{"id":192954,"date":"2026-06-29T23:37:58","date_gmt":"2026-06-29T15:37:58","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=192954"},"modified":"2026-06-29T23:42:06","modified_gmt":"2026-06-29T15:42:06","slug":"kebakaran-kandang-ayam-di-palangka-raya-kerugian-tembus-rp300-juta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kebakaran-kandang-ayam-di-palangka-raya-kerugian-tembus-rp300-juta\/","title":{"rendered":"Kebakaran Kandang Ayam di Palangka Raya, Kerugian Tembus Rp300 Juta"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Sebanyak 4.700 anak ayam usia dua hari mati dalam kebakaran kandang di Bukit Batu, Palangka Raya, sementara polisi masih menyelidiki dugaan korsleting listrik sebagai penyebab kebakaran.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>PALANGKA RAYA<\/strong> &#8211; Kerugian sekitar Rp300 juta dialami seorang peternak setelah 4.700 ekor anak ayam usia dua hari atau day old chick (DOC) mati terpanggang dalam kebakaran kandang di Jalan Tjilik Riwut Kilometer 19, Kelurahan Marang, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya, Sabtu (27\/06\/2026) dini hari. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kandang berukuran sekitar 100 x 9 meter atau seluas kurang lebih 900 meter persegi milik Y (37) itu turut hangus bersama instalasi listrik, lampu penerangan, dan sejumlah fasilitas operasional. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Personel Kepolisian Sektor (Polsek) Bukit Batu bergerak ke lokasi setelah menerima laporan kebakaran. Petugas mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan saksi, dan mengumpulkan data awal untuk mengungkap penyebab kebakaran, sebagaimana diberitakan Radar Sampit, Minggu (28\/06\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Bukit Batu Muhammad Hafiizh Ramadhan mengatakan, dugaan sementara kebakaran dipicu korsleting listrik di bagian atas bangunan kandang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kami langsung mendatangi TKP, mengamankan lokasi serta melakukan pemeriksaan awal terhadap saksi-saksi. Dugaan sementara sumber api berasal dari korsleting listrik di bagian atas bangunan,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kebakaran pertama kali diketahui oleh K (45), penjaga kandang. Sekitar pukul 03.00 Waktu Indonesia Barat (WIB), ia baru selesai memasukkan 4.700 bibit anak ayam ke dalam kandang sebelum pulang ke rumah untuk beristirahat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tidak lama kemudian, saksi mendengar suara menyerupai kayu patah dari arah kandang. Saat keluar rumah, ia mendapati atap bangunan telah roboh dan kobaran api dengan cepat membesar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Saksi sempat berusaha memadamkan api, namun gagal karena kobaran api cepat membesar mengingat material kandang mudah terbakar,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebanyak enam unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya dibantu satu unit dari Kecamatan Bukit Batu diterjunkan ke lokasi. Setelah proses pemadaman selama beberapa jam, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 06.00 WIB.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Muhammad Hafiizh Ramadhan menegaskan penyelidikan masih berlangsung. Polsek Bukit Batu akan berkoordinasi dengan Unit Identifikasi Forensik (Indonesia Automatic Fingerprint Identification System\/Inafis) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor Kota (Polresta) Palangka Raya untuk melakukan olah TKP secara menyeluruh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kami masih menunggu hasil identifikasi Unit Inafis untuk memastikan penyebab munculnya titik api,&#8221; pungkas Hafiizh. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebanyak 4.700 anak ayam usia dua hari mati dalam kebakaran kandang di Bukit Batu, Palangka Raya, sementara polisi masih menyelidiki dugaan korsleting listrik sebagai penyebab kebakaran. PALANGKA RAYA &#8211; Kerugian sekitar Rp300 juta dialami seorang peternak setelah 4.700 ekor anak ayam usia dua hari atau day old chick (DOC) mati terpanggang dalam kebakaran kandang di &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":192956,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2259,2264],"tags":[38845,23665,38846,38847,6051,38848,38844,29455,17184,13027,38849,3561,15197,38850,38851],"class_list":["post-192954","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-tengah","category-kota-palangkaraya-provinsi-kalimantan-tengah","tag-4-700-anak-ayam","tag-bukit-batu","tag-day-old-chick","tag-doc","tag-kalimantan-tengah","tag-kapolsek-bukit-batu","tag-kebakaran-kandang-ayam","tag-kelurahan-marang","tag-kerugian-rp300-juta","tag-korsleting-listrik","tag-muhammad-hafiizh-ramadhan","tag-palangka-raya","tag-polresta-palangka-raya","tag-polsek-bukit-batu","tag-unit-inafis"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/192954","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=192954"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/192954\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":192966,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/192954\/revisions\/192966"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/192956"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=192954"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=192954"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=192954"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}