{"id":192536,"date":"2026-06-26T21:24:11","date_gmt":"2026-06-26T13:24:11","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=192536"},"modified":"2026-06-27T02:38:54","modified_gmt":"2026-06-26T18:38:54","slug":"buruh-tani-tewas-usai-gubuk-dikepung-gajah-di-lampung-barat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/buruh-tani-tewas-usai-gubuk-dikepung-gajah-di-lampung-barat\/","title":{"rendered":"Buruh Tani Tewas Usai Gubuk Dikepung Gajah di Lampung Barat"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Seorang buruh tani ditemukan meninggal dunia setelah diduga berusaha menyelamatkan diri saat kawanan gajah liar mendekati gubuk petani di Kecamatan Suoh.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>LAMPUNG<\/strong> &#8211; Warga di sekitar kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) diminta meningkatkan kewaspadaan setelah seorang buruh tani, Jumadi, 54 tahun, ditemukan meninggal dunia usai gubuk petani dikepung kawanan gajah liar di Pekon Sumber Agung, Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat, Lampung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peristiwa itu terjadi pada Rabu (24\/06\/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu, tiga orang berada di rumah singgah kebun milik Widodo, tetapi tidak dapat keluar karena dikepung kawanan gajah liar di wilayah yang berbatasan dengan TNBBS.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Kepolisian Resor (Polres) Lampung Barat Rudy Prawira mengatakan warga bersama relawan satuan tugas (satgas) mendatangi lokasi setelah menerima laporan. Namun, mereka mendapati rumah singgah tersebut telah dirusak kawanan gajah, sebagaimana diberitakan Cnn Indonesia, Jumat, (26\/06\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Dua orang, yakni Widodo dan Sigit, berhasil ditemukan dalam keadaan selamat meski mengalami trauma. Sementara Jumadi tidak berada di lokasi,&#8221; kata Rudy, Jumat (26\/6) dikutip dari detikSumbagsel.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pencarian terhadap Jumadi dilakukan hingga Kamis (25\/06\/2026) dini hari, tetapi belum membuahkan hasil. Pencarian kemudian dilanjutkan pada pagi hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Sekitar pukul 09.00 WIB, Jumadi ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di area lereng atau jurang yang berjarak sekitar 50 meter dari gubuk tempat mereka sebelumnya berlindung,&#8221; tuturnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan hasil pemeriksaan petugas medis Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Sri Mulyo, korban mengalami memar di bagian pinggang belakang, luka lecet di bibir bawah, serta lecet pada lutut kanan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi. Berdasarkan keterangan para saksi, korban diduga berusaha melarikan diri saat gajah liar mendekati gubuk. Korban diduga diseruduk gajah hingga terjatuh ke jurang,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rudy mengatakan polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengevakuasi jasad korban, memeriksa sejumlah saksi, serta berkoordinasi dengan pihak TNBBS untuk penanganan lebih lanjut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kami mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, memahami jalur perlintasan gajah, dan menghindari aktivitas di sekitar kawasan TNBBS apabila terdapat potensi kemunculan satwa liar,&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya mitigasi konflik manusia dan satwa liar, terutama bagi warga yang beraktivitas di sekitar kawasan hutan dan jalur lintasan gajah. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seorang buruh tani ditemukan meninggal dunia setelah diduga berusaha menyelamatkan diri saat kawanan gajah liar mendekati gubuk petani di Kecamatan Suoh. LAMPUNG &#8211; Warga di sekitar kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) diminta meningkatkan kewaspadaan setelah seorang buruh tani, Jumadi, 54 tahun, ditemukan meninggal dunia usai gubuk petani dikepung kawanan gajah liar di Pekon &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":192538,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[7,7981,35],"tags":[38450,38455,4678,20352,38448,38454,38452,38453,5595,38449,38451],"class_list":["post-192536","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-breaking-news","category-lampung","category-berita-nasional","tag-gajah-liar","tag-gubuk-petani","tag-jumadi","tag-konflik-satwa-liar","tag-lampung-barat","tag-pekon-sumber-agung","tag-polres-lampung-barat","tag-rudy-prawira","tag-satwa-liar","tag-suoh","tag-tnbbs"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/192536","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=192536"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/192536\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":192549,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/192536\/revisions\/192549"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/192538"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=192536"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=192536"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=192536"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}