{"id":192149,"date":"2026-06-24T17:35:42","date_gmt":"2026-06-24T09:35:42","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=192149"},"modified":"2026-06-24T23:45:21","modified_gmt":"2026-06-24T15:45:21","slug":"14-makam-diduga-dibongkar-di-bartim-mayoritas-makam-perempuan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/14-makam-diduga-dibongkar-di-bartim-mayoritas-makam-perempuan\/","title":{"rendered":"14 Makam Diduga Dibongkar di Bartim, Mayoritas Makam Perempuan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Polisi menyelidiki lubang bekas galian pada sedikitnya 14 makam di Desa Lebo, dengan sebagian besar temuan berada pada makam perempuan.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BARITO TIMUR &#8211;<\/strong> Kepolisian menyelidiki dugaan pembongkaran terhadap sedikitnya 14 makam di Pemakaman Kristen Protestan dan Advent, Desa Lebo, Kecamatan Pematang Karau, Kabupaten Barito Timur (Bartim). Sebagian besar makam yang ditemukan memiliki lubang bekas galian tersebut diketahui merupakan makam perempuan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kasus itu terungkap setelah seorang ahli waris menemukan lubang bekas galian pada makam anggota keluarganya berinisial S, Selasa (23\/06\/2026). Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada Kepolisian Sektor (Polsek) Pematang Karau.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Polsek Pematang Karau bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Pematang Karau mendatangi lokasi pada Rabu (24\/06\/2026). Berdasarkan pemeriksaan awal, petugas menemukan sedikitnya 14 makam dalam kondisi mencurigakan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Bartim, Eddy Santoso, melalui Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Kepolisian Resor (Polres) Bartim, Eko Sutrisno, mengatakan penyelidikan dilakukan untuk memastikan penyebab munculnya lubang-lubang tersebut sekaligus mengungkap kemungkinan pelaku dan motifnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKapolres memerintahkan Polsek Pematang Karau segera melakukan penyelidikan mendalam serta berkoordinasi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat,\u201d ujar AKP Eko.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas mengamankan sepasang sarung tangan, sebilah kayu, dan dua botol bekas obat batuk. Barang-barang tersebut masih diperiksa untuk memastikan keterkaitannya dengan aktivitas di area pemakaman, sebagaimana dilansir Humas Polres Bartim, Rabu, (24\/06\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meski menemukan lubang bekas galian pada belasan makam, polisi belum menyimpulkan bahwa seluruh makam tersebut benar-benar dibongkar oleh pihak tertentu. Penyelidikan masih dilakukan dengan mengumpulkan keterangan saksi dan memeriksa temuan dari lokasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Pematang Karau juga mendalami alasan sebagian besar makam yang ditemukan dalam kondisi mencurigakan merupakan makam perempuan. Namun, polisi belum mengungkap apakah kondisi tersebut berkaitan dengan motif tertentu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cDugaan motif maupun pelaku masih kami dalami. Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan menyerahkan proses penanganan kepada pihak kepolisian,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Polisi meminta warga tidak berspekulasi atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi karena dapat menimbulkan keresahan. Perkembangan penyelidikan akan disampaikan secara resmi setelah petugas memperoleh bukti dan keterangan yang lebih lengkap.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Desa Lebo dilaporkan tetap kondusif. Pengungkapan kasus ini diharapkan dapat memberikan kepastian kepada keluarga ahli waris sekaligus menjaga kesakralan dan keamanan kawasan pemakaman. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Polisi menyelidiki lubang bekas galian pada sedikitnya 14 makam di Desa Lebo, dengan sebagian besar temuan berada pada makam perempuan. BARITO TIMUR &#8211; Kepolisian menyelidiki dugaan pembongkaran terhadap sedikitnya 14 makam di Pemakaman Kristen Protestan dan Advent, Desa Lebo, Kecamatan Pematang Karau, Kabupaten Barito Timur (Bartim). Sebagian besar makam yang ditemukan memiliki lubang bekas galian &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":192151,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[4299,19,2259],"tags":[37994,9683,37996,37993,33364,37999,38000,38002,37995,38001,37997,13320,19420,37998],"class_list":["post-192149","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kabupaten-barito-timur-provinsi-kalimantan-tengah","category-hotnews","category-kalimantan-tengah","tag-14-makam-bartim","tag-barito-timur","tag-desa-lebo","tag-dugaan-pembongkaran-makam","tag-eddy-santoso","tag-eko-sutrisno","tag-lubang-bekas-galian","tag-makam-dibongkar","tag-makam-perempuan","tag-pemakaman-kristen-protestan-dan-advent","tag-pematang-karau","tag-penyelidikan-polisi","tag-polres-bartim","tag-polsek-pematang-karau"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/192149","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=192149"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/192149\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":192153,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/192149\/revisions\/192153"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/192151"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=192149"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=192149"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=192149"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}