{"id":194587,"date":"2026-07-08T15:59:28","date_gmt":"2026-07-08T07:59:28","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=194587"},"modified":"2026-07-09T02:12:02","modified_gmt":"2026-07-08T18:12:02","slug":"lingkungan-bersih-jadi-kunci-berau-perkuat-edukasi-cegah-stunting","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/lingkungan-bersih-jadi-kunci-berau-perkuat-edukasi-cegah-stunting\/","title":{"rendered":"Lingkungan Bersih Jadi Kunci, Berau Perkuat Edukasi Cegah Stunting"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Pemkab Berau mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat sebagai bagian dari strategi menciptakan lingkungan sehat dan mempercepat penurunan angka stunting.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BERAU<\/strong> &#8211; Pengelolaan sampah rumah tangga dinilai menjadi salah satu kunci penting dalam menciptakan lingkungan sehat sekaligus mendukung percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Berau (Berau).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pesan itu mengemuka dalam Orientasi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat sebagai Strategi Mendukung Percepatan Penurunan Stunting yang dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Berau Muhammad Said di Grand Ballroom Hotel Mercure Berau, Tanjung Redeb, Selasa (07\/07\/2026), sebagaimana dilansir Sumber Berita, Selasa, (07\/07\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kegiatan yang digelar secara luring dan daring itu diikuti 60 peserta dari berbagai unsur terkait. Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Berau Sri Aslinda Gamalis turut hadir dalam kegiatan tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Orientasi itu menghadirkan Anwar Mallongi, dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin Makassar, sebagai narasumber. Kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman peserta bahwa persoalan stunting tidak hanya berkaitan dengan asupan gizi, tetapi juga dipengaruhi kondisi lingkungan, sanitasi, dan kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Berau Lamlai Sarie mengatakan, lingkungan bersih menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan ibu dan anak. Karena itu, sanitasi yang layak dan pengelolaan sampah yang baik perlu menjadi bagian dari strategi pencegahan stunting.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Pengelolaan sampah dapat dilakukan melalui penerapan sanitasi yang sehat dan pengelolaan sampah yang baik. Lingkungan yang bersih akan mendukung kesehatan masyarakat, terutama bagi ibu dan anak,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, Sekda Berau Muhammad Said menegaskan pentingnya edukasi berkelanjutan kepada masyarakat, terutama dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Menurut dia, perubahan perilaku menjadi faktor utama untuk membangun lingkungan yang bersih dan sehat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Masyarakat sangat perlu diedukasi mengenai pengelolaan sampah, terutama sampah rumah tangga. Edukasi yang berkelanjutan harus terus dilakukan agar masyarakat memiliki kesadaran dan kebiasaan mengelola sampah dengan benar,&#8221; kata Muhammad Said.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menambahkan, pengelolaan sampah yang baik tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Lingkungan yang bersih dapat menekan risiko penyebaran penyakit yang berpotensi memengaruhi tumbuh kembang anak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melalui orientasi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau berharap peserta dapat menjadi agen edukasi di lingkungan masing-masing. Dengan begitu, pengelolaan sampah berbasis masyarakat dapat berjalan lebih optimal dan menjadi bagian dari strategi bersama mempercepat penurunan stunting di Berau. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemkab Berau mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat sebagai bagian dari strategi menciptakan lingkungan sehat dan mempercepat penurunan angka stunting. BERAU &#8211; Pengelolaan sampah rumah tangga dinilai menjadi salah satu kunci penting dalam menciptakan lingkungan sehat sekaligus mendukung percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Berau (Berau). Pesan itu mengemuka dalam Orientasi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat sebagai &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":194594,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[478,17,26],"tags":[16632,40319,23530,15790,6313,15395,40681,19406,40322,13541,40318,9680,29484,40321],"class_list":["post-194587","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kabupaten-berau","category-headlines","category-kalimantan-timur-kaltim","tag-dinkes-berau","tag-lamlai-sarie","tag-muhammad-said","tag-pemkab-berau","tag-pencegahan-stunting","tag-pengelolaan-sampah","tag-penurunan-stunting-berau","tag-sampah-rumah-tangga","tag-sanitasi-sehat","tag-sekda-berau","tag-sri-aslinda-gamalis","tag-tanjung-redeb","tag-tp-pkk-berau","tag-universitas-hasanuddin-makassar"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/194587","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=194587"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/194587\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":194599,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/194587\/revisions\/194599"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/194594"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=194587"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=194587"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=194587"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}