{"id":193603,"date":"2026-07-02T16:03:47","date_gmt":"2026-07-02T08:03:47","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=193603"},"modified":"2026-07-02T23:06:20","modified_gmt":"2026-07-02T15:06:20","slug":"kebakaran-lahan-di-bontang-nyaris-merembet-ke-permukiman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kebakaran-lahan-di-bontang-nyaris-merembet-ke-permukiman\/","title":{"rendered":"Kebakaran Lahan di Bontang Nyaris Merembet ke Permukiman"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Api yang diduga berasal dari pembakaran sampah merembet ke lahan kosong di Jalan Keladi dan nyaris meluas ke kawasan permukiman.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BONTANG<\/strong> &#8211; Kebiasaan membakar sampah sembarangan kembali memicu bahaya kebakaran lahan di Kota Bontang. Api yang muncul di lahan kosong Jalan Keladi, Rukun Tetangga (RT) 03, Kelurahan Gunung Elai, Kecamatan Bontang Utara, nyaris merembet ke kawasan permukiman pada Kamis (02\/07\/2026) petang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kebakaran terjadi tidak jauh dari Kantor Urusan Agama (KUA) Bontang Utara, sebagaimana diberitakan Klikkaltim, Kamis, (02\/07\/2026). Warga yang melihat kobaran api berupaya melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya sebelum akhirnya melapor ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah seorang warga setempat, Ary, mengatakan api pertama kali terlihat di area lahan kosong dekat KUA Bontang Utara. Warga sempat bergotong royong memadamkan api, tetapi kobaran justru semakin membesar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Karena ada yang bakar sampah dan tidak diawasi. Api lalu merembet ke tanah kosong,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Komandan Regu (Danru) Alpha Markas Komando (Mako) Disdamkartan Bontang Muhammad Ramli mengatakan laporan kebakaran diterima sekitar pukul 18.30 Waktu Indonesia Tengah (Wita). Setelah menerima laporan, petugas langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pemadaman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Ramli, api berhasil dikendalikan sebelum menjalar lebih luas ke area sekitar. Kecepatan laporan warga dan respons petugas menjadi faktor penting dalam mencegah kebakaran merembet ke permukiman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cUntungnya tidak menyebar luas dan kami langsung berhasil memadamkan api tersebut,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ramli mengimbau masyarakat tidak membakar sampah sembarangan, terutama di area lahan kosong yang dipenuhi material mudah terbakar. Ia mengingatkan, api kecil dapat berubah menjadi kebakaran besar apabila tidak diawasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKarena bisa membahayakan jika api tidak terkendali,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peristiwa ini menjadi pengingat bagi warga agar lebih disiplin dalam mengelola sampah dan tidak melakukan pembakaran terbuka. Kewaspadaan bersama diperlukan untuk mencegah kebakaran lahan, terutama di kawasan yang berdekatan dengan permukiman. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Api yang diduga berasal dari pembakaran sampah merembet ke lahan kosong di Jalan Keladi dan nyaris meluas ke kawasan permukiman. BONTANG &#8211; Kebiasaan membakar sampah sembarangan kembali memicu bahaya kebakaran lahan di Kota Bontang. Api yang muncul di lahan kosong Jalan Keladi, Rukun Tetangga (RT) 03, Kelurahan Gunung Elai, Kecamatan Bontang Utara, nyaris merembet ke &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":193605,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[475,7,26],"tags":[39551,16140,1743,21479,15912,17195,39544,39549,39546,39547,39548,39550,36807,39545],"class_list":["post-193603","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-bontang","category-breaking-news","category-kalimantan-timur-kaltim","tag-ary","tag-bakar-sampah","tag-bontang","tag-bontang-utara","tag-disdamkartan-bontang","tag-gunung-elai","tag-jalan-keladi","tag-kebakaran-dekat-permukiman","tag-kebakaran-lahan-bontang","tag-kua-bontang-utara","tag-lahan-kosong-terbakar","tag-muhammad-ramli","tag-pemadam-kebakaran-bontang","tag-rt-03-gunung-elai"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/193603","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=193603"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/193603\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":193611,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/193603\/revisions\/193611"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/193605"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=193603"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=193603"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=193603"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}