{"id":194767,"date":"2026-07-09T19:00:10","date_gmt":"2026-07-09T11:00:10","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=194767"},"modified":"2026-07-09T19:00:51","modified_gmt":"2026-07-09T11:00:51","slug":"disporapar-paser-dorong-izin-tempat-hiburan-diperketat-lewat-raperda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/disporapar-paser-dorong-izin-tempat-hiburan-diperketat-lewat-raperda\/","title":{"rendered":"Disporapar Paser Dorong Izin Tempat Hiburan Diperketat Lewat Raperda"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Disporapar Paser menilai rekomendasi teknis diperlukan agar penerbitan izin tempat hiburan dan rekreasi tidak hanya melalui OSS, tetapi juga melalui verifikasi lapangan dari dinas terkait.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>PASER<\/strong> &#8211; Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Paser mendorong adanya rekomendasi teknis dalam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penataan dan Pengendalian Tempat Hiburan dan Rekreasi. Usulan itu dinilai penting untuk memperkuat pengawasan, tata kelola, serta pengendalian usaha pariwisata berbasis risiko di Paser.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata Disporapar Paser, Khairuddin, mengatakan rekomendasi teknis diperlukan agar penerbitan izin usaha pariwisata tidak hanya mengandalkan sistem Online Single Submission (OSS), tetapi juga melalui verifikasi dari instansi teknis.<\/p>\n<figure id=\"attachment_194768\" aria-describedby=\"caption-attachment-194768\" style=\"width: 700px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-194768\" src=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG-20260709-WA0014-scaled.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"394\" srcset=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG-20260709-WA0014-scaled.jpg 2560w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG-20260709-WA0014-300x169.jpg 300w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG-20260709-WA0014-1024x577.jpg 1024w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG-20260709-WA0014-768x432.jpg 768w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG-20260709-WA0014-1536x865.jpg 1536w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG-20260709-WA0014-2048x1153.jpg 2048w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-194768\" class=\"wp-caption-text\">Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata Disporapar Paser, Khairuddin<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Jadi harus mengatur standar usaha pada penyelenggaraan perizinan sebagaimana di atur dalam Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 6 Tahun 2025, itu terkait dengan pengawasan dan tata kelola usaha pariwisata berbasis risiko,&#8221; ujar Khairuddin, Kamis (09\/07\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Khairuddin, penerbitan izin usaha pariwisata memerlukan keterlibatan dinas teknis agar pemerintah daerah dapat memastikan jenis usaha, lokasi, klasifikasi risiko, dan pemenuhan persyaratan di lapangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kami berharap untuk pengendalian dan penataan hiburan dan rekreasi ini memang perlu ada selain perizinan, mestinya ada rekomendasi teknis dari dinas terkait. Itu yang paling utama,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menjelaskan, selama ini sejumlah usaha pariwisata dapat berdiri tanpa sepengetahuan Disporapar Paser karena tidak adanya mekanisme rekomendasi teknis. Kondisi tersebut membuat koordinasi dengan pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Paser kerap tidak berjalan optimal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kalau langsung melalui OSS kadang kita tidak tahu usaha pariwisata yang sudah ada atau berizin. Jadi kami harus berkoordinasi dengan PTSP karena tidak adanya rekomendasi teknis ini,&#8221; tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Disporapar Paser juga menyoroti klasifikasi risiko tempat hiburan berdasarkan aturan pemerintah pusat. Khairuddin mengatakan kewenangan penerbitan izin berbeda sesuai tingkat risiko usaha.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Tempat hiburan malam itu risikonya tinggi dan wewenangnya bukan di kita. Kalau risiko rendah dan menengah itu kewenangan kabupaten, kalau menengah tinggi ke provinsi, kalau tinggi langsung ke pusat,&#8221; imbuhnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia mencontohkan, karaoke keluarga masuk kategori risiko rendah, sedangkan karaoke umum masuk kategori menengah rendah. Sementara itu, tempat hiburan umum berskala besar masuk kategori risiko tinggi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan data sementara Disporapar Paser, terdapat tiga usaha di Paser yang masuk kategori risiko menengah tinggi. Adapun usaha lainnya masih berada pada kategori risiko rendah dan menengah rendah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan adanya rekomendasi teknis, Disporapar Paser dapat menyusun standar operasional prosedur (SOP), melakukan verifikasi lapangan, dan memastikan seluruh persyaratan terpenuhi sebelum rekomendasi diberikan. Rekomendasi itu nantinya dapat menjadi salah satu dasar dalam penerbitan izin usaha.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Dengan adanya rekomendasi teknis tersebut, kami dapat melakukan verifikasi lapangan dan memastikan usaha yang berjalan memang memenuhi syarat&#8221;, pungkasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Disporapar Paser berharap Raperda tentang Penataan dan Pengendalian Tempat Hiburan dan Rekreasi segera disahkan agar pengawasan usaha pariwisata di Paser dapat berjalan lebih tertib, terukur, dan memberi kepastian bagi pelaku usaha maupun masyarakat. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis: Wiwik Rahmawati | Penyunting: Nursiah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Disporapar Paser menilai rekomendasi teknis diperlukan agar penerbitan izin tempat hiburan dan rekreasi tidak hanya melalui OSS, tetapi juga melalui verifikasi lapangan dari dinas terkait. PASER &#8211; Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Paser mendorong adanya rekomendasi teknis dalam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penataan dan Pengendalian Tempat Hiburan dan Rekreasi. Usulan itu dinilai &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":76,"featured_media":194769,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,26,477],"tags":[30076,14639,40864,40869,40870,1456,5910,540,40867,40599,40865,40866,40601,40868],"class_list":["post-194767","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kabupaten-paser","tag-disporapar-paser","tag-dpmptsp-paser","tag-izin-usaha-pariwisata","tag-karaoke-keluarga","tag-karaoke-umum","tag-khairuddin","tag-oss","tag-kabupaten-paser","tag-pengawasan-tempat-hiburan","tag-raperda-tempat-hiburan","tag-rekomendasi-teknis","tag-sop-pariwisata","tag-tempat-hiburan-paser","tag-usaha-pariwisata-berbasis-risiko"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/194767","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/76"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=194767"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/194767\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":194775,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/194767\/revisions\/194775"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/194769"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=194767"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=194767"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=194767"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}