{"id":193553,"date":"2026-07-02T13:08:05","date_gmt":"2026-07-02T05:08:05","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=193553"},"modified":"2026-07-02T22:20:54","modified_gmt":"2026-07-02T14:20:54","slug":"ular-piton-8-meter-muncul-di-kapuas-hulu-anak-sapi-jadi-mangsa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/ular-piton-8-meter-muncul-di-kapuas-hulu-anak-sapi-jadi-mangsa\/","title":{"rendered":"Ular Piton 8 Meter Muncul di Kapuas Hulu, Anak Sapi Jadi Mangsa"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Seekor ular piton sepanjang 6 hingga 8 meter ditemukan memangsa anak sapi di tepian sungai Desa Piasak, Kecamatan Selimbau, Kapuas Hulu.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>KAPUAS HULU<\/strong> &#8211; Warga Desa Piasak, Kecamatan Selimbau, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), diminta meningkatkan kewaspadaan setelah seekor ular piton berukuran besar ditemukan memangsa anak sapi di tepian sungai, Selasa (30\/06\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ular piton yang diperkirakan memiliki panjang 6 hingga 8 meter dengan berat sekitar 100 kilogram itu menjadi perhatian warga karena ukurannya tidak biasa. Peristiwa tersebut membuat masyarakat setempat berbondong-bondong melihat langsung satwa liar tersebut setelah berhasil dilumpuhkan warga, sebagaimana diberitakan Tribun Pontianak, Kamis (02\/07\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Selimbau Hotasi Sinaga mengatakan, ular piton itu pertama kali diketahui warga bernama Hamdan saat sedang memangsa anak sapi di tepi sungai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Jadi ular piton itu sedang memakan anak sapi di tepian sungai, diketahui oleh warga setempat atasnama Hamdan, dan langsung di bunuh,&#8221; ujarnya kepada Tribun Pontianak, Kamis, 2 Juli 2026.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah dibunuh, ular piton tersebut dibawa ke perkampungan. Ukurannya yang besar membuat banyak warga datang untuk melihat dari dekat. Warga setempat mengaku baru pertama kali melihat ular piton sebesar itu di wilayah mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Saat ini menurut informasi warga, ular piton itu sudah dijual warga ke Kabupaten Sintang,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kapolsek Selimbau mengimbau masyarakat agar tidak bertindak sendiri ketika menemukan ular piton atau satwa liar berbahaya lainnya. Ia mengingatkan warga yang beraktivitas di kebun, ladang, hutan, atau kawasan aliran sungai agar lebih berhati-hati.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Apabila ingin menangkap atau membunuhnya, agar tidak sendiri, membawa kawan, supaya tidak berbahaya untuk diri sendiri,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut dia, habitat ular piton masih banyak ditemukan di kawasan hutan dan sekitar sungai. Karena itu, warga diminta mengutamakan keselamatan diri serta segera melapor kepada aparat atau pihak terkait apabila menemukan satwa liar yang berpotensi mengancam keselamatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ular piton dikenal sebagai satwa tidak berbisa, tetapi tetap berbahaya karena memiliki belitan kuat. Piton biasanya melumpuhkan mangsa dengan menggigit terlebih dahulu, lalu membelit tubuh mangsa hingga sulit bernapas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, ukuran tubuh yang besar membuat piton mampu memangsa hewan ternak seperti kambing, babi hutan, rusa, hingga anak sapi. Gigitan piton juga dapat menyebabkan luka robek, pendarahan, dan infeksi apabila tidak segera ditangani secara medis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Satwa ini juga dikenal sebagai predator penyergap. Piton kerap berdiam di tempat tersembunyi, lalu menyerang ketika mangsa berada dalam jarak dekat. Kondisi itu membuat warga yang beraktivitas pada sore hingga malam hari di sekitar kebun, ladang, hutan, atau sungai perlu lebih waspada.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan kejadian ini, masyarakat diharapkan tidak hanya menjaga ternak, tetapi juga meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan yang masih berdekatan dengan habitat satwa liar. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seekor ular piton sepanjang 6 hingga 8 meter ditemukan memangsa anak sapi di tepian sungai Desa Piasak, Kecamatan Selimbau, Kapuas Hulu. KAPUAS HULU &#8211; Warga Desa Piasak, Kecamatan Selimbau, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), diminta meningkatkan kewaspadaan setelah seekor ular piton berukuran besar ditemukan memangsa anak sapi di tepian sungai, Selasa (30\/06\/2026). Ular &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":193554,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2273,28],"tags":[39462,39467,39458,39464,4861,39463,188,39459,39461,5595,39460,39466,39465],"class_list":["post-193553","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kabupaten-kapuas-hulu-putussibau-provinsi-kalimantan-barat-kalbar","tag-anak-sapi-dimangsa-ular","tag-bahaya-ular-piton","tag-desa-piasak","tag-hotasi-sinaga","tag-kalimantan-barat","tag-kapolsek-selimbau","tag-kapuas-hulu","tag-kecamatan-selimbau","tag-piton-raksasa","tag-satwa-liar","tag-ular-piton","tag-ular-piton-8-meter","tag-warga-kapuas-hulu"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/193553","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=193553"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/193553\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":193564,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/193553\/revisions\/193564"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/193554"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=193553"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=193553"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=193553"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}