{"id":194621,"date":"2026-07-09T15:29:02","date_gmt":"2026-07-09T07:29:02","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=194621"},"modified":"2026-07-09T15:33:30","modified_gmt":"2026-07-09T07:33:30","slug":"akpsi-dorong-hilirisasi-sawit-minta-5-persen-harga-tbs-untuk-daerah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/akpsi-dorong-hilirisasi-sawit-minta-5-persen-harga-tbs-untuk-daerah\/","title":{"rendered":"AKPSI Dorong Hilirisasi Sawit, Minta 5 Persen Harga TBS untuk Daerah"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>AKPSI mendorong hilirisasi industri sawit, perbaikan DBH, penguatan CSR, serta pemberian porsi 5 persen dari harga TBS sebagai sumber PAD bagi daerah penghasil.<\/em><br \/>\n<strong><br \/>\nJAKARTA <\/strong>&#8211; Asosiasi Kabupaten Penghasil Sawit Indonesia (AKPSI) mendorong penguatan hilirisasi industri sawit dan pembagian manfaat ekonomi yang lebih adil bagi daerah penghasil. Komitmen itu disampaikan dalam Workshop AKPSI dan Sawit Expo 2026 bertema &#8220;Sawit untuk Rakyat&#8221; di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (07\/07\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pejabat pemerintah, pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta pemangku kepentingan sektor kelapa sawit. Mereka di antaranya Staf Ahli Kementerian Investasi, Kepala Sekretariat Dewan Energi Nasional (DEN), Direktur Keuangan (Dirkeu) Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Direktur Utama (Dirut) Agrinas Palma, Dirut PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV, Direktur Penanaman Sawit Kementerian Pertanian (Kementan), serta para bupati dari kabupaten penghasil sawit yang tergabung dalam AKPSI.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-194760\" src=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/6231222567352078662.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"466\" srcset=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/6231222567352078662.jpg 1280w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/6231222567352078662-300x200.jpg 300w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/6231222567352078662-1024x682.jpg 1024w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/6231222567352078662-768x512.jpg 768w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/6231222567352078662-310x205.jpg 310w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/>Ketua Umum (Ketum) AKPSI sekaligus Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, mengatakan kelapa sawit tidak boleh dipandang hanya sebagai komoditas ekspor. Menurut dia, sawit juga harus menjadi penggerak pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">AKPSI menilai kebijakan pemerintah menjadikan hilirisasi sebagai program prioritas nasional merupakan langkah strategis. Kebijakan itu dinilai penting agar Indonesia tidak hanya mengekspor bahan baku, tetapi juga menghasilkan produk bernilai tambah tinggi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Program pengembangan biodiesel B50 menjadi salah satu contoh nyata bagaimana sawit dapat menjadi pilar penting dalam mewujudkan ketahanan dan kemandirian energi nasional. Hilirisasi sawit tidak hanya memperkuat ketahanan energi, tetapi juga meningkatkan nilai tambah, memperluas kesempatan kerja, serta memperkuat perekonomian daerah,&#8221; ujar Mudyat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">AKPSI juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia (RI) atas komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor kelapa sawit sebagai komoditas strategis nasional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut AKPSI, di bawah kepemimpinan Presiden, sawit tidak lagi dipandang semata sebagai penghasil devisa. Sawit juga menjadi instrumen penting untuk memperkuat ketahanan energi, mendorong hilirisasi industri, dan menopang perekonomian nasional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mudyat menegaskan, sawit merupakan sektor yang menyangkut kehidupan masyarakat luas. Karena itu, pembangunan industri sawit harus memberikan manfaat langsung bagi petani dan daerah penghasil.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Bagi kami, sawit bukan hanya berbicara mengenai angka produksi ataupun nilai ekspor. Sawit adalah tentang kesejahteraan petani, pertumbuhan ekonomi daerah, pembangunan wilayah, dan yang terpenting memberikan manfaat nyata bagi rakyat. Inilah makna tema yang kita usung hari ini, &#8216;Sawit untuk Rakyat&#8217;,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam workshop tersebut, AKPSI menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis yang akan disampaikan kepada pemerintah pusat. Salah satu usulan utama ialah pemberian porsi 5 persen dari harga tandan buah segar (TBS) sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi kabupaten penghasil sawit.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, AKPSI mendorong pemerintah memperbaiki skema Dana Bagi Hasil (DBH) sawit agar lebih adil bagi daerah penghasil. AKPSI juga meminta program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) pabrik kelapa sawit memberi manfaat lebih besar bagi masyarakat di sekitar wilayah perkebunan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">AKPSI turut mendorong kepastian penyediaan lahan 20 persen dari Hak Guna Usaha (HGU) untuk dikelola masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu, AKPSI meminta pemerintah menciptakan iklim investasi yang kondusif guna mempercepat hilirisasi industri sawit.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">AKPSI juga mendorong pengembangan industri hilir diprioritaskan di daerah penghasil sawit. Dengan begitu, nilai tambah, kesempatan kerja, dan pertumbuhan ekonomi dapat dinikmati langsung oleh masyarakat setempat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melalui Workshop AKPSI dan Sawit Expo 2026, AKPSI berharap rekomendasi yang dihasilkan mampu memperkuat sinergi pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam membangun industri sawit nasional yang lebih maju, berdaya saing, berkelanjutan, serta berpihak pada kesejahteraan rakyat. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis: Subur Priono | Penyunting: Nursiah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>AKPSI mendorong hilirisasi industri sawit, perbaikan DBH, penguatan CSR, serta pemberian porsi 5 persen dari harga TBS sebagai sumber PAD bagi daerah penghasil. JAKARTA &#8211; Asosiasi Kabupaten Penghasil Sawit Indonesia (AKPSI) mendorong penguatan hilirisasi industri sawit dan pembagian manfaat ekonomi yang lebih adil bagi daerah penghasil. Komitmen itu disampaikan dalam Workshop AKPSI dan Sawit Expo &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":39,"featured_media":194759,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,26,482],"tags":[14940,21757,1419,40853,21759,6337,11850,16430,40855,16431,4589,40854,9516,923,40851,40852,897],"class_list":["post-194621","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kabupaten-penajam-paser-utara-ppu","tag-akpsi","tag-biodiesel-b50","tag-bupati-ppu","tag-csr-pabrik-sawit","tag-daerah-penghasil-sawit","tag-dbh-sawit","tag-hgu","tag-hilirisasi-sawit","tag-hotel-bidakara","tag-industri-sawit","tag-jakarta","tag-kelapa-sawit-indonesia","tag-mudyat-noor","tag-pad","tag-sawit-expo-2026","tag-sawit-untuk-rakyat","tag-tbs"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/194621","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/39"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=194621"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/194621\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":194762,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/194621\/revisions\/194762"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/194759"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=194621"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=194621"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=194621"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}