{"id":195100,"date":"2026-07-11T13:52:53","date_gmt":"2026-07-11T05:52:53","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=195100"},"modified":"2026-07-12T00:15:42","modified_gmt":"2026-07-11T16:15:42","slug":"kebakaran-lahan-terluas-capai-55-hektare-di-cempaka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kebakaran-lahan-terluas-capai-55-hektare-di-cempaka\/","title":{"rendered":"Kebakaran Lahan Terluas Capai 5,5 Hektare di Cempaka"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Tiga kebakaran lahan dengan total area terdampak sekitar delapan hektare terjadi dalam rentang kurang dari dua jam di Cempaka dan Landasan Ulin.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BANJARBARU<\/strong> &#8211; Sekitar delapan hektare lahan terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada tiga lokasi di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), Jumat (10\/07\/2026). Tim gabungan berhasil mengendalikan seluruh titik api sebelum kebakaran meluas ke area lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketiga kebakaran muncul dalam rentang kurang dari dua jam di Kecamatan Cempaka dan Kecamatan Landasan Ulin. Lokasi kebakaran memiliki karakteristik berbeda, mulai dari lahan mineral hingga semigambut yang ditumbuhi semak belukar, purun tikus, dan pohon galam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tim Reaksi Cepat (TRC) Pengendalian Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel langsung mengerahkan personel dan peralatan setelah menerima laporan masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Koordinator TRC Pengendalian Bencana BPBD Kalsel Sahri mengatakan setiap laporan ditindaklanjuti dengan observasi, pendataan, dan pemadaman bersama sejumlah unsur gabungan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cTiga laporan kebakaran langsung kami respons setelah menerima informasi dari masyarakat. Tim bergerak bersama unsur gabungan hingga seluruh titik api berhasil dikendalikan,\u201d ujarnya sebagaimana diwartakan Klikkalsel, Sabtu, (11\/07\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kebakaran dengan area terdampak paling luas terjadi di Jalan Banua Praja Utara, Kelurahan Cempaka, sekitar pukul 15.30 Waktu Indonesia Tengah (Wita). Api melanda lahan seluas sekitar 5,5 hektare.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">BPBD Kalsel mengerahkan satu mobil tangki, satu sepeda motor KLX, satu mobil Hilux, dan 10 personel untuk menangani kebakaran tersebut. Tim gabungan menjangkau pemadaman pada area sekitar 2,5 hektare sehingga api tidak terus meluas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penanganan di lokasi itu turut melibatkan BPBD Kota Banjarbaru dan Dinas Pemadam Kebakaran Provinsi Kalsel.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebelumnya, kebakaran melanda lahan semigambut seluas sekitar dua hektare di Jalan Peramuan Ujung, Kelurahan Landasan Ulin Tengah, Kecamatan Landasan Ulin, sekitar pukul 14.14 Wita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lahan tersebut ditumbuhi semak belukar, purun tikus, dan galam. Tim gabungan mengendalikan api pada area sekitar satu hektare dengan dukungan satu kendaraan operasional dan lima personel.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemadaman melibatkan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kalsel, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Bencana (MPB), serta relawan pemadam kebakaran swasta.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karhutla pertama dilaporkan sekitar pukul 13.44 Wita di Jalan Jambu, Kelurahan Cempaka. Api membakar sekitar 0,5 hektare lahan mineral yang dipenuhi semak belukar. Petugas melakukan pemadaman pada area sekitar 0,3 hektare.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada penanganan tersebut, BPBD Kalsel mengerahkan satu mobil tangki, satu sepeda motor KLX, dan empat personel. Pemadaman turut dibantu BPBD Kota Banjarbaru serta personel Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan identifikasi sementara, ketiga kebakaran diduga dipicu cuaca panas dan minimnya curah hujan. Namun, penyebab pasti munculnya api masih didata oleh petugas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sahri memastikan patroli akan ditingkatkan selama musim kemarau karena potensi karhutla di Kalsel masih tinggi. Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar atau melakukan kegiatan yang dapat memunculkan percikan api.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar ataupun melakukan aktivitas yang berpotensi memicu api. Saat cuaca panas seperti sekarang, percikan api sekecil apa pun bisa dengan cepat membesar. Syukurnya, seluruh titik yang kami tangani hari ini sudah padam dan dalam kondisi aman terkendali,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peningkatan patroli, respons cepat petugas, dan keterlibatan masyarakat dalam melaporkan kemunculan api diharapkan dapat mencegah karhutla meluas selama musim kemarau. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tiga kebakaran lahan dengan total area terdampak sekitar delapan hektare terjadi dalam rentang kurang dari dua jam di Cempaka dan Landasan Ulin. BANJARBARU &#8211; Sekitar delapan hektare lahan terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada tiga lokasi di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), Jumat (10\/07\/2026). Tim gabungan berhasil mengendalikan seluruh titik api sebelum kebakaran meluas &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":195106,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2279,19,2276],"tags":[7846,17843,40092,41341,17854,9790,6790,33868,20126,1530,25811,41343,1671,17121,25693,41342,41344,3904],"class_list":["post-195100","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-banjarbaru-provinsi-kalimantan-selatan","category-hotnews","category-kalimantan-selatan-kalsel","tag-banjarbaru","tag-berita-banjarbaru","tag-bpbd-kalsel","tag-bpbd-kota-banjarbaru","tag-cuaca-panas","tag-kalimantan-selatan","tag-kalsel","tag-karhutla-banjarbaru","tag-kebakaran-hutan-dan-lahan","tag-kebakaran-lahan","tag-kecamatan-cempaka","tag-kecamatan-landasan-ulin","tag-manggala-agni","tag-musim-kemarau","tag-patroli-karhutla","tag-sahri","tag-tagana-kalsel","tag-titik-api"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/195100","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=195100"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/195100\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":195107,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/195100\/revisions\/195107"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/195106"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=195100"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=195100"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=195100"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}