{"id":194103,"date":"2026-07-06T11:44:41","date_gmt":"2026-07-06T03:44:41","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=194103"},"modified":"2026-07-06T22:52:38","modified_gmt":"2026-07-06T14:52:38","slug":"sembilan-rumah-terdampak-kebakaran-di-gang-karya-mulia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/sembilan-rumah-terdampak-kebakaran-di-gang-karya-mulia\/","title":{"rendered":"Sembilan Rumah Terdampak Kebakaran di Gang Karya Mulia"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Kebakaran di Gang Karya Mulia, Kelurahan Alalak Tengah, merusak sembilan rumah dan menyulitkan pemadaman karena akses gang sempit serta pasokan air terbatas.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BANJARMASIN<\/strong> &#8211; Gang sempit dan surutnya air sungai menjadi kendala utama saat kebakaran melanda permukiman padat penduduk di Gang Karya Mulia, Rukun Tetangga (RT) 4, Kelurahan Alalak Tengah, Banjarmasin Utara, Senin (06\/07\/2026) sekitar pukul 10.00 Waktu Indonesia Tengah (Wita).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sedikitnya enam rumah rusak berat dan tiga rumah lainnya rusak ringan dalam peristiwa tersebut. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka, tetapi sejumlah warga kehilangan tempat tinggal setelah api cepat merembet ke bangunan sekitar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kebakaran terjadi ketika sebagian besar warga sedang beraktivitas, sebagaimana diberitakan Radar Banjarmasin, Senin (06\/07\/2026). Teriakan \u201ckebakaran\u201d membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah, sementara relawan pemadam kebakaran (damkar) berupaya menjinakkan api yang terus membesar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Upaya pemadaman tidak mudah karena akses menuju titik api berada di kawasan gang sempit. Kondisi tersebut menyulitkan mobil damkar menjangkau lokasi. Di sisi lain, air sungai yang sedang surut membuat pasokan air untuk pemadaman terbatas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Relawan akhirnya memanfaatkan beberapa sumur milik warga sebagai sumber air, meski air yang tersedia bercampur lumpur. Setelah proses pemadaman berlangsung cukup lama, api berhasil dipadamkan dan tidak sampai menimbulkan korban jiwa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jepri (25), warga yang tinggal sekitar lima meter dari titik api, mengaku terkejut saat mendengar teriakan warga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Saya langsung keluar rumah. Rumah yang terbakar dihuni Siti Hawa (65) bersama beberapa anaknya, tetapi saat kejadian sepertinya tidak ada penghuni di dalam rumah,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jepri mengatakan, dirinya bersama warga sempat berupaya memadamkan api menggunakan ember dan peralatan seadanya. Namun, kobaran api telanjur membesar sehingga tidak lagi bisa dikendalikan secara manual.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Saya keluar api sudah besar. Saya sempat melihat pemilik rumah dan cucunya berhasil keluar saat rumah mulai terbakar,&#8221; tuturnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kencangnya tiupan angin ke arah utara membuat api cepat menjalar ke bangunan di sekitar titik kebakaran. Rumah Jepri juga sempat terdampak, tetapi kerusakan tidak meluas setelah relawan damkar segera melakukan penyiraman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Rumah kami sempat ikut terbakar, tetapi berkat relawan damkar yang cepat menyiram, kerusakannya tidak terlalu parah. Hanya bagian dinding yang rusak,&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seusai api padam, petugas Taruna Siaga Bencana (Tagana), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Kelurahan Alalak Tengah langsung melakukan pendataan terhadap rumah-rumah yang terdampak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketua RT 4, Sugiannor, mengatakan hasil pendataan sementara mencatat enam rumah rusak berat dan tiga rumah rusak ringan. Pendataan masih berlanjut untuk memastikan jumlah warga terdampak dan kebutuhan bantuan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ada enam rumah rusak berat dan tiga rumah rusak ringan. Pendataan masih terus kami lakukan,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan kepolisian. Sugiannor menambahkan, salah seorang pemilik rumah yang terbakar diketahui bekerja sebagai pembelah kayu dan baru mengetahui rumahnya hangus setelah api membesar. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan warga, ketersediaan sumber air, dan akses pemadaman yang memadai di kawasan permukiman padat. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kebakaran di Gang Karya Mulia, Kelurahan Alalak Tengah, merusak sembilan rumah dan menyulitkan pemadaman karena akses gang sempit serta pasokan air terbatas. BANJARMASIN &#8211; Gang sempit dan surutnya air sungai menjadi kendala utama saat kebakaran melanda permukiman padat penduduk di Gang Karya Mulia, Rukun Tetangga (RT) 4, Kelurahan Alalak Tengah, Banjarmasin Utara, Senin (06\/07\/2026) sekitar &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":194105,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2275,19,2276],"tags":[40084,7964,15636,1498,40085,11898,40087,13300,5529,16794,25039,40086,40088,40089,5184],"class_list":["post-194103","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-banjarmasin-provinsi-kalimantan-selatan","category-hotnews","category-kalimantan-selatan-kalsel","tag-alalak-tengah","tag-banjarmasin","tag-banjarmasin-utara","tag-bpbd","tag-gang-karya-mulia","tag-jepri","tag-kebakaran-alalak-tengah","tag-kebakaran-banjarmasin","tag-pemadam-kebakaran","tag-permukiman-padat","tag-relawan-damkar","tag-rt-4","tag-rumah-rusak-berat","tag-sugiannor","tag-tagana"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/194103","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=194103"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/194103\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":194112,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/194103\/revisions\/194112"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/194105"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=194103"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=194103"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=194103"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}