mesin sesuai karakteristik masing-masing barang. Langkah itu dilakukan untuk memastikan barang ilegal tersebut tidak kembali beredar di masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Wahyu menjelaskan, penindakan tersebut merupakan hasil sinergi Bea Cukai Tarakan bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Kejaksaan, Pengadilan, serta Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut dia, seluruh barang yang diamankan telah diproses sesuai ketentuan hingga akhirnya memperoleh persetujuan untuk dimusnahkan. Sebagian besar tembakau iris ilegal yang disita berasal dari Pulau Jawa dan masuk tanpa dilekati pita cukai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pola peredarannya masih didominasi pengiriman melalui jasa ekspedisi maupun kapal dengan sumber dari kios-kios kecil. Sebagian besar pelanggaran, kata Wahyu, masih diselesaikan melalui mekanisme administratif berupa sanksi dan denda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain penindakan, Bea Cukai Tarakan juga memperkuat pengawasan dan sosialisasi kepada pelaku usaha serta pihak transportasi. Edukasi itu dilakukan agar mereka memahami ketentuan barang yang boleh dan dilarang masuk ke wilayah Tarakan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami tidak hanya melakukan penindakan, tetapi juga edukasi kepada pelaku usaha dan operator transportasi. Setiap kapal yang bersandar kami berikan pemahaman mengenai ketentuan barang bawaan. Sehingga pengawasan dapat berjalan lebih optimal,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, Wali Kota Tarakan Khairul menilai penindakan terhadap barang ilegal bukan hanya soal penegakan aturan impor, melainkan juga bagian dari perlindungan masyarakat dari produk yang tidak memenuhi standar kesehatan dan keamanan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Khairul, sebagian barang sebenarnya dapat masuk secara legal apabila mengikuti prosedur impor yang berlaku. Namun, karena masuk melalui jalur ilegal, barang tersebut tidak dapat diedarkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia juga menyoroti bahaya MMEA ilegal atau oplosan yang tidak memiliki standar kadar alkohol, serta kosmetik ilegal yang menjanjikan hasil instan tetapi berpotensi membahayakan kesehatan jika digunakan dalam jangka panjang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPenindakan ini bukan hanya soal aturan impor. Tetapi juga melindungi masyarakat dari barang-barang yang berpotensi membahayakan. Serta mendukung penerimaan negara melalui sektor cukai,\u201d kata Khairul.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemkot Tarakan mengajak masyarakat lebih selektif menggunakan produk dan mengurangi ketergantungan terhadap pakaian bekas impor. Kesadaran masyarakat dinilai penting agar peredaran barang ilegal dapat ditekan, kesehatan publik terlindungi, dan penerimaan negara dari sektor cukai tetap terjaga. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bea Cukai Tarakan memusnahkan barang ilegal senilai Rp248,3 juta, mulai dari rokok, tembakau iris, pakaian bekas, MMEA, senjata tajam, hingga kosmetik ilegal. TARAKAN &#8211; Perlindungan masyarakat dari barang berbahaya menjadi sorotan dalam pemusnahan barang ilegal senilai Rp248.394.820 oleh Bea Cukai Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara). Barang hasil penindakan periode September 2025 hingga Januari 2026 itu dimusnahkan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":191487,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,27,481,2257],"tags":[36819,15654,36822,36825,29307,2889,2491,6310,36821,36824,17356,17583,6004,36820,23410,36823],"class_list":["post-191484","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-utara-kaltara","category-kasus","category-kota-tarakan-kalimantan-utara","tag-barang-ilegal-tarakan","tag-bea-cukai-tarakan","tag-bmn","tag-cukai","tag-harian-rakyat-kaltara","tag-kalimantan-utara","tag-kaltara","tag-kosmetik-ilegal","tag-mmea-ilegal","tag-pakaian-bekas-impor","tag-pemkot-tarakan","tag-penerimaan-negara","tag-rokok-ilegal","tag-tembakau-iris-tanpa-pita-cukai","tag-wahyu-budi-utomo","tag-wali-kota-tarakan-khairul"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/191484","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=191484"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/191484\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":191488,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/191484\/revisions\/191488"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/191487"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=191484"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=191484"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=191484"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}