{"id":195171,"date":"2026-07-11T16:18:09","date_gmt":"2026-07-11T08:18:09","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=195171"},"modified":"2026-07-12T02:23:20","modified_gmt":"2026-07-11T18:23:20","slug":"kapal-turis-terbalik-di-phu-quoc-15-orang-tewas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kapal-turis-terbalik-di-phu-quoc-15-orang-tewas\/","title":{"rendered":"Kapal Turis Terbalik di Phu Quoc, 15 Orang Tewas"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Operasi gabungan menyelamatkan 21 orang dari kapal wisata yang terbalik di perairan Phu Quoc, tetapi 15 korban lainnya meninggal setelah sebagian penumpang terjebak di dalam badan kapal.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>PHU QUOC<\/strong> &#8211; Operasi penyelamatan gabungan berhasil mengevakuasi 21 orang dalam keadaan selamat setelah kapal cepat (speedboat) yang membawa rombongan wisatawan asal India terbalik di perairan Pulau Phu Quoc, Vietnam, Sabtu (11\/07\/2026). Sebanyak 15 orang lainnya meninggal dunia dalam insiden tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kapal milik Ocean Pear Island Company itu mengangkut 32 wisatawan asal India dan empat awak. Kapal berangkat dari Pulau Hon May Rut menuju Pelabuhan An Thoi sekitar pukul 13.00 waktu setempat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan informasi otoritas Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Phu Quoc, kapal tiba-tiba terbalik ketika berada sekitar 400 meter dari Pulau Hon May Rut Ngoai. Seluruh penumpang dan awak kemudian tercebur ke laut, sedangkan sebagian di antaranya terjebak di dalam badan kapal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sejumlah kapal wisata yang berada di sekitar lokasi segera bergerak memberikan pertolongan. Salah seorang pemilik kapal yang terlibat dalam penyelamatan menyebut timnya tiba sekitar lima menit setelah kejadian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Hanya beberapa orang yang berhasil dievakuasi dalam keadaan masih sadar,&#8221; ujarnya, sebagaimana dilansir Cnnindonesia, Sabtu, (11\/07\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Proses evakuasi berlangsung sulit karena sejumlah korban berada di dalam kapal yang terbalik. Kondisi laut di perairan An Thoi saat itu juga dilaporkan bergelombang meskipun tidak turun hujan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pasukan Penjaga Perbatasan An Thoi mengerahkan dua kapal patroli dan 35 personel untuk membantu pencarian serta penyelamatan. Operasi tersebut turut melibatkan angkatan laut, penjaga pantai, kapal wisata, dan sejumlah instansi terkait.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hingga Sabtu sore, seluruh 36 penumpang dan awak telah dievakuasi ke daratan. Sebanyak 21 orang dinyatakan selamat, sedangkan 15 korban meninggal dunia terdiri atas dua perempuan dan 13 laki-laki.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perwakilan Ocean Pear Island Company menjelaskan kapal tersebut sedang membawa wisatawan dalam perjalanan tur antarpulau di kawasan Phu Quoc. Nakhoda kapal berusia sekitar 50 tahun dan disebut telah berpengalaman selama bertahun-tahun mengoperasikan kapal penumpang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penyebab pasti kapal terbalik belum dijelaskan dalam keterangan awal. Kondisi gelombang laut, kelayakan kapal, jumlah penumpang, dan prosedur keselamatan menjadi sejumlah aspek yang perlu diperiksa untuk mengetahui rangkaian penyebab kecelakaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pulau Hon May Rut, yang terdiri atas May Rut Trong dan May Rut Ngoai, berada sekitar 10 hingga 12 kilometer di selatan An Thoi. Kawasan itu dikenal sebagai destinasi wisata dengan pantai berpasir putih, terumbu karang, serta aktivitas snorkeling dan menyelam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kawasan tersebut dapat ditempuh menggunakan kapal dari An Thoi dalam waktu sekitar 20 hingga 40 menit. Tingginya aktivitas wisata laut di Phu Quoc menegaskan pentingnya pengawasan terhadap kelayakan kapal, kondisi cuaca, perlengkapan keselamatan, dan kesiapan prosedur evakuasi guna mencegah terulangnya kecelakaan serupa. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Operasi gabungan menyelamatkan 21 orang dari kapal wisata yang terbalik di perairan Phu Quoc, tetapi 15 korban lainnya meninggal setelah sebagian penumpang terjebak di dalam badan kapal. PHU QUOC &#8211; Operasi penyelamatan gabungan berhasil mengevakuasi 21 orang dalam keadaan selamat setelah kapal cepat (speedboat) yang membawa rombongan wisatawan asal India terbalik di perairan Pulau Phu &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":195177,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2254],"tags":[41510,41511,1408,41504,41506,41507,18478,41509,41503,41508,41513,41505,7881,41512],"class_list":["post-195171","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-berita-internasional","tag-15-turis-tewas","tag-21-penumpang-selamat","tag-kapal-terbalik","tag-kapal-wisata-terbalik","tag-kecelakaan-laut-vietnam","tag-ocean-pear-island-company","tag-operasi-penyelamatan","tag-pelabuhan-an-thoi","tag-phu-quoc","tag-pulau-hon-may-rut","tag-tragedi-kapal-wisata","tag-turis-india","tag-vietnam","tag-wisata-phu-quoc"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/195171","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=195171"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/195171\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":195178,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/195171\/revisions\/195178"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/195177"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=195171"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=195171"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=195171"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}