{"id":194487,"date":"2026-07-08T13:54:01","date_gmt":"2026-07-08T05:54:01","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=194487"},"modified":"2026-07-08T13:55:16","modified_gmt":"2026-07-08T05:55:16","slug":"penembakan-ibu-hamil-di-intan-jaya-masih-ditangani-aparat-tim-khusus-belum-dibentuk","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/penembakan-ibu-hamil-di-intan-jaya-masih-ditangani-aparat-tim-khusus-belum-dibentuk\/","title":{"rendered":"Penembakan Ibu Hamil di Intan Jaya Masih Ditangani Aparat, Tim Khusus Belum Dibentuk"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Kementerian HAM memutuskan belum membentuk tim investigasi kasus penembakan di Papua karena proses penyelidikan oleh aparat penegak hukum dinilai masih berjalan secara menyeluruh.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>JAKARTA<\/strong> &#8211; Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) memutuskan belum membentuk tim investigasi untuk mengusut sejumlah insiden penembakan di Papua, termasuk kasus penembakan seorang ibu hamil di Kabupaten Intan Jaya. Keputusan tersebut diambil setelah berkoordinasi dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang menyatakan penanganan perkara masih berjalan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Wakil Menteri (Wamen) HAM, Mugiyanto, mengatakan semula Kementerian HAM mempertimbangkan pembentukan tim investigasi. Namun, langkah tersebut dinilai belum diperlukan karena proses penyelidikan telah dilakukan oleh aparat penegak hukum.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Sebetulnya ya, sebelumnya kami memikirkan pembentukan tim investigasi diperlukan. Tapi tadi Pak Astamaops, Pak Fadil sudah menjelaskan bahwa proses tersebut sedang ditangani ya secara menyeluruh, sehingga menjadi belum ada kebutuhan untuk membentuk tim penyelidikan, tim investigasi,&#8221; kata Mugiyanto, sebagaimana dilansir CNN Indonesia, Rabu (08\/07\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada kesempatan yang sama, Asisten Utama Operasi (Astamaops) Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Fadil Imran, menyampaikan bahwa kasus penembakan terhadap ibu hamil tersebut sedang diselidiki oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI). Selain itu, TNI dan Polri juga telah mengidentifikasi pelaku penembakan terhadap pilot AMA AIR di Papua.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kolaborasi antara TNI-Polri di lapangan dalam konteks penegakan hukum untuk mengidentifikasi pelakunya itu sudah berjalan dengan baik. Saya kira tidak perlu, jadi tim dari Satgas Operasi Damai Cartenz, Satgas Gakkum sudah bekerja, tinggal koordinasi di lapangan teknis bagaimana untuk menemukan tersangkanya,&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebelumnya, Komando Operasi (Koops) TNI Habema menjelaskan kronologi penembakan terhadap ibu hamil bernama Melkiana Dwitau di Kampung Wandoga, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya. Berdasarkan hasil analisis lapangan, tembakan diduga berasal dari kelompok bersenjata yang dipimpin Peles Tigau dari tiga titik berbeda dalam rentang waktu sekitar 15 menit.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Penerangan (Kapen) Koops TNI Habema, M. Wirya Arthadiguna, mengatakan personel Satuan Tugas (Satgas) TNI tidak melakukan tembakan balasan karena kondisi hujan, kabut tebal, dan jarak pandang yang terbatas sehingga personel memilih berlindung untuk menghindari risiko terhadap masyarakat sipil.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kondisi hujan, kabut tebal, dan jarak pandang yang sangat terbatas membuat personel memilih menempati posisi perlindungan (<em>stelling<\/em>) sambil memantau situasi, guna menghindari risiko terhadap masyarakat sipil,&#8221; kata Wirya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Koops TNI Habema juga menyebut hasil analisis spasial menunjukkan posisi sumber tembakan berada sekitar 900 hingga 1.500 meter dari lokasi kejadian, sedangkan posisi korban berjarak sekitar 321 meter dari titik tembakan pertama. Analisis tersebut menjadi bagian dari pendalaman penyelidikan yang masih berlangsung. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi08<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kementerian HAM memutuskan belum membentuk tim investigasi kasus penembakan di Papua karena proses penyelidikan oleh aparat penegak hukum dinilai masih berjalan secara menyeluruh. JAKARTA &#8211; Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) memutuskan belum membentuk tim investigasi untuk mengusut sejumlah insiden penembakan di Papua, termasuk kasus penembakan seorang ibu hamil di Kabupaten Intan Jaya. Keputusan tersebut diambil &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":85,"featured_media":194488,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[9295,481,35],"tags":[40552,27509,40548,37834,40550,37835,6079,40549,5781,40551,1792],"class_list":["post-194487","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-jakarta","category-kasus","category-berita-nasional","tag-ama-air","tag-fadil-imran","tag-intan-jaya","tag-kementerian-ham","tag-koops-tni-habema","tag-mugiyanto","tag-papua","tag-penembakan-ibu-hamil","tag-polri","tag-satgas-operasi-damai-cartenz","tag-tni"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/194487","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/85"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=194487"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/194487\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":194490,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/194487\/revisions\/194490"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/194488"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=194487"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=194487"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=194487"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}