{"id":192520,"date":"2026-06-26T20:55:59","date_gmt":"2026-06-26T12:55:59","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=192520"},"modified":"2026-06-27T01:09:09","modified_gmt":"2026-06-26T17:09:09","slug":"tidak-tidur-berhari-hari-remaja-nunukan-kecanduan-game-online","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tidak-tidur-berhari-hari-remaja-nunukan-kecanduan-game-online\/","title":{"rendered":"Tidak Tidur Berhari-hari, Remaja Nunukan Kecanduan Game Online"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>DSP3A Nunukan menyiapkan rujukan medis bagi remaja 18 tahun yang mengalami kecanduan game online berat hingga mengurung diri dan tidak tidur berhari-hari.<\/em><br \/>\n<strong><br \/>\nNUNUKAN<\/strong> &#8211; Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSP3A) Kabupaten Nunukan (Nunukan), Kalimantan Utara (Kaltara), menyiapkan penanganan medis bagi seorang remaja 18 tahun yang mengalami kecanduan game online berat hingga tidak mandi, tidak keluar kamar selama sepekan, dan tidak tidur berhari-hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kasus itu ditangani setelah ibu remaja tersebut melapor karena khawatir dengan kondisi anaknya. DSP3A Nunukan kemudian berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk mendatangi rumah remaja itu, sebagaimana diberitakan Kompas, Kamis (25\/06\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi Sosial DSP3A Nunukan, Yarius, mengatakan petugas sempat mengetuk pintu kamar dan memanggil remaja tersebut, tetapi tidak mendapat respons.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Sampai di rumahnya kita ketuk pintu kamarnya, kita panggil panggil sama sekali tak ada respon dari si anak.&#8221; &#8220;Takut kenapa kenapa, petugas mendobrak pintu kamarnya. Ternyata si anak tersebut sedang serius bermain game online,&#8221; ujarnya pada Kamis (25\/06\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Yarius, kondisi kecanduan remaja itu sudah mengkhawatirkan. Ia disebut mengamuk ketika petugas mencoba meminjam telepon genggamnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Dia tidak mandi selama seminggu, tidak mau keluar kamar, paling hanya keluar ambil makan dibawa masuk kamar. Dia bahkan kuat tidak tidur berhari-hari karena game online,&#8221; tuturnya lagi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari penelusuran DSP3A Nunukan, remaja tersebut memiliki prestasi baik di sekolah. Guru pembimbing juga menyebutnya cerdas, terutama dalam bidang teknologi informasi (TI). Namun, ia pernah mendapat diagnosis memiliki gejala menuju Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) sejak kelas XI.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Dulu sempat menjadi sasaran pembinaan kami. Dia rutin kita beri obat, karena diagnosa dokter yang menyatakan ada gejala menuju ODGJ,&#8221; kata Yarius.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yarius menjelaskan, persoalan psikologis remaja itu diduga berkaitan dengan kondisi keluarga yang tidak utuh. Kedua orang tuanya telah memiliki keluarga baru, sementara remaja tersebut memilih tinggal bersama ayah kandungnya karena merasa lebih bebas bermain game online.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Hantaman psikologi terjadi bertubi-tubi dan mungkin kebingungan itu dilampiaskan ke game online. Dia seakan tidak peduli lingkungan sekitar dan menganggap computer maupun gadget sebagai teman,&#8221; jelas Yarius.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Si anak juga memiliki emosi tak stabil. Ia tak segan menghancurkan kaca jendela dengan tangan kosong. Meski tangan berdarah akibat pecahan kaca, ia kembali lagi bermain game online,&#8221; lanjutnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">DSP3A Nunukan menjadwalkan rujukan remaja tersebut ke Rumah Sakit (RS) Jusuf SK Tarakan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Pemerintah berharap proses pemulihan dapat membantu remaja itu kembali menjalani masa produktifnya secara lebih sehat. &#8220;Kita bawa ke RS Jusuf SK Tarakan besok. Semoga si anak segera pulih. Dia anak yang pintar dan berprestasi, sangat disayangkan kalau masa produktifnya habis karena kecanduan game,&#8221; ujar Yarius. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DSP3A Nunukan menyiapkan rujukan medis bagi remaja 18 tahun yang mengalami kecanduan game online berat hingga mengurung diri dan tidak tidur berhari-hari. NUNUKAN &#8211; Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSP3A) Kabupaten Nunukan (Nunukan), Kalimantan Utara (Kaltara), menyiapkan penanganan medis bagi seorang remaja 18 tahun yang mengalami kecanduan game online berat hingga tidak mandi, &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":192524,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,27,2248],"tags":[38431,8492,38432,2491,38433,2500,16798,38434,33576,3389],"class_list":["post-192520","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-utara-kaltara","category-kabupaten-nunukan-provinsi-kalimantan-utara","tag-dsp3a-nunukan","tag-game-online","tag-gim-daring","tag-kaltara","tag-kecanduan-gim","tag-nunukan","tag-perlindungan-anak","tag-remaja-nunukan","tag-satpol-pp-nunukan","tag-yarius"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/192520","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=192520"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/192520\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":192525,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/192520\/revisions\/192525"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/192524"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=192520"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=192520"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=192520"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}