{"id":191890,"date":"2026-06-22T14:33:42","date_gmt":"2026-06-22T06:33:42","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=191890"},"modified":"2026-06-23T02:42:22","modified_gmt":"2026-06-22T18:42:22","slug":"rudal-typhon-tiba-di-jepang-pesisir-china-dalam-jangkauan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/rudal-typhon-tiba-di-jepang-pesisir-china-dalam-jangkauan\/","title":{"rendered":"Rudal Typhon Tiba di Jepang, Pesisir China dalam Jangkauan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Penempatan sistem rudal Typhon di Pangkalan Udara Kanoya memperkuat kemampuan penangkalan AS-Jepang sekaligus memicu kekhawatiran meningkatnya persaingan senjata di Asia Timur.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>KAGOSHIMA <\/strong>&#8211; Penempatan sistem rudal jarak menengah Typhon milik Amerika Serikat (AS) di Pangkalan Udara Kanoya, Prefektur Kagoshima, menandai penguatan strategi penangkalan Washington di kawasan Asia Timur. Lokasi pangkalan yang berdekatan dengan Kepulauan Nansei dan Selat Taiwan membuat pengerahan tersebut tidak sekadar menjadi bagian dari latihan militer, tetapi juga menunjukkan peningkatan kesiapan AS menghadapi kekuatan rudal China.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Angkatan Darat AS akan mengerahkan sejumlah unit Typhon untuk mengikuti latihan multinasional Valiant Shield yang dimulai Senin (22\/06\/2026) hingga Rabu (01\/07\/2026). Sistem yang sama juga dijadwalkan tetap berada di Kanoya untuk latihan gabungan tahunan AS-Jepang, Orient Shield, pada September 2026.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tidak ada peluncuran rudal aktif dari Typhon selama kedua latihan tersebut. Namun, keberadaan sistem itu memungkinkan pasukan AS dan Jepang menguji kecepatan pengerahan, koordinasi operasional, serta kesiapan menghadapi ancaman kapal perang dan pasukan pendarat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagaimana diberitakan Cnn Indonesia, Senin, (22\/06\/2026), Typhon mampu meluncurkan rudal jelajah Tomahawk dan rudal serbaguna Standard Missile-6 (SM-6) dari darat. Kemampuan tersebut menempatkannya sebagai salah satu unsur penting dalam upaya AS mempersempit \u201ckesenjangan rudal\u201d dengan China.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika ditempatkan di Kanoya, rudal Tomahawk dengan jangkauan sekitar 1.600 kilometer secara teoritis dapat mencapai sejumlah kawasan pesisir timur China, termasuk Shanghai, Zhejiang, dan Fujian. Kedekatan Kanoya dengan Selat Taiwan juga meningkatkan nilai strategis pangkalan tersebut dalam perencanaan pertahanan kawasan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Typhon merupakan sistem peluncur bergerak yang terdiri atas pusat komando, peluncur vertikal, rudal, dan peralatan pendukung. Seluruh komponennya dapat dimuat dalam kontainer standar berukuran 40 kaki sehingga lebih mudah dipindahkan menggunakan truk atau kereta api.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Desain berbentuk kontainer juga membuat keberadaan sistem tersebut lebih sulit dikenali dibandingkan instalasi rudal permanen. Mobilitas itu memungkinkan Typhon dipindahkan dan dikerahkan dalam waktu relatif cepat ketika situasi keamanan membutuhkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pengerahan ke Kanoya bukan kali pertama Typhon ditampilkan di Jepang. AS sebelumnya membawa sistem tersebut ke Pangkalan Udara Korps Marinir Iwakuni, Prefektur Yamaguchi, dalam latihan Resolute Dragon pada September 2025. Sistem itu kemudian ditarik setelah latihan berakhir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">China menentang penempatan rudal jarak menengah AS di kawasan Asia. Beijing sebelumnya menyatakan bahwa pemasangan Typhon \u201cmeningkatkan risiko konfrontasi militer di Asia Timur.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penempatan Typhon juga mencerminkan perubahan kebijakan pertahanan AS setelah berakhirnya Perjanjian Pasukan Nuklir Jarak Menengah atau Intermediate-Range Nuclear Forces Treaty (INF) pada 2019. Perjanjian tersebut sebelumnya membatasi AS dan Uni Soviet, kemudian Rusia, untuk memiliki rudal berbasis darat dengan jangkauan 500 hingga 5.500 kilometer.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah perjanjian itu berakhir, AS mulai mengembangkan dan mengerahkan kembali sistem rudal jarak menengah berbasis darat. Namun, penempatannya di Asia masih menghadapi pertimbangan politik, penolakan masyarakat setempat, serta kekhawatiran akan reaksi China.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kehadiran Typhon di Jepang berpotensi memperkuat kemampuan penangkalan aliansi AS-Jepang, tetapi sekaligus meningkatkan ketegangan dan persaingan persenjataan di Asia Timur. Kejelasan mengenai sifat sementara atau permanen penempatan sistem tersebut akan menentukan dampaknya terhadap stabilitas keamanan kawasan. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penempatan sistem rudal Typhon di Pangkalan Udara Kanoya memperkuat kemampuan penangkalan AS-Jepang sekaligus memicu kekhawatiran meningkatnya persaingan senjata di Asia Timur. KAGOSHIMA &#8211; Penempatan sistem rudal jarak menengah Typhon milik Amerika Serikat (AS) di Pangkalan Udara Kanoya, Prefektur Kagoshima, menandai penguatan strategi penangkalan Washington di kawasan Asia Timur. Lokasi pangkalan yang berdekatan dengan Kepulauan Nansei &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":191897,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,2254],"tags":[9642,37594,2467,2478,37588,37595,37592,37586,37597,37596,37587,37593,37590,37589,37585,27171,37598,37584,37591],"class_list":["post-191890","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-berita-internasional","tag-amerika-serikat","tag-angkatan-darat-as","tag-china","tag-jepang","tag-kepulauan-nansei","tag-kesenjangan-rudal","tag-orient-shield","tag-pangkalan-udara-kanoya","tag-persaingan-senjata-as-china","tag-pertahanan-asia-timur","tag-prefektur-kagoshima","tag-resolute-dragon","tag-rudal-sm-6","tag-rudal-tomahawk","tag-rudal-typhon","tag-selat-taiwan","tag-sistem-rudal-jarak-menengah","tag-typhon-jepang","tag-valiant-shield"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/191890","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=191890"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/191890\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":191898,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/191890\/revisions\/191898"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/191897"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=191890"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=191890"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=191890"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}