{"id":194781,"date":"2026-07-09T12:50:22","date_gmt":"2026-07-09T04:50:22","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=194781"},"modified":"2026-07-09T21:51:57","modified_gmt":"2026-07-09T13:51:57","slug":"api-karhutla-di-sungai-putri-muncul-lagi-gambut-jadi-kendala","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/api-karhutla-di-sungai-putri-muncul-lagi-gambut-jadi-kendala\/","title":{"rendered":"Api Karhutla di Sungai Putri Muncul Lagi, Gambut Jadi Kendala"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Pemadaman karhutla seluas sekitar 4 hektare di Desa Sungai Putri, Ketapang, terkendala karakter lahan gambut yang menyimpan bara api di bawah permukaan tanah.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>KETAPANG <\/strong>&#8211; Karakter lahan gambut menjadi kendala utama pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas sekitar 4 hektare di Desa Sungai Putri, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar). Api yang sempat terkendali pada Rabu (08\/07\/2026) sore kembali muncul pada Kamis (09\/07\/2026) pagi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tim gabungan kembali melanjutkan operasi pemadaman di lokasi. Selain memadamkan titik api, petugas juga membuat sekat untuk mencegah kobaran merambat ke area lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ketapang Yunifar Purwantoro mengatakan, seluruh personel masih berada di lapangan untuk menangani karhutla tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Saat ini tim gabungan masih melakukan pemadaman dan upaya memutus perambatan api,&#8221; kata Yunifar sebagaimana dilansir Detikkalimantan, Kamis (09\/07\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan data BPBD Ketapang, karhutla melanda lahan masyarakat seluas sekitar 4 hektare. Hingga Kamis, area yang berhasil dipadamkan baru sekitar 0,6 hektare.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yunifar menjelaskan, pemadaman di lahan gambut tidak mudah karena bara api dapat tersimpan di bawah permukaan tanah. Kondisi itu membuat api berpotensi kembali muncul meski kobaran di permukaan sempat terlihat padam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk mempercepat penanganan, Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Ketapang mengerahkan personel darat dan meminta dukungan helikopter water bombing dari Pontianak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Sudah kami kerahkan personel darat sekaligus dukungan helikopter water bombing,&#8221; lanjutnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Vegetasi yang terbakar didominasi semak belukar, pakis, dan akasia di atas lahan gambut. Jenis vegetasi tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan waktu lebih lama karena api dapat menjalar melalui lapisan bawah tanah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain penyiraman dari udara, tim di lapangan memanfaatkan sumber air yang berada sekitar 20 meter dari titik kebakaran. Air tersebut digunakan untuk mendukung pemadaman darat dan pembasahan area terbakar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meski api belum sepenuhnya padam, BPBD Ketapang memastikan kebakaran belum mengancam permukiman warga. Lokasi karhutla berjarak sekitar lima kilometer dari kawasan permukiman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Satgas Karhutla Ketapang yang melibatkan BPBD, Manggala Agni, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Masyarakat Peduli Api (MPA), serta pemangku kepentingan lainnya terus melakukan pemadaman hingga seluruh titik api benar-benar padam. Upaya itu dilakukan untuk mencegah karhutla meluas di tengah meningkatnya potensi kebakaran pada musim kemarau. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemadaman karhutla seluas sekitar 4 hektare di Desa Sungai Putri, Ketapang, terkendala karakter lahan gambut yang menyimpan bara api di bawah permukaan tanah. KETAPANG &#8211; Karakter lahan gambut menjadi kendala utama pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas sekitar 4 hektare di Desa Sungai Putri, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar). Api &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":194783,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2273,30],"tags":[12749,40650,183,4861,40881,1530,16594,1671,29371,22291,17121,5781,22735,40882,1792,40883],"class_list":["post-194781","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kabupaten-ketapang-provinsi-kalimantan-barat-kalbar","tag-bpbd-ketapang","tag-helikopter-water-bombing","tag-kalbar","tag-kalimantan-barat","tag-karhutla-ketapang","tag-kebakaran-lahan","tag-lahan-gambut","tag-manggala-agni","tag-matan-hilir-utara","tag-mpa","tag-musim-kemarau","tag-polri","tag-satgas-karhutla","tag-sungai-putri","tag-tni","tag-yunifar-purwantoro"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/194781","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=194781"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/194781\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":194785,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/194781\/revisions\/194785"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/194783"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=194781"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=194781"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=194781"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}