{"id":193252,"date":"2026-07-01T14:50:14","date_gmt":"2026-07-01T06:50:14","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=193252"},"modified":"2026-07-01T14:50:14","modified_gmt":"2026-07-01T06:50:14","slug":"paus-leo-xiv-hadapi-pembangkangan-sspx-penahbisan-uskup-tetap-berjalan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/paus-leo-xiv-hadapi-pembangkangan-sspx-penahbisan-uskup-tetap-berjalan\/","title":{"rendered":"Paus Leo XIV Hadapi Pembangkangan SSPX, Penahbisan Uskup Tetap Berjalan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Serikat Santo Pius X tetap melaksanakan penahbisan uskup tanpa persetujuan Paus Leo XIV meski telah diperingatkan berpotensi memicu perpecahan dan ekskomunikasi.<\/em><br \/>\n<strong><br \/>\nWASHINGTON, DC<\/strong> &#8211; Paus Leo XIV menghadapi tantangan baru dalam upaya memperkuat persatuan Gereja Katolik setelah Serikat Santo Pius X (<em>Society of Saint Pius X<\/em>\/SSPX) tetap melanjutkan penahbisan uskup tanpa persetujuan Takhta Suci. Langkah kelompok Katolik tradisional dari Amerika Serikat (AS) itu dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap hukum gereja dan berpotensi memicu perpecahan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penahbisan uskup tersebut dilakukan meski Paus Leo XIV telah menyampaikan permohonan agar SSPX membatalkan rencana tersebut. Dalam ajaran Gereja Katolik, hubungan antara uskup dan Paus menjadi dasar persatuan gereja sehingga penahbisan tanpa persetujuan Paus dipandang sebagai tindakan yang melanggar ketentuan gerejawi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Paus memperingatkan bahwa penahbisan itu merupakan tindakan <em>schismatic<\/em> atau perpecahan. Apabila tetap dilaksanakan, para uskup yang ditahbiskan akan dikenai ekskomunikasi atau dikeluarkan secara resmi dari sakramen gereja.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Saya memohon kepada Anda dan meminta dengan sepenuh hati: tolong batalkan!&#8221; tulis Paus dalam surat terakhir kepada Serikat Santo Pius X (SSPX), sebagaimana diberitakan Cnn Indonesia, Rabu (01\/07\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Aku berdoa untukmu, karena merobek jubah Kristus yang tanpa jahitan adalah dosa yang sangat berat. Semoga Tuhan menerangi hati nuranimu dan membangkitkan hatimu.&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sejak terpilih sebagai pemimpin Gereja Katolik, Paus Leo XIV menjadikan penguatan persatuan gereja sebagai salah satu prioritas. Namun, keputusan SSPX untuk tetap melaksanakan penahbisan uskup tanpa persetujuan Vatikan menjadi tantangan besar terhadap agenda tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">SSPX dikenal sebagai kelompok Katolik tradisional yang mempertahankan ajaran konservatif dan menolak sejumlah reformasi Gereja Katolik yang diperkenalkan melalui Konsili Vatikan Kedua pada dekade 1960-an. Kelompok ini memiliki basis terbesar di AS dengan kantor pusat di Missouri serta seminari bagi calon pastor di Dillwyn, Virginia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu pastor yang dijadwalkan menerima tahbisan uskup pada Rabu (1\/7) ialah Pastor Michael Goldade yang menjabat sebagai kepala seminari SSPX.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Serikat Santo Pius X didirikan pada 1970 di Swiss oleh Uskup Agung Marcel Lefebvre. Lima tahun kemudian organisasi tersebut dibubarkan oleh Uskup Fribourg. Pada 1988, kelompok itu juga pernah menahbiskan empat uskup tanpa persetujuan Paus sehingga berujung pada ekskomunikasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penolakan SSPX terhadap reformasi gereja, termasuk mengenai kebebasan beragama, ekumenisme, dan pembaruan tata ibadah Katolik, menjadi akar perselisihan dengan Vatikan yang masih berlanjut hingga kini. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi08<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Serikat Santo Pius X tetap melaksanakan penahbisan uskup tanpa persetujuan Paus Leo XIV meski telah diperingatkan berpotensi memicu perpecahan dan ekskomunikasi. WASHINGTON, DC &#8211; Paus Leo XIV menghadapi tantangan baru dalam upaya memperkuat persatuan Gereja Katolik setelah Serikat Santo Pius X (Society of Saint Pius X\/SSPX) tetap melanjutkan penahbisan uskup tanpa persetujuan Takhta Suci. Langkah &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":85,"featured_media":193253,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[7,2254],"tags":[9642,39200,39202,39203,39204,39205,9506,39199,39207,39201,39197,39198,18227,39206],"class_list":["post-193252","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-breaking-news","category-berita-internasional","tag-amerika-serikat","tag-ekskomunikasi","tag-konsili-vatikan-kedua","tag-marcel-lefebvre","tag-michael-goldade","tag-missouri","tag-paus-leo-xiv","tag-penahbisan-uskup","tag-reformasi-gereja-katolik","tag-schismatic","tag-serikat-santo-pius-x","tag-sspx","tag-vatikan","tag-virginia"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/193252","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/85"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=193252"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/193252\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":193254,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/193252\/revisions\/193254"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/193253"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=193252"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=193252"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=193252"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}