{"id":194136,"date":"2026-07-06T13:39:58","date_gmt":"2026-07-06T05:39:58","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=194136"},"modified":"2026-07-07T02:57:07","modified_gmt":"2026-07-06T18:57:07","slug":"nelayan-maratua-tewas-diterkam-buaya-saat-cari-kerang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/nelayan-maratua-tewas-diterkam-buaya-saat-cari-kerang\/","title":{"rendered":"Nelayan Maratua Tewas Diterkam Buaya Saat Cari Kerang"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Seorang nelayan asal Kampung Teluk Harapan meninggal dunia setelah diterkam buaya saat mencari kerang di Danau Kuku, Kecamatan Maratua.<\/em><br \/>\n<strong><br \/>\nBERAU <\/strong>&#8211; Warga dan nelayan di Kecamatan Maratua, Kabupaten Berau, diminta meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di danau maupun muara setelah Saifuddin, nelayan asal Kampung Teluk Harapan, meninggal dunia akibat diterkam buaya saat mencari kerang bersama istrinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Insiden itu terjadi di Danau Kuku atau Danau Banban, Kampung Teluk Harapan, Kecamatan Maratua, Sabtu (04\/07\/2026) sekitar pukul 14.00 Waktu Indonesia Tengah (Wita). Korban yang berusia 40 tahun saat itu sedang menyelam untuk mengumpulkan kerang lokal yang biasa dijual kembali guna memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Berau melalui Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Berau, Suradi, sebagaimana diberitakan Polres Berau, Minggu, (05\/07\/2026), mengatakan korban berangkat ke danau bersama istrinya, Rati, sekitar pukul 13.00 Wita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setibanya di lokasi, Saifuddin langsung menyelam, sementara Rati menunggu di tepi danau. Pada dua penyelaman awal, aktivitas itu masih berjalan aman. Rati kemudian sempat mengajak suaminya menyudahi pencarian kerang dan pulang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cNamun, korban meminta izin untuk menyelam satu kali terakhir sebelum mereka beranjak pulang. Naas, pada penyelaman ketiga itulah musibah terjadi. Korban tiba-tiba diterkam oleh seekor buaya dan sempat berteriak histeris meminta pertolongan,\u201d ujar AKP Suradi, Minggu (05\/07\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mendengar teriakan korban, Rati bergegas menuju danau dan berusaha mendekat untuk menolong suaminya. Namun, pergerakan buaya yang cepat membuat tangan korban gagal diraih.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Korban kemudian diseret ke bagian tengah danau. Ia sempat terlihat muncul dua kali ke permukaan air sebelum akhirnya hilang dan tenggelam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam kondisi panik, Rati berlari ke perkampungan terdekat untuk meminta bantuan warga. Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti personel Kepolisian Sektor (Polsek) Maratua dengan berkoordinasi bersama jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) setempat dan masyarakat untuk melakukan pencarian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah penyisiran selama beberapa jam, tim gabungan menemukan korban sekitar pukul 17.11 Wita. Jenazah ditemukan dalam radius sekitar 500 meter ke arah timur dari titik awal kejadian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dua saksi, yakni Kisman dan anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) Akbar Ainur, menjadi pihak yang pertama kali menemukan jasad korban saat proses evakuasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Polsek Maratua kemudian mengevakuasi jenazah, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta mengumpulkan keterangan saksi. Berdasarkan hasil koordinasi, keluarga korban menolak tindakan visum maupun otopsi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKeluarga korban telah menerima kejadian ini dengan ikhlas dan menganggapnya sebagai murni musibah. Kami dari pihak kepolisian telah memfasilitasi pembuatan surat pernyataan penolakan visum dan otopsi atas permintaan keluarga. Jenazah korban juga langsung dikebumikan pada malam hari setelah berhasil dievakuasi,\u201d tambah AKP Suradi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Polres Berau mengimbau masyarakat, terutama nelayan dan warga Maratua, agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan perairan yang berpotensi menjadi habitat satwa liar. Kewaspadaan dinilai penting untuk mencegah peristiwa serupa kembali terjadi. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seorang nelayan asal Kampung Teluk Harapan meninggal dunia setelah diterkam buaya saat mencari kerang di Danau Kuku, Kecamatan Maratua. BERAU &#8211; Warga dan nelayan di Kecamatan Maratua, Kabupaten Berau, diminta meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di danau maupun muara setelah Saifuddin, nelayan asal Kampung Teluk Harapan, meninggal dunia akibat diterkam buaya saat mencari kerang bersama istrinya. &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":194140,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[478,19,26],"tags":[82,40122,40120,40119,40118,40126,35659,9891,40121,15222,40123,40125,40124,5595,36533],"class_list":["post-194136","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kabupaten-berau","category-hotnews","category-kalimantan-timur-kaltim","tag-berau","tag-buaya-maratua","tag-danau-banban","tag-danau-kuku","tag-kampung-teluk-harapan","tag-kecelakaan-nelayan","tag-keselamatan-nelayan","tag-maratua","tag-nelayan-diterkam-buaya","tag-polres-berau","tag-polsek-maratua","tag-rati","tag-saifuddin","tag-satwa-liar","tag-suradi"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/194136","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=194136"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/194136\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":194146,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/194136\/revisions\/194146"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/194140"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=194136"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=194136"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=194136"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}