{"id":191670,"date":"2026-06-20T20:20:52","date_gmt":"2026-06-20T12:20:52","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=191670"},"modified":"2026-06-21T01:26:30","modified_gmt":"2026-06-20T17:26:30","slug":"dokumen-baru-covid-19-dibuka-intelijen-as-belum-simpulkan-asal-virus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/dokumen-baru-covid-19-dibuka-intelijen-as-belum-simpulkan-asal-virus\/","title":{"rendered":"Dokumen Baru Covid-19 Dibuka, Intelijen AS Belum Simpulkan Asal Virus"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Tulsi Gabbard menuding ada kebohongan terkait asal-usul Covid-19 setelah dokumen intelijen AS dideklasifikasi, tetapi badan intelijen belum mencapai kesimpulan final.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>WASHINGTON <\/b>&#8211; Rilis dokumen baru terkait asal-usul Covid-19 kembali memunculkan sorotan terhadap hubungan pendanaan Amerika Serikat (AS), Institut Virologi Wuhan, dan mantan pejabat kesehatan AS, Anthony Fauci. Namun, hingga kini badan intelijen AS belum mencapai kesimpulan pasti apakah virus penyebab pandemi itu berasal dari laboratorium atau penularan alami.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Direktur Intelijen Nasional (DNI) AS, Tulsi Gabbard, menyampaikan tudingan tersebut setelah Kantor Direktur Intelijen Nasional (ODNI) merilis sejumlah dokumen yang baru dideklasifikasi pada Kamis, 18 Juni 2026. Dokumen itu disebut memuat komunikasi internal, tuduhan whistleblower, serta materi intelijen terkait penyelidikan asal-usul pandemi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gabbard menilai publik AS berhak mengetahui informasi yang lebih terbuka mengenai awal kemunculan Covid-19. &#8220;Setelah bertahun-tahun berbohong, sensor, dan menutup-nutupi, rakyat Amerika layak mendapatkan transparansi, kebenaran, dan akuntabilitas,&#8221; kata Gabbard dalam sebuah pernyataan, sebagaimana diberitakan Cnn Indonesia, Sabtu, (20\/06\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut ODNI, Fauci yang pernah menjabat sebagai Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular (NIAID) ikut dalam diskusi intelijen mengenai asal-usul Covid-19. Fauci juga disebut berhubungan dengan pejabat intelijen pada tahap penting proses peninjauan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, Fauci disebut mengawasi pendanaan yang mendukung penelitian virus korona yang melibatkan virus kelelawar di Institut Virologi Wuhan. Gabbard menuding sebagian komunikasi dalam dokumen tersebut bertentangan dengan kesaksian Fauci di Kongres AS pada 2024.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Fauci sebelumnya telah berulang kali membantah tuduhan bahwa dirinya menyesatkan anggota parlemen atau menutupi asal-usul Covid-19. Dalam sidang Kongres AS pada Juni 2024, ia menyebut klaim tersebut tidak masuk akal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Fauci juga menyatakan bahwa dua kemungkinan asal-usul virus, yakni penularan alami maupun kecelakaan laboratorium, masih sama-sama masuk akal. Meski demikian, ia menilai bukti yang tersedia cenderung mengarah pada penularan alami, walaupun belum meyakinkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hingga kini, badan intelijen AS belum menyatakan kesimpulan final terkait asal-usul Covid-19. Dokumen yang baru dirilis juga belum diverifikasi secara independen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Covid-19 disebabkan virus korona SARS-CoV-2 yang pertama kali diidentifikasi di Wuhan, Tiongkok, pada akhir 2019. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kemudian menyatakan Covid-19 sebagai pandemi global pada Maret 2020.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pandemi tersebut menyebabkan jutaan kematian di seluruh dunia serta memicu gangguan besar pada sektor kesehatan, ekonomi, dan kehidupan sosial. Perdebatan mengenai asal-usul virus masih berlanjut, sementara penilaian ilmiah dan intelijen terus memeriksa skenario penularan alami maupun kemungkinan terkait laboratorium. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tulsi Gabbard menuding ada kebohongan terkait asal-usul Covid-19 setelah dokumen intelijen AS dideklasifikasi, tetapi badan intelijen belum mencapai kesimpulan final. WASHINGTON &#8211; Rilis dokumen baru terkait asal-usul Covid-19 kembali memunculkan sorotan terhadap hubungan pendanaan Amerika Serikat (AS), Institut Virologi Wuhan, dan mantan pejabat kesehatan AS, Anthony Fauci. Namun, hingga kini badan intelijen AS belum mencapai &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":191674,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2254],"tags":[9642,37096,4250,37094,6753,37102,37099,37103,37098,37097,6548,37104,37101,9829,37095,24769,37100],"class_list":["post-191670","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-berita-internasional","tag-amerika-serikat","tag-anthony-fauci","tag-as","tag-asal-usul-covid-19","tag-covid-19","tag-dokumen-intelijen-as","tag-institut-virologi-wuhan","tag-laboratorium-wuhan","tag-niaid","tag-odni","tag-pandemi-covid-19","tag-penularan-alami","tag-sars-cov-2","tag-tiongkok","tag-tulsi-gabbard","tag-who","tag-wuhan"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/191670","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=191670"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/191670\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":191675,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/191670\/revisions\/191675"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/191674"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=191670"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=191670"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=191670"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}