{"id":193995,"date":"2026-07-05T09:57:51","date_gmt":"2026-07-05T01:57:51","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=193995"},"modified":"2026-07-06T07:00:24","modified_gmt":"2026-07-05T23:00:24","slug":"bahaya-benang-layang-layang-petugas-sisir-jalan-di-pontianak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/bahaya-benang-layang-layang-petugas-sisir-jalan-di-pontianak\/","title":{"rendered":"Bahaya Benang Layang-Layang, Petugas Sisir Jalan di Pontianak"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Satpol PP Pontianak menyita tiga layang-layang dan dua gelondongan dalam penertiban untuk mencegah bahaya benang layang-layang bagi pengguna jalan dan masyarakat.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>PONTIANAK <\/strong>&#8211; Ancaman keselamatan akibat aktivitas layang-layang di ruang publik kembali menjadi perhatian Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pontianak. Petugas menyita tiga layang-layang dan dua gelondongan saat menertibkan aktivitas pembuatan, permainan, serta penjualan layang-layang beserta sarana pendukungnya pada Minggu sore.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penertiban itu dilakukan untuk mencegah potensi gangguan terhadap ketenteraman dan ketertiban umum, terutama risiko benang layang-layang berbahaya bagi pengguna jalan dan warga. Kegiatan berlangsung pada Minggu (05\/07\/2026), pukul 16.00 hingga 18.00 Waktu Indonesia Barat (WIB), sebagaimana dilansir Satpol PP Pontianak, Minggu, (05\/07\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Pontianak Ahmad Sudiyantoro mengatakan, penertiban tersebut mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Kota Pontianak Nomor 19 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Penertiban ini merupakan bagian dari upaya kami dalam menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif. Aktivitas bermain layang-layang, terutama yang menggunakan gelondongan atau benang berbahaya, berpotensi membahayakan pengguna jalan maupun masyarakat,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam kegiatan itu, Satpol PP Pontianak menurunkan 10 personel dan dibantu dua personel Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD). Tim menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi aktivitas layang-layang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Petugas mengamankan satu layang-layang di Jalan Komyos Sudarso, satu gelondongan di Jalan Tabrani Ahmad II, serta dua layang-layang dan satu gelondongan di kawasan Jalan Sidas, tepatnya di sekitar Hotel Mahkota.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Secara keseluruhan, petugas berhasil mengamankan tiga layang-layang dan dua gelondongan sebagai barang bukti hasil penertiban,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ahmad menegaskan, penertiban serupa akan dilakukan secara rutin sebagai langkah pencegahan terhadap pelanggaran yang dapat mengganggu keselamatan warga dan ketertiban umum.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kami mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar turut mengawasi anak-anaknya dan tidak bermain layang-layang di lokasi yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Satpol PP akan terus melakukan monitoring dan penertiban sesuai ketentuan yang berlaku,&#8221; tutupnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melalui penertiban tersebut, Pemkot Pontianak berharap warga lebih memperhatikan lokasi dan sarana bermain layang-layang agar tidak menimbulkan bahaya bagi diri sendiri maupun orang lain. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Satpol PP Pontianak menyita tiga layang-layang dan dua gelondongan dalam penertiban untuk mencegah bahaya benang layang-layang bagi pengguna jalan dan masyarakat. PONTIANAK &#8211; Ancaman keselamatan akibat aktivitas layang-layang di ruang publik kembali menjadi perhatian Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pontianak. Petugas menyita tiga layang-layang dan dua gelondongan saat menertibkan aktivitas pembuatan, permainan, serta &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":193997,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[7,2273,36],"tags":[32019,39932,5123,39933,39935,39934,20701,13373,26480,12565,32305,39936,12567,423],"class_list":["post-193995","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-breaking-news","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat-kalbar","tag-ahmad-sudiyantoro","tag-gelondongan-layang-layang","tag-hotel-mahkota","tag-jalan-komyos-sudarso","tag-jalan-sidas","tag-jalan-tabrani-ahmad-ii","tag-keselamatan-pengguna-jalan","tag-ketertiban-umum","tag-kota-pontianak","tag-layang-layang-pontianak","tag-penertiban-layang-layang","tag-perda-kota-pontianak-nomor-19-tahun-2021","tag-satpol-pp-pontianak","tag-tni-ad"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/193995","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=193995"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/193995\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":193999,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/193995\/revisions\/193999"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/193997"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=193995"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=193995"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=193995"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}