{"id":194293,"date":"2026-07-07T21:17:09","date_gmt":"2026-07-07T13:17:09","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=194293"},"modified":"2026-07-08T01:25:50","modified_gmt":"2026-07-07T17:25:50","slug":"pemkab-berau-dorong-pengelolaan-sampah-untuk-tekan-stunting","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pemkab-berau-dorong-pengelolaan-sampah-untuk-tekan-stunting\/","title":{"rendered":"Pemkab Berau Dorong Pengelolaan Sampah untuk Tekan Stunting"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Pemkab Berau menilai pengelolaan sampah, sanitasi sehat, dan perubahan perilaku masyarakat menjadi bagian penting dalam mempercepat penurunan angka stunting.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BERAU\u00a0<\/strong>&#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat sebagai bagian dari strategi mempercepat penurunan angka stunting, karena persoalan tumbuh kembang anak tidak hanya berkaitan dengan gizi, tetapi juga dipengaruhi kualitas lingkungan dan sanitasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dorongan itu mengemuka dalam kegiatan Orientasi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat sebagai Strategi Mendukung Percepatan Penurunan Stunting yang digelar di Grand Ballroom Hotel Mercure Berau, Selasa (07\/07\/2026). Kegiatan tersebut dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Berau, Muhammad Said.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kegiatan yang dilaksanakan secara luring dan daring itu diikuti 60 peserta dari berbagai unsur terkait. Orientasi tersebut juga dihadiri Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Berau, Sri Aslinda Gamalis, serta menghadirkan narasumber Anwar Mallongi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin Makassar, sebagaimana diwartakan Pemkab Berau, Selasa, (07\/07\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Berau, Lamlai Sarie, mengatakan persoalan stunting tidak bisa hanya dilihat dari aspek pemenuhan gizi. Menurutnya, lingkungan yang sehat, sanitasi layak, dan pengelolaan sampah yang baik menjadi bagian penting dalam pencegahan stunting.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Pengelolaan sampah dapat dilakukan melalui penerapan sanitasi yang sehat dan pengelolaan sampah yang baik. Lingkungan yang bersih akan mendukung kesehatan masyarakat, terutama bagi ibu dan anak,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, Sekda Berau Muhammad Said menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan kepada masyarakat, terutama dalam mengelola sampah rumah tangga. Ia menilai perubahan perilaku menjadi kunci agar kebersihan lingkungan dapat terjaga secara konsisten.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Masyarakat sangat perlu diedukasi mengenai pengelolaan sampah, terutama sampah rumah tangga. Edukasi yang berkelanjutan harus terus dilakukan agar masyarakat memiliki kesadaran dan kebiasaan mengelola sampah dengan benar,&#8221; kata Muhammad Said.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurutnya, pengelolaan sampah yang benar tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Lingkungan yang bersih dapat menekan risiko penyakit yang berpotensi memengaruhi kesehatan ibu dan tumbuh kembang anak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melalui orientasi ini, Pemkab Berau berharap peserta dapat menjadi agen edukasi di lingkungan masing-masing. Dengan begitu, pengelolaan sampah berbasis masyarakat dapat berjalan lebih optimal dan menjadi gerakan bersama dalam mempercepat penurunan angka stunting di Berau. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemkab Berau menilai pengelolaan sampah, sanitasi sehat, dan perubahan perilaku masyarakat menjadi bagian penting dalam mempercepat penurunan angka stunting. BERAU\u00a0&#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat sebagai bagian dari strategi mempercepat penurunan angka stunting, karena persoalan tumbuh kembang anak tidak hanya berkaitan dengan gizi, tetapi juga dipengaruhi kualitas lingkungan dan sanitasi. Dorongan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":194300,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[478,17,26],"tags":[40320,82,16632,21791,40319,23530,15790,15395,19406,40322,13541,40318,40323,9680,29484,40321],"class_list":["post-194293","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kabupaten-berau","category-headlines","category-kalimantan-timur-kaltim","tag-anwar-mallongi","tag-berau","tag-dinkes-berau","tag-kesehatan-lingkungan","tag-lamlai-sarie","tag-muhammad-said","tag-pemkab-berau","tag-pengelolaan-sampah","tag-sampah-rumah-tangga","tag-sanitasi-sehat","tag-sekda-berau","tag-sri-aslinda-gamalis","tag-stunting-berau","tag-tanjung-redeb","tag-tp-pkk-berau","tag-universitas-hasanuddin-makassar"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/194293","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=194293"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/194293\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":194304,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/194293\/revisions\/194304"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/194300"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=194293"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=194293"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=194293"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}