{"id":195098,"date":"2026-07-11T13:52:48","date_gmt":"2026-07-11T05:52:48","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=195098"},"modified":"2026-07-12T00:05:49","modified_gmt":"2026-07-11T16:05:49","slug":"bayi-dalam-kantong-plastik-ditemukan-hidup-di-bawah-jembatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/bayi-dalam-kantong-plastik-ditemukan-hidup-di-bawah-jembatan\/","title":{"rendered":"Bayi dalam Kantong Plastik Ditemukan Hidup di Bawah Jembatan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Tangisan bayi dari kolong Jembatan Besi Angsau menarik perhatian warga hingga seorang bayi perempuan yang dibungkus plastik berhasil ditemukan hidup dan dievakuasi ke rumah sakit.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>TANAH LAUT <\/b>&#8211; Tangisan dari bawah Jembatan Besi Angsau menuntun seorang warga menemukan bayi perempuan dalam keadaan hidup di dalam kantong plastik berlapis, Sabtu (11\/07\/2026) sekitar pukul 06.00 Waktu Indonesia Tengah (WITA). Bayi yang diduga baru dilahirkan itu segera dievakuasi ke rumah sakit dan kini dilaporkan dalam kondisi stabil.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bayi tersebut ditemukan di kolong jembatan yang berada di Kelurahan Angsau, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel). Saat ditemukan, tubuhnya masih berlumuran darah yang diduga berasal dari proses persalinan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penemuan bermula ketika seorang warga melintasi perairan di bawah jembatan jalur utama Pelaihari-Banjarmasin menggunakan perahu kecil atau jukung. Warga tersebut kemudian mendengar suara tangisan bayi dari sekitar kolong jembatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah menelusuri sumber suara, saksi menemukan sebuah tas kain yang di dalamnya terdapat dua lapis kantong plastik putih. Bayi perempuan tersebut ditemukan berada di dalam bungkusan plastik itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Warga yang berada di lokasi sempat panik melihat kondisi bayi. Pada saat bersamaan, anggota Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) Sugiyanto yang bertugas di Pos Rayon Militer (Posramil) Batu Ampar, Komando Distrik Militer (Kodim) 1009\/Tanah Laut, melintasi kawasan tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melihat kerumunan warga, Sugiyanto berhenti dan memeriksa situasi. Ia kemudian turun ke kolong jembatan untuk mengevakuasi bayi menuju daratan sebelum membawanya ke rumah sakit terdekat guna memperoleh pertolongan medis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rekaman amatir proses evakuasi bayi kemudian beredar di sejumlah grup percakapan digital. Peristiwa tersebut memicu keprihatinan masyarakat sekaligus desakan agar aparat segera mengungkap pihak yang diduga meninggalkan bayi tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepolisian Sektor (Polsek) Pelaihari telah melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan barang bukti dan meminta keterangan sejumlah saksi di sekitar lokasi penemuan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cMasih dalam proses penyidikan,\u201d ujar Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Pelaihari Karia Jaya, sebagaimana dilansir Kalimantanpost, Sabtu, (11\/07\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Polsek Pelaihari saat ini berupaya menelusuri identitas orang tua bayi serta pihak yang diduga membawa dan meninggalkannya di kolong jembatan. Penyelidikan juga diarahkan untuk mengetahui waktu kelahiran serta rangkaian peristiwa sebelum bayi ditemukan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah mendapatkan perawatan medis, bayi tersebut akan diserahkan secara resmi kepada Dinas Sosial (Dinsos) Tala untuk memperoleh perlindungan dan perawatan lanjutan. Penanganan bersama antara tenaga kesehatan, kepolisian, dan Dinsos Tala diharapkan dapat menjamin keselamatan bayi sekaligus mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tangisan bayi dari kolong Jembatan Besi Angsau menarik perhatian warga hingga seorang bayi perempuan yang dibungkus plastik berhasil ditemukan hidup dan dievakuasi ke rumah sakit. TANAH LAUT &#8211; Tangisan dari bawah Jembatan Besi Angsau menuntun seorang warga menemukan bayi perempuan dalam keadaan hidup di dalam kantong plastik berlapis, Sabtu (11\/07\/2026) sekitar pukul 06.00 Waktu Indonesia &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":195104,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2276,2277],"tags":[41333,3745,41340,41338,41332,9790,41335,41336,41339,10053,23920,14399,41334,41337,8829],"class_list":["post-195098","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-selatan-kalsel","category-kabupaten-tanah-laut-provinsi-kalimantan-selatan","tag-bayi-dalam-kantong-plastik","tag-bayi-dibuang","tag-berita-tanah-laut","tag-dinas-sosial-tanah-laut","tag-jembatan-besi-angsau","tag-kalimantan-selatan","tag-karia-jaya","tag-kodim-1009-tanah-laut","tag-kriminal-pelaihari","tag-pelaihari","tag-penelantaran-anak","tag-penemuan-bayi","tag-polsek-pelaihari","tag-sugiyanto","tag-tanah-laut"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/195098","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=195098"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/195098\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":195105,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/195098\/revisions\/195105"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/195104"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=195098"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=195098"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=195098"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}