{"id":19182,"date":"2019-11-13T08:48:47","date_gmt":"2019-11-13T08:48:47","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.com\/?p=19182"},"modified":"2019-11-13T08:48:47","modified_gmt":"2019-11-13T08:48:47","slug":"ambrolnya-atap-sdn-sumberpoh-tidak-ada-korban-jiwa-serta-saatnya-direvitalisasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/ambrolnya-atap-sdn-sumberpoh-tidak-ada-korban-jiwa-serta-saatnya-direvitalisasi\/","title":{"rendered":"Ambrolnya Atap SDN Sumberpoh, Tidak Ada Korban Jiwa Serta Saatnya Direvitalisasi"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_19183\" aria-describedby=\"caption-attachment-19183\" style=\"width: 704px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/Foto-SDN1.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-19183\" src=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/Foto-SDN1-300x142.jpg\" alt=\"\" width=\"704\" height=\"333\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-19183\" class=\"wp-caption-text\">Kepingan asbes bagian atap yang ambrol, peristiwanya sekitar pukul 01.00 Wib dini hari, Rabu, di SDN Sumberpoh 1, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo. (13\/11) (Foto:Rachmat Effendi)<\/figcaption><\/figure>\n<p>PROBOLINGGO (beritaborneo.com)-Peristiwa ambrolnya atap gedung SDN Sumberpoh 1, Kecamatan\u00a0 Maron, Kabupaten Probolinggo terjadi \u00a0disebabkan memang kondisi bangunan sudah tua, tepatnya sejak tahun 1984, hingga saat ini belum direvitalisasi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo.<\/p>\n<p>\u201cAlhamdulillah kejadian tersebut tidak ada korban jiwa, dari awal pihak Kepsek dan guru sudah mengantisipasi bakal terjadinya peristiwa tersebut, maka dari itu sejak dua minggu sebelumnya bagian lokal yang atapnya ambrolnya sudah dikosongkan,\u2019\u2019kata Yunus Anis, M.Pd Kepala Desa Sumberpoh ditemui, Rabu (13\/11).<\/p>\n<p>Menurut Yunus Anis, kejadiannya sekitar pukul\u00a0 01.00 Wib dini hari Rabu, (13\/11) kondisi kelas memang sudah kosong, \u00a0tidak ditempati kegiatan belajar mengajar.<\/p>\n<p>Sebenarnya pihak Pemerintah Desa Sumberpoh sudah dua kali mengajukan proposal untuk dilakukan revitalisasi kelas yang bangunannya sudah usang. Namun hingga saat ini pihak Pemerintah Kabupaten Probolinggo dalam hal ini Dinas Pendidikan belum merespon.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/Foto-SDN2.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-19184 aligncenter\" src=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/Foto-SDN2-300x142.jpg\" alt=\"\" width=\"665\" height=\"315\" \/><\/a><\/p>\n<p>Namun dengan kejadian tersebut kata Yunus Anis diambil hikmahnya,\u201dKarena pihak Dinas Pendidikan, anggota DPRD bahkan Kepolisian Resort Probolinggo \u00a0langsung melakukan pengecekan pada Rabu (13\/11) ke lokasi kejadian,\u2019\u2019Tegas Yunus Anis yang sudah dua periode memimpin Desa Sumberpoh.<\/p>\n<p>Dirinya berharap kepada Pemkab Probolinggo segera merespon agar segera mungkin gedung SDN Sumberpoh 1 yang terletak di Dusun Krajan 2 tersebut segera dilakukan revitalisasi.<\/p>\n<p>Sementara itu Haryono salah seorang tokoh Desa Sumberpoh, mengungkapkan, bangunan SDN Sumberpoh 1 yang ambrol bagian atapnya tersebut memang sudah usang karena pembangunannya dilakukan pada tahun 1984.<\/p>\n<p>\u201cBangunan tersebut sudah tua hanya bangian atapnya saja, tapi kayu bagian kuda-kuda masih kuat hanya bagian asbesnya saja yang runtuh, alhamdulillah tidak ada korban jiwa,\u2019\u2019pungkasnya. (Rachmat Effendi)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PROBOLINGGO (beritaborneo.com)-Peristiwa ambrolnya atap gedung SDN Sumberpoh 1, Kecamatan\u00a0 Maron, Kabupaten Probolinggo terjadi \u00a0disebabkan memang kondisi bangunan sudah tua, tepatnya sejak tahun 1984, hingga saat ini belum direvitalisasi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo. \u201cAlhamdulillah kejadian tersebut tidak ada korban jiwa, dari awal pihak Kepsek dan guru sudah mengantisipasi bakal terjadinya peristiwa tersebut, maka dari itu &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":19183,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,35],"tags":[6180,6181,338,6182],"class_list":["post-19182","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-berita-nasional","tag-ambrol","tag-atap","tag-probolinggo","tag-sdn-sumberpoh"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19182","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19182"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19182\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19182"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19182"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19182"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}