{"id":191834,"date":"2026-06-22T16:50:24","date_gmt":"2026-06-22T08:50:24","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=191834"},"modified":"2026-06-23T02:19:52","modified_gmt":"2026-06-22T18:19:52","slug":"hendak-ke-kamar-mandi-warga-nunukan-dikejutkan-ular-berbisa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/hendak-ke-kamar-mandi-warga-nunukan-dikejutkan-ular-berbisa\/","title":{"rendered":"Hendak ke Kamar Mandi, Warga Nunukan Dikejutkan Ular Berbisa"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Petugas mengevakuasi ular cincin emas sepanjang hampir dua meter yang ditemukan di atas pintu kamar mandi rumah warga Nunukan dan diduga masuk melalui ventilasi terbuka.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>NUNUKAN <\/strong>&#8211; Celah atau ventilasi kamar mandi yang terbuka diduga menjadi jalan masuk seekor ular cincin emas sepanjang hampir dua meter ke rumah warga di Jalan Cut Nyak Dien, Rukun Tetangga (RT) 15, Kelurahan Nunukan Tengah, Kabupaten Nunukan (Nunukan), Kalimantan Utara (Kaltara), Senin (22\/06\/2026) dini hari. Ular berbisa itu ditemukan berada di atas pintu kamar mandi dan nyaris menyerang penghuni rumah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penghuni rumah, Emanuel M (32), menyadari keberadaan ular tersebut sekitar pukul 01.07 Waktu Indonesia Tengah (Wita). Ia kemudian menghubungi petugas pemadam kebakaran dan penyelamatan untuk meminta bantuan evakuasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagaimana diberitakan Simp4tik, Senin, (22\/06\/2026), Emanuel baru saja selesai menonton dan hendak membersihkan diri sebelum tidur. Saat menuju kamar mandi, ia terkejut melihat ular berada di atas pintu sehingga segera menjauh dan membatalkan niatnya memasuki ruangan tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Emanuel, yang bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di kantor bupati, lalu mengambil telepon seluler dan menghubungi petugas. Laporan itu segera ditindaklanjuti oleh tim penyelamatan yang dipimpin Komandan Regu (Danru) Langkat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meskipun menerima laporan pada dini hari, petugas langsung menuju lokasi dengan membawa sejumlah perlengkapan, antara lain tongkat penjepit dan senter. Setibanya di rumah Emanuel, petugas meminta informasi mengenai posisi terakhir ular sebelum memulai proses evakuasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Petugas kemudian menjepit bagian tubuh ular menggunakan tongkat khusus. Setelah berhasil dikendalikan, ular tersebut diamankan dan dimasukkan ke dalam karung plastik agar tidak kembali berkeliaran maupun membahayakan penghuni rumah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Emanuel mengaku tidak mengetahui secara pasti dari mana ular itu berasal. Namun, ia menduga hewan tersebut masuk melalui celah atau ventilasi kamar mandi yang terbuka hingga akhirnya berada di atas pintu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Langkat menjelaskan bahwa ular cincin emas tersebut memiliki bisa yang tergolong menengah. Kendati demikian, keberadaannya tetap perlu diwaspadai karena dapat menyerang ketika merasa terancam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk mencegah ular masuk ke dalam rumah, Langkat menyarankan warga menutup celah dan ventilasi menggunakan kawat kasa. Warga juga diminta menjaga kebersihan lingkungan serta mengendalikan keberadaan tikus yang dapat menjadi sumber makanan ular.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kejadian tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat agar rutin memeriksa bagian rumah yang terbuka, terutama ventilasi, saluran air, gudang, dan kamar mandi. Upaya menjaga sanitasi serta menutup jalur masuk hewan liar diharapkan dapat mengurangi risiko kemunculan ular berbisa di kawasan permukiman. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Petugas mengevakuasi ular cincin emas sepanjang hampir dua meter yang ditemukan di atas pintu kamar mandi rumah warga Nunukan dan diduga masuk melalui ventilasi terbuka. NUNUKAN &#8211; Celah atau ventilasi kamar mandi yang terbuka diduga menjadi jalan masuk seekor ular cincin emas sepanjang hampir dua meter ke rumah warga di Jalan Cut Nyak Dien, Rukun &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":191871,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[7,27,2248],"tags":[24652,37503,37502,37501,29286,3449,2889,29285,37506,37507,36570,37500,37504,16974,37505],"class_list":["post-191834","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-breaking-news","category-kalimantan-utara-kaltara","category-kabupaten-nunukan-provinsi-kalimantan-utara","tag-damkar-nunukan","tag-danru-langkat","tag-emanuel-m","tag-evakuasi-ular-nunukan","tag-jalan-cut-nyak-dien","tag-kabupaten-nunukan","tag-kalimantan-utara","tag-kelurahan-nunukan-tengah","tag-pencegahan-ular","tag-penyelamatan-hewan-liar","tag-ular-berbisa-nunukan","tag-ular-cincin-emas","tag-ular-di-kamar-mandi","tag-ular-masuk-rumah","tag-ventilasi-rumah"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/191834","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=191834"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/191834\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":191872,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/191834\/revisions\/191872"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/191871"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=191834"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=191834"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=191834"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}