{"id":192329,"date":"2026-06-25T17:59:33","date_gmt":"2026-06-25T09:59:33","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=192329"},"modified":"2026-06-26T02:00:49","modified_gmt":"2026-06-25T18:00:49","slug":"karhutla-jalan-hiu-putih-palangka-raya-berhasil-dipadamkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/karhutla-jalan-hiu-putih-palangka-raya-berhasil-dipadamkan\/","title":{"rendered":"Karhutla Jalan Hiu Putih Palangka Raya Berhasil Dipadamkan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>BPBD Palangka Raya bersama tim gabungan memadamkan karhutla seluas sekitar 0,60 hektare di Jalan Hiu Putih dan mengimbau warga tidak membuka lahan dengan cara dibakar.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>PALANGKA RAYA<\/strong> &#8211; Tim gabungan berhasil mencegah perluasan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Jalan Hiu Putih, Kota Palangka Raya, setelah melakukan pemadaman terpadu selama sekitar satu setengah jam, Kamis (25\/06\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kebakaran yang menghanguskan sekitar 0,60 hektare lahan itu ditangani Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya bersama Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kalteng, serta Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Kahayan Tengah, sebagaimana diberitakan Media Center, Kamis (25\/06\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Palangka Raya Heri Pauzi mengatakan, personel langsung dikerahkan ke lokasi setelah menerima laporan kebakaran. Penanganan dilakukan secara terpadu untuk mencegah api merambat lebih luas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cTim gabungan bergerak melakukan penanganan di lokasi guna mencegah api meluas. Pemadaman dilakukan secara bersama-sama dengan fokus pada titik api yang berada di permukaan maupun di bawah lapisan tanah gambut,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Heri menjelaskan, proses pemadaman dimulai sekitar pukul 15.25 Waktu Indonesia Barat (WIB) dan berakhir sekitar pukul 17.00 WIB. Setelah api utama padam, petugas tetap melakukan penyiraman menyeluruh untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa di bawah permukaan gambut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Upaya pembasahan itu dilakukan karena lahan gambut berisiko menyimpan panas dan bara api di bawah permukaan tanah. Jika tidak ditangani tuntas, bara tersebut berpotensi kembali menyala dan memicu karhutla susulan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Heri mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama saat memasuki musim kemarau. Ia meminta warga tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan titik api, termasuk membuka lahan dengan cara dibakar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPencegahan merupakan langkah yang paling efektif. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dengan tidak membuka lahan melalui pembakaran serta segera melaporkan apabila menemukan titik api di wilayah masing-masing,\u201d pungkasnya. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BPBD Palangka Raya bersama tim gabungan memadamkan karhutla seluas sekitar 0,60 hektare di Jalan Hiu Putih dan mengimbau warga tidak membuka lahan dengan cara dibakar. PALANGKA RAYA &#8211; Tim gabungan berhasil mencegah perluasan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Jalan Hiu Putih, Kota Palangka Raya, setelah melakukan pemadaman terpadu selama sekitar satu setengah jam, &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":192331,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,2259,2264],"tags":[13255,38245,38244,38243,4418,38242,1530,38246,16594,17121,3561,3904],"class_list":["post-192329","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-tengah","category-kota-palangkaraya-provinsi-kalimantan-tengah","tag-bpbd-palangka-raya","tag-bpbpk-kalteng","tag-heri-pauzi","tag-jalan-hiu-putih","tag-kalteng","tag-karhutla-palangka-raya","tag-kebakaran-lahan","tag-kphp-kahayan-tengah","tag-lahan-gambut","tag-musim-kemarau","tag-palangka-raya","tag-titik-api"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/192329","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=192329"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/192329\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":192332,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/192329\/revisions\/192332"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/192331"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=192329"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=192329"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=192329"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}