{"id":191936,"date":"2026-06-23T18:43:21","date_gmt":"2026-06-23T10:43:21","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=191936"},"modified":"2026-06-23T18:43:21","modified_gmt":"2026-06-23T10:43:21","slug":"tiga-hari-pencarian-korban-terakhir-tabrakan-kapal-kotabaru-ditemukan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tiga-hari-pencarian-korban-terakhir-tabrakan-kapal-kotabaru-ditemukan\/","title":{"rendered":"Tiga Hari Pencarian, Korban Terakhir Tabrakan Kapal Kotabaru Ditemukan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Operasi SAR ditutup setelah korban terakhir tabrakan kapal di perairan Labuan Mas ditemukan meninggal dunia dan seluruh tujuh korban berhasil teridentifikasi.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>KOTABARU <\/strong>&#8211; Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban tabrakan kapal nelayan dan kapal penumpang di perairan Desa Labuan Mas, Kecamatan Pulau Laut Selatan, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), resmi ditutup setelah seluruh korban ditemukan. Dari tujuh orang yang menjadi korban, lima orang selamat dan dua lainnya meninggal dunia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Korban terakhir bernama Gilang (23), warga Perumnas Hilir Batu Selira, Desa Hilir Muara, Rukun Tetangga (RT) 08, Kecamatan Pulau Laut Sigam. Ia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kawasan pesisir pantai, Sabtu (20\/06\/2026), pukul 17.08 Waktu Indonesia Tengah (WITA).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tim SAR gabungan kemudian mengevakuasi jenazah korban menuju Rumah Sakit (RS) Pangeran Jaya Sumitra untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Penemuan tersebut memastikan tidak ada lagi korban yang dinyatakan hilang dalam insiden pelayaran itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Koordinator Misi SAR atau SAR Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana, mengatakan penemuan Gilang menandai berakhirnya rangkaian pencarian seluruh korban, sebagaimana diberitakan Pojokbanua, Selasa (23\/06\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKorban terakhir berhasil ditemukan oleh Tim SAR Gabungan pada hari ketiga operasi pencarian. Dengan ditemukannya seluruh korban, maka operasi SAR dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup. Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban yang meninggal dunia dalam musibah ini,\u201d ujarnya melalui keterangan tertulis seperti dikutip, Selasa (23\/6\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kecelakaan tersebut pertama kali dilaporkan pada 17 Juni 2026 oleh Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Kepolisian Sektor (Polsek) Pulau Laut Selatan, Sutrisno. Laporan awal menyebutkan kapal nelayan bertabrakan dengan kapal penumpang hingga mengakibatkan sejumlah penumpang menjadi korban.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menindaklanjuti laporan itu, personel Pos SAR Kotabaru bersama Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Kotabaru, Kepolisian Perairan (Polair) Kotabaru, Polsek Sebuku, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotabaru, masyarakat, dan nelayan setempat melakukan pencarian melalui jalur laut serta penyisiran pesisir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Operasi tersebut didukung sejumlah peralatan, antara lain rigid inflatable boat (RIB), rescue car, perangkat komunikasi, peralatan pertolongan di air atau water rescue, peralatan selam, dan perangkat Starlink. Kondisi cuaca yang berubah-ubah sempat menjadi tantangan selama pencarian berlangsung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Putu turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel, instansi terkait, masyarakat, dan nelayan yang membantu operasi pencarian. Keterlibatan berbagai unsur dinilai mempercepat penemuan korban sekaligus memastikan seluruh area pencarian dapat disisir secara maksimal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia juga mengimbau seluruh pengguna transportasi laut untuk mengutamakan keselamatan, memantau kondisi cuaca, dan memastikan ketersediaan alat keselamatan sebelum berlayar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah pelaksanaan debriefing pada pukul 18.00 WITA, operasi SAR resmi ditutup dan seluruh personel dikembalikan ke satuan masing-masing. Tuntasnya pencarian diharapkan menjadi pengingat bagi pelaku pelayaran agar meningkatkan kewaspadaan dan kepatuhan terhadap standar keselamatan di laut. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Operasi SAR ditutup setelah korban terakhir tabrakan kapal di perairan Labuan Mas ditemukan meninggal dunia dan seluruh tujuh korban berhasil teridentifikasi. KOTABARU &#8211; Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban tabrakan kapal nelayan dan kapal penumpang di perairan Desa Labuan Mas, Kecamatan Pulau Laut Selatan, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), resmi ditutup setelah seluruh korban &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":191946,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[7,2276,2299],"tags":[4280,37663,36259,11808,9790,6790,37665,37666,8839,37669,37670,35657,37668,36257,37664,37667],"class_list":["post-191936","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-breaking-news","category-kalimantan-selatan-kalsel","category-kabupaten-kotabaru-provinsi-kalimantan-selatan","tag-bpbd-kotabaru","tag-desa-labuan-mas","tag-gilang","tag-i-putu-sudayana","tag-kalimantan-selatan","tag-kalsel","tag-kecelakaan-pelayaran","tag-korban-kecelakaan-kapal","tag-kotabaru","tag-lanal-kotabaru","tag-operasi-sar-ditutup","tag-polair-kotabaru","tag-pos-sar-kotabaru","tag-pulau-laut-selatan","tag-tabrakan-kapal-kotabaru","tag-tim-sar-kotabaru"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/191936","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=191936"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/191936\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":191948,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/191936\/revisions\/191948"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/191946"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=191936"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=191936"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=191936"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}