{"id":192113,"date":"2026-06-24T15:06:37","date_gmt":"2026-06-24T07:06:37","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=192113"},"modified":"2026-06-24T22:20:54","modified_gmt":"2026-06-24T14:20:54","slug":"minim-alat-pemadam-rumah-warga-di-pinoh-selatan-ludes-terbakar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/minim-alat-pemadam-rumah-warga-di-pinoh-selatan-ludes-terbakar\/","title":{"rendered":"Minim Alat Pemadam, Rumah Warga di Pinoh Selatan Ludes Terbakar"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Ketiadaan peralatan pemadam dan terbatasnya sumber air membuat warga Desa Pintas hanya mampu melawan api dengan perlengkapan seadanya hingga satu rumah rata dengan tanah.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>MELAWI <\/strong>&#8211; Keterbatasan sumber air dan ketiadaan peralatan pemadam di tingkat desa membuat warga hanya mengandalkan perlengkapan seadanya saat kebakaran menghanguskan rumah milik Acan di Dusun Labai Mekar, Desa Pintas, Kecamatan Pinoh Selatan, Kabupaten Melawi (Melawi), Selasa (23\/06\/2026) sekitar pukul 13.30 Waktu Indonesia Barat (WIB).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meski warga bersama perangkat desa telah berupaya memadamkan api secara manual, bangunan rumah semipermanen tersebut tidak dapat diselamatkan dan akhirnya rata dengan tanah. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa itu karena pemilik rumah sedang tidak berada di lokasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Bidang (Kabid) Logistik dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Melawi, Rahmad, mengatakan api cepat menjalar ke seluruh bagian rumah. Kondisi cuaca panas dan material bangunan yang mudah terbakar turut mempercepat penyebaran api.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cApi dengan cepat membesar dan menghanguskan seluruh bangunan,\u201d ujar Rahmad, sebagaimana dilansir Pontianak Post, Selasa, (23\/06\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan informasi awal dari Pemerintah Desa (Pemdes) Pintas, kebakaran diduga dipicu hubungan pendek arus listrik. Api pertama kali terlihat dari bagian dalam rumah sebelum menjalar dan menghanguskan seluruh bangunan beserta isinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung berusaha melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya. Upaya itu kemudian dilanjutkan bersama perangkat desa hingga api berhasil dipadamkan sepenuhnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, penanganan kebakaran terkendala minimnya sumber air, tidak tersedianya peralatan pemadam di tingkat desa maupun kecamatan, serta jauhnya jarak lokasi kejadian dari pusat Melawi. Kondisi tersebut menyebabkan penanganan awal hanya dapat dilakukan secara manual oleh warga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cBeruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut,\u201d kata Rahmad.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kendati tidak menimbulkan korban, kebakaran diperkirakan menyebabkan kerugian material hingga ratusan juta rupiah. Seluruh isi rumah ikut terbakar dan tidak sempat diselamatkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemdes Pintas bersama masyarakat telah melakukan pendataan serta menyalurkan bantuan awal kepada korban. Bantuan yang masih dibutuhkan meliputi pakaian dewasa, pakaian anak-anak, dan bahan kebutuhan pokok.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">BPBD Melawi mengimbau pemerintah desa dan kecamatan meningkatkan sosialisasi pencegahan kebakaran kepada masyarakat. Penyediaan peralatan pemadam di tingkat desa juga dinilai penting agar penanganan awal dapat dilakukan lebih cepat, terutama di permukiman yang jauh dari sumber air dan layanan pemadam kebakaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penguatan sarana mitigasi di tingkat desa diharapkan dapat mencegah kejadian serupa menimbulkan kerugian lebih besar sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi kebakaran permukiman. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ketiadaan peralatan pemadam dan terbatasnya sumber air membuat warga Desa Pintas hanya mampu melawan api dengan perlengkapan seadanya hingga satu rumah rata dengan tanah. MELAWI &#8211; Keterbatasan sumber air dan ketiadaan peralatan pemadam di tingkat desa membuat warga hanya mengandalkan perlengkapan seadanya saat kebakaran menghanguskan rumah milik Acan di Dusun Labai Mekar, Desa Pintas, Kecamatan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":192115,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[7,2273,2282],"tags":[16371,37928,37929,4861,16367,15913,37927,13027,37930,37932,27955,37931],"class_list":["post-192113","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-breaking-news","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kabupaten-melawi-nanga-pinoh-provinsi-kalimantan-barat-kalbar","tag-bpbd-melawi","tag-desa-pintas","tag-dusun-labai-mekar","tag-kalimantan-barat","tag-kebakaran-melawi","tag-kebakaran-permukiman","tag-kebakaran-pinoh-selatan","tag-korsleting-listrik","tag-rahmad-bpbd-melawi","tag-rumah-acan-terbakar","tag-rumah-warga-terbakar","tag-sarana-pemadam-kebakaran"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/192113","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=192113"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/192113\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":192117,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/192113\/revisions\/192117"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/192115"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=192113"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=192113"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=192113"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}