{"id":191864,"date":"2026-06-22T13:12:51","date_gmt":"2026-06-22T05:12:51","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=191864"},"modified":"2026-06-23T02:32:53","modified_gmt":"2026-06-22T18:32:53","slug":"pabrik-sandal-terbakar-hebat-permukiman-tangerang-diselimuti-asap","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pabrik-sandal-terbakar-hebat-permukiman-tangerang-diselimuti-asap\/","title":{"rendered":"Pabrik Sandal Terbakar Hebat, Permukiman Tangerang Diselimuti Asap"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Perubahan arah angin membawa asap pekat kebakaran pabrik sandal ke permukiman sehingga warga dalam radius sekitar 200 meter dievakuasi dan mendapat pemantauan kesehatan.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>BANTEN <\/b>&#8211; Puluhan warga Kelurahan Tanah Tinggi, Kota Tangerang, terpaksa dievakuasi setelah asap hitam pekat dari kebakaran pabrik sandal memasuki kawasan permukiman dan mulai mengganggu pernapasan, Senin (22\/06\/2026). Evakuasi diprioritaskan bagi warga yang tinggal dalam radius sekitar 200 meter atau berbatasan langsung dengan area pabrik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain memindahkan warga ke tempat yang lebih aman, pemerintah kelurahan membuka posko kesehatan dan menyiapkan lokasi pengungsian sementara di sarana ibadah. Langkah mitigasi dilakukan karena perubahan arah angin sejak pagi membawa asap kebakaran menuju rumah-rumah warga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Asap tersebut berasal dari kebakaran pabrik sandal milik Perseroan Terbatas (PT) Murni Karetindo Lestari atau King Stone. Sebagaimana diberitakan Cnn Indonesia, Senin, (22\/06\/2026), kebakaran di pabrik seluas sekitar satu hektare itu telah berlangsung lebih dari 12 jam dan belum sepenuhnya berhasil dipadamkan hingga siang hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Petugas pemadam kebakaran masih berupaya mengendalikan api dan sisa material yang terus menghasilkan kepulan asap hitam tebal. Asap kemudian menyebar ke permukiman sehingga sebagian warga memilih mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah seorang warga, Pasiman, telah membawa anak dan cucunya ke wilayah Karawaci dan Cisoka untuk menghindari paparan asap. Ia menyebut kebakaran serupa sebelumnya pernah terjadi di pabrik tersebut, tetapi kejadian kali ini menjadi yang paling parah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Sudah tiga kali kebakaran terjadi, dan yang sekarang ini paling parah. Anak dan cucu saya sudah diungsikan ke Karawaci dan Cisoka supaya tidak terkena asap,&#8221; ujar Pasiman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lurah Tanah Tinggi Dewi Ratna Sari mengatakan perubahan arah angin menyebabkan asap bergerak menuju permukiman. Kepulan asap yang semakin pekat dikhawatirkan menimbulkan gangguan kesehatan, terutama pada saluran pernapasan warga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Sejak pagi arah angin berubah ke wilayah Tanah Tinggi sehingga asap mulai masuk ke permukiman. Karena asap cukup pekat dan mulai mengganggu pernapasan, warga yang berada di sekitar lokasi kami evakuasi ke tempat yang lebih aman,&#8221; kata Dewi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemerintah Kelurahan Tanah Tinggi telah berkoordinasi dengan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Tanah Tinggi untuk memantau kondisi warga terdampak. Sejumlah tenaga kesehatan juga diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan dan mendeteksi gejala gangguan pernapasan sejak dini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hingga proses evakuasi berlangsung, belum ada laporan warga yang mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Meski demikian, masyarakat tetap diimbau menggunakan masker saat berada di dalam maupun di luar rumah untuk mengurangi risiko menghirup asap kebakaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Posko kesehatan yang dibuka di sekitar lokasi kebakaran disiapkan untuk memudahkan warga memperoleh pemeriksaan medis. Pemerintah setempat juga terus memantau arah penyebaran asap dan kondisi kelompok rentan, khususnya anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki riwayat gangguan pernapasan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Evakuasi dan pelayanan kesehatan akan terus dilakukan selama asap masih berpotensi membahayakan masyarakat. Penanganan terpadu diharapkan dapat mencegah munculnya korban akibat paparan asap sembari petugas pemadam menuntaskan proses pemadaman di area pabrik. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perubahan arah angin membawa asap pekat kebakaran pabrik sandal ke permukiman sehingga warga dalam radius sekitar 200 meter dievakuasi dan mendapat pemantauan kesehatan. BANTEN &#8211; Puluhan warga Kelurahan Tanah Tinggi, Kota Tangerang, terpaksa dievakuasi setelah asap hitam pekat dari kebakaran pabrik sandal memasuki kawasan permukiman dan mulai mengganggu pernapasan, Senin (22\/06\/2026). Evakuasi diprioritaskan bagi warga &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":191885,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[7994,7,35],"tags":[1460,37558,27196,37561,1547,37562,37553,37552,37556,37554,37557,37560,37555,37559,14767],"class_list":["post-191864","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-banten","category-breaking-news","category-berita-nasional","tag-asap-kebakaran","tag-dewi-ratna-sari","tag-evakuasi-warga","tag-gangguan-pernapasan","tag-ispa","tag-kebakaran-pabrik-sandal","tag-kebakaran-pabrik-tangerang","tag-kelurahan-tanah-tinggi","tag-king-stone","tag-pabrik-sandal-terbakar","tag-pasiman","tag-posko-kesehatan","tag-pt-murni-karetindo-lestari","tag-puskesmas-tanah-tinggi","tag-tangerang"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/191864","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=191864"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/191864\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":191886,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/191864\/revisions\/191886"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/191885"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=191864"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=191864"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=191864"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}