{"id":195165,"date":"2026-07-11T16:13:32","date_gmt":"2026-07-11T08:13:32","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=195165"},"modified":"2026-07-12T02:15:39","modified_gmt":"2026-07-11T18:15:39","slug":"gempa-m56-guncang-sangihe-warga-rasakan-pintu-berderik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/gempa-m56-guncang-sangihe-warga-rasakan-pintu-berderik\/","title":{"rendered":"Gempa M5,6 Guncang Sangihe, Warga Rasakan Pintu Berderik"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Gempa dangkal bermagnitudo 5,6 akibat aktivitas subduksi mengguncang Laut Sulawesi dan dirasakan paling kuat di Kepulauan Marore, tetapi tidak berpotensi tsunami.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>SULAWESI UTARA <\/b>&#8211; Aktivitas subduksi di Laut Sulawesi memicu gempa bumi dangkal bermagnitudo 5,6 yang guncangannya paling kuat dirasakan masyarakat Kepulauan Marore, Kabupaten Kepulauan Sangihe (Sangihe), Sulawesi Utara (Sulut), Sabtu (11\/07\/2026) pukul 17.51 Waktu Indonesia Barat (WIB). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pusat gempa atau episentrum berada di laut sekitar 39 kilometer sebelah utara Kepulauan Marore dengan kedalaman 32 kilometer. Letak pusat dan kedalaman gempa menunjukkan peristiwa tersebut tergolong gempa dangkal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,6 pada kedalaman 32 km,&#8221; demikian keterangan pers BMKG, sebagaimana diberitakan Cnn Indonesia, Sabtu, (11\/07\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto menjelaskan gempa dipicu aktivitas subduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan pergerakan batuan berupa kombinasi sesar geser dan naik atau oblique thrust.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Guncangan terkuat dirasakan di Kepulauan Marore dengan intensitas IV Modified Mercalli Intensity (MMI). Pada tingkat tersebut, getaran dapat dirasakan banyak orang di dalam rumah dan sebagian orang di luar bangunan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap), gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas IV MMI (Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela\/pintu berderik, dan dinding berbunyi.) di Kepulauan Marore, Kepulauan Sangihe,&#8221; demikian pernyataan BMKG.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Getaran dengan intensitas III-IV MMI juga dirasakan masyarakat di Kecamatan Kendahe, Sangihe. Pada skala tersebut, guncangan dapat dirasakan banyak orang di dalam rumah dan berpotensi membuat pintu, jendela, atau dinding berbunyi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, masyarakat di Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud (Talaud), merasakan getaran dengan intensitas III MMI.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.) di Miangas, Kepulauan Talaud.&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">BMKG menyatakan hasil pemodelan tidak menunjukkan ancaman tsunami akibat gempa tersebut. Hingga pemantauan pada waktu kejadian, lembaga itu juga belum mendeteksi gempa susulan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Hingga pukul 17.51.11 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan,&#8221; kata dia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Masyarakat di wilayah pesisir dan kepulauan terluar Sulut diharapkan tetap mengikuti informasi resmi BMKG serta tidak terpengaruh kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Kewaspadaan tetap diperlukan meskipun gempa tidak memicu tsunami dan belum diikuti aktivitas susulan. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gempa dangkal bermagnitudo 5,6 akibat aktivitas subduksi mengguncang Laut Sulawesi dan dirasakan paling kuat di Kepulauan Marore, tetapi tidak berpotensi tsunami. SULAWESI UTARA &#8211; Aktivitas subduksi di Laut Sulawesi memicu gempa bumi dangkal bermagnitudo 5,6 yang guncangannya paling kuat dirasakan masyarakat Kepulauan Marore, Kabupaten Kepulauan Sangihe (Sangihe), Sulawesi Utara (Sulut), Sabtu (11\/07\/2026) pukul 17.51 Waktu &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":195167,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,35,9399],"tags":[41488,41489,828,33145,18038,41480,41487,41481,38438,18016,41492,41486,41483,41482,41484,41485,41490,41491,38440,3231],"class_list":["post-195165","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-berita-nasional","category-sulawesi-utara","tag-41488","tag-aktivitas-subduksi","tag-bmkg","tag-gempa-dangkal","tag-gempa-hari-ini","tag-gempa-laut-sulawesi","tag-gempa-magnitudo-5","tag-gempa-marore","tag-gempa-sangihe","tag-gempa-sulawesi-utara","tag-gempa-tidak-berpotensi-tsunami","tag-kendahe","tag-kepulauan-marore","tag-kepulauan-sangihe","tag-kepulauan-talaud","tag-miangas","tag-oblique-thrust","tag-skala-iv-mmi","tag-sulut","tag-wijayanto"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/195165","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=195165"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/195165\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":195169,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/195165\/revisions\/195169"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/195167"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=195165"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=195165"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=195165"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}