{"id":191966,"date":"2026-06-23T20:33:02","date_gmt":"2026-06-23T12:33:02","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=191966"},"modified":"2026-06-23T20:33:02","modified_gmt":"2026-06-23T12:33:02","slug":"api-mengamuk-di-permukiman-padat-warga-selamatkan-14-ternak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/api-mengamuk-di-permukiman-padat-warga-selamatkan-14-ternak\/","title":{"rendered":"Api Mengamuk di Permukiman Padat, Warga Selamatkan 14 Ternak"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Kesigapan warga memadamkan api dan mengevakuasi 14 ekor babi mencegah kebakaran kandang merambat ke rumah-rumah di kawasan padat Kota Palangka Raya.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>PALANGKA RAYA<\/strong> &#8211; Kesigapan warga mencegah api merembet ke rumah-rumah di kawasan padat permukiman saat sebuah kandang ternak terbakar di Jalan Menteng 12, Gang Embang 3, Kota Palangka Raya, Senin (22\/06\/2026) malam. Sebanyak 14 ekor babi berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, meski mengalami luka bakar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kebakaran menghanguskan sekitar 40 persen bangunan nonpermanen berukuran 6 x 4 meter tersebut. Api terutama merusak seluruh bagian atap dan sebagian dinding kandang yang terbuat dari kayu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Warga yang mengetahui kejadian itu segera bergotong royong memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Upaya tersebut mampu mengendalikan kobaran api sebelum merambat ke bangunan permanen di sekitar lokasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Palangka Raya menerima laporan masyarakat pada pukul 19.30 Waktu Indonesia Barat (WIB). DPKP kemudian mengerahkan dua tim yang terdiri atas petugas pemadam kebakaran, tim penyelamatan, dan pemadam sukarela.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Bidang (Kabid) Pemadam Kebakaran DPKP Kota Palangka Raya, Alfrianto, mengatakan api telah berhasil dikendalikan warga ketika petugas tiba di lokasi, sebagaimana diberitakan Sumber Berita, Selasa, (23\/06\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201dPetugas kami yang tiba dengan dua tim langsung mengambil alih penanganan untuk melakukan proses pendinginan. Kami juga melakukan size-up atau penilaian situasi secara menyeluruh di sekitar area kejadian untuk memastikan tidak ada lagi bara tersembunyi yang berpotensi memicu bahaya susulan,\u201d tegas Alfrianto saat dikonfirmasi di lokasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Petugas selanjutnya melakukan pendinginan dan pemeriksaan menyeluruh di sekitar bangunan. Langkah itu dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api yang masih menyala dan dapat menyebabkan kebakaran susulan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan pemeriksaan awal serta keterangan pemilik bangunan, kebakaran diduga dipicu obat nyamuk bakar yang diletakkan di dekat karton bekas wadah telur. Obat nyamuk tersebut sebelumnya dinyalakan oleh adik pemilik kandang, kemudian ditinggalkan tanpa pengawasan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karton telur yang mudah terbakar diduga membuat api cepat membesar dan merambat ke bagian bangunan. Pemilik baru mengetahui kebakaran setelah mendengar teriakan warga yang melihat api membubung dari arah kandang di belakang rumah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain memadamkan api, warga mengevakuasi seluruh ternak dari dalam kandang. Tindakan cepat tersebut menyelamatkan seluruh ternak meskipun sebagian mengalami luka bakar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201dDi dalam bangunan tersebut terdapat 14 ekor ternak babi. Seluruhnya berhasil dievakuasi dalam kondisi aman dan selamat namun mengalami luka bakar,\u201d pungkas Alfrianto.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">DPKP Kota Palangka Raya kembali mengingatkan masyarakat agar tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan, terutama obat nyamuk bakar, lilin, dan pembakaran sampah di dekat benda yang mudah terbakar. Kewaspadaan diperlukan untuk mencegah kejadian serupa, khususnya di kawasan permukiman padat. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kesigapan warga memadamkan api dan mengevakuasi 14 ekor babi mencegah kebakaran kandang merambat ke rumah-rumah di kawasan padat Kota Palangka Raya. PALANGKA RAYA &#8211; Kesigapan warga mencegah api merembet ke rumah-rumah di kawasan padat permukiman saat sebuah kandang ternak terbakar di Jalan Menteng 12, Gang Embang 3, Kota Palangka Raya, Senin (22\/06\/2026) malam. Sebanyak 14 &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":191967,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[7,2259,2264],"tags":[37699,37697,37021,37696,37695,37700,37694,10123,15913,37698,3561,5529,19967],"class_list":["post-191966","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-breaking-news","category-kalimantan-tengah","category-kota-palangkaraya-provinsi-kalimantan-tengah","tag-14-ternak-dievakuasi","tag-alfrianto","tag-dpkp-kota-palangka-raya","tag-gang-embang-3","tag-jalan-menteng-12","tag-kandang-babi-terbakar","tag-kebakaran-kandang-ternak","tag-kebakaran-palangka-raya","tag-kebakaran-permukiman","tag-obat-nyamuk-bakar","tag-palangka-raya","tag-pemadam-kebakaran","tag-warga-padamkan-api"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/191966","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=191966"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/191966\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":191969,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/191966\/revisions\/191969"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/191967"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=191966"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=191966"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=191966"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}