{"id":194329,"date":"2026-07-07T20:58:39","date_gmt":"2026-07-07T12:58:39","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=194329"},"modified":"2026-07-08T02:01:04","modified_gmt":"2026-07-07T18:01:04","slug":"bocah-9-tahun-di-bekasi-terkena-peluru-nyasar-saat-bermain","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/bocah-9-tahun-di-bekasi-terkena-peluru-nyasar-saat-bermain\/","title":{"rendered":"Bocah 9 Tahun di Bekasi Terkena Peluru Nyasar Saat Bermain"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Seorang anak perempuan berusia 9 tahun di Desa Lubang Buaya, Kecamatan Setu, Bekasi, terkena peluru nyasar saat bermain dan kini polisi masih menelusuri asal proyektil tersebut.<\/em><b><\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>JAWA BARAT<\/strong> &#8211; Keselamatan anak di lingkungan permukiman menjadi sorotan setelah seorang anak perempuan berinisial A, 9 tahun, terkena peluru nyasar saat bermain bersama teman-temannya di Desa Lubang Buaya, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (Jabar), Minggu, 5 Juli 2026.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Korban mengalami luka di bagian dada setelah tiba-tiba merasa terkena sesuatu saat bermain. Peristiwa itu kini diselidiki Kepolisian Sektor (Polsek) Setu untuk menelusuri asal proyektil yang diduga berasal dari senapan angin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Setu, Usep Aramsyah, mengatakan peristiwa itu bermula ketika korban sedang bermain bersama teman-temannya di sekitar lokasi kejadian, sebagaimana diberitakan Cnn Indonesia, Selasa, (07\/07\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Korban sedang bermain dengan teman-temannya, tiba-tiba merasa terkena sesuatu di bagian dadanya dan terasa sakit,&#8221; kata Usep saat dihubungi, Selasa, 7 Juli 2026.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah korban mengeluh sakit, teman-temannya berteriak meminta pertolongan. Warga sekitar kemudian membawa korban ke klinik sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Fatmawati Jakarta untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Korban saat ini masih dirawat untuk pemulihan di RS Fatmawati Jakarta dan kondisinya sudah stabil,&#8221; ucap Usep.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Usep menyampaikan, polisi masih mendalami insiden peluru nyasar tersebut. Penyidik telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta meminta keterangan sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Masih proses penyelidikan saat sekarang ini sedang melakukan interogasi\/permintaan keterangan terhadap saksi saksi yang berada di sekitar TKP,&#8221; tutur dia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam penyelidikan itu, polisi juga menyita barang bukti berupa satu butir proyektil yang mengenai korban. Barang bukti tersebut akan menjadi bagian penting untuk memastikan jenis benda, arah tembakan, serta kemungkinan sumbernya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;(Barang bukti) diduga satu butir proyektil senapan angin,&#8221; kata dia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan senapan angin atau alat sejenis, terutama di kawasan padat permukiman. Polisi diharapkan segera mengungkap sumber proyektil agar kejadian serupa tidak kembali membahayakan warga, khususnya anak-anak. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seorang anak perempuan berusia 9 tahun di Desa Lubang Buaya, Kecamatan Setu, Bekasi, terkena peluru nyasar saat bermain dan kini polisi masih menelusuri asal proyektil tersebut. JAWA BARAT &#8211; Keselamatan anak di lingkungan permukiman menjadi sorotan setelah seorang anak perempuan berinisial A, 9 tahun, terkena peluru nyasar saat bermain bersama teman-temannya di Desa Lubang Buaya, &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":194331,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,9359,35],"tags":[40379,7744,40378,8649,18818,38316,6415,40380,40383,40382,18082,40377,40381],"class_list":["post-194329","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-jawa-barat","category-berita-nasional","tag-anak-terkena-peluru","tag-bekasi","tag-desa-lubang-buaya","tag-jawa-barat","tag-keselamatan-anak","tag-kriminal-bekasi","tag-peluru-nyasar","tag-polsek-setu","tag-proyektil-senapan-angin","tag-rs-fatmawati-jakarta","tag-senapan-angin","tag-setu","tag-usep-aramsyah"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/194329","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=194329"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/194329\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":194338,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/194329\/revisions\/194338"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/194331"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=194329"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=194329"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=194329"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}