{"id":193518,"date":"2026-07-03T09:39:12","date_gmt":"2026-07-03T01:39:12","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=193518"},"modified":"2026-07-03T09:39:12","modified_gmt":"2026-07-03T01:39:12","slug":"survei-bi-optimisme-konsumen-balikpapan-masih-kuat-pada-triwulan-ii-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/survei-bi-optimisme-konsumen-balikpapan-masih-kuat-pada-triwulan-ii-2026\/","title":{"rendered":"Survei BI: Optimisme Konsumen Balikpapan Masih Kuat pada Triwulan II 2026"},"content":{"rendered":"<p>Balikpapan \u2013 Optimisme masyarakat Balikpapan terhadap kondisi ekonomi tetap terjaga sepanjang triwulan II 2026. Hal itu tercermin dari hasil Survei Konsumen Bank Indonesia Balikpapan yang menunjukkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) masih berada pada level optimis sebesar 123,7, meski lebih rendah dibandingkan triwulan I 2026 yang mencapai 132,3.<\/p>\n<p>Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, mengatakan keyakinan konsumen tetap kuat meskipun masyarakat telah melewati momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri serta menghadapi penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi dan LPG nonsubsidi.<\/p>\n<p>&#8220;Optimisme konsumen tetap kuat, ditopang oleh persepsi yang positif terhadap kondisi ekonomi saat ini serta ekspektasi terhadap kondisi ekonomi pada enam bulan mendatang,&#8221; ujar Robi dalam keterangan tertulis, Kamis (2\/7\/2026).<\/p>\n<p>Berdasarkan kelompok pengeluaran, tingkat optimisme tertinggi berasal dari responden dengan pengeluaran Rp2\u20133 juta per bulan yang mencatat rerata IKK sebesar 144,2. Selanjutnya disusul kelompok pengeluaran Rp7\u20138 juta dengan IKK 132,2, serta kelompok Rp4\u20135 juta sebesar 130,6.<\/p>\n<p>Sementara berdasarkan kelompok usia, optimisme tertinggi berasal dari responden berusia 20\u201330 tahun dengan rerata IKK 137,2, diikuti kelompok usia 40\u201350 tahun.<\/p>\n<p>Selain IKK, Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) pada triwulan II 2026 juga masih berada di zona optimis dengan rerata 115,2, meski menurun dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 122. Kinerja tersebut didukung oleh indeks penghasilan saat ini sebesar 135,7, indeks ketersediaan lapangan kerja 106,3, serta indeks pembelian barang tahan lama (durable goods) 103,7.<\/p>\n<p>Di sisi lain, optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi enam bulan ke depan juga tetap kuat. Hal itu tercermin dari Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang tercatat sebesar 132,1, meski lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 142,6.<\/p>\n<p>Optimisme tersebut didukung oleh indeks ekspektasi kegiatan usaha sebesar 123,3, indeks ekspektasi penghasilan 142,7, serta indeks ekspektasi ketersediaan lapangan kerja 130,3.<\/p>\n<p>Menurut Bank Indonesia, terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi keyakinan konsumen selama triwulan II 2026. Salah satunya adalah proyek strategis nasional Refinery Development Master Plan (RDMP) yang memasuki fase penyelesaian sehingga mengurangi jumlah pekerja konstruksi, yang sebelumnya menjadi konsumen utama sejumlah pelaku usaha.<\/p>\n<p>Namun demikian, peningkatan pendapatan masyarakat melalui bonus, insentif, kenaikan gaji, lembur, hingga meningkatnya omzet usaha tetap menopang optimisme konsumen. Selain itu, peluang kerja baru dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) seiring bertambahnya jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), berkembangnya usaha kafe dan laundry, serta masih berlangsungnya sejumlah proyek konstruksi turut menjaga optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Balikpapan \u2013 Optimisme masyarakat Balikpapan terhadap kondisi ekonomi tetap terjaga sepanjang triwulan II 2026. Hal itu tercermin dari hasil Survei Konsumen Bank Indonesia Balikpapan yang menunjukkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) masih berada pada level optimis sebesar 123,7, meski lebih rendah dibandingkan triwulan I 2026 yang mencapai 132,3. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, mengatakan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":35,"featured_media":193526,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[467],"tags":[],"class_list":["post-193518","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-balikpapan"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/193518","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/35"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=193518"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/193518\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":193639,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/193518\/revisions\/193639"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/193526"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=193518"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=193518"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=193518"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}