{"id":195265,"date":"2026-07-12T19:54:26","date_gmt":"2026-07-12T11:54:26","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=195265"},"modified":"2026-07-13T03:56:22","modified_gmt":"2026-07-12T19:56:22","slug":"suhu-tembus-39-derajat-korsel-terbitkan-peringatan-darurat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/suhu-tembus-39-derajat-korsel-terbitkan-peringatan-darurat\/","title":{"rendered":"Suhu Tembus 39 Derajat, Korsel Terbitkan Peringatan Darurat"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Korsel mengaktifkan peringatan darurat perdana di Gyeongsan dan Pohang setelah suhu ekstrem dinilai dapat mengancam kesehatan hingga menyebabkan kematian.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>GYEONGSAN <\/strong>&#8211; Korea Selatan (Korsel) untuk pertama kalinya mengaktifkan peringatan darurat gelombang panas setelah suhu ekstrem di Gyeongsan dan Pohang dinilai dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan serius, bahkan terhadap orang yang dalam kondisi sehat. Masyarakat diminta menghentikan aktivitas luar ruangan dan segera mencari tempat sejuk.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peringatan tersebut diterbitkan Badan Meteorologi Korea (KMA) pada Minggu (12\/07\/2026) pukul 10.00 waktu setempat untuk dua kota di bagian selatan Provinsi Gyeongsang Utara. Kedua wilayah telah mencatat suhu yang memenuhi ambang peringatan sepanjang akhir pekan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sistem baru itu menetapkan peringatan darurat ketika suatu wilayah diperkirakan mengalami suhu yang dirasakan mencapai 38 derajat Celsius atau suhu aktual 39 derajat Celsius selama satu hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala KMA Lee Mi-seon menjelaskan penerbitan peringatan tersebut, sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Minggu, (12\/07\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Korea Meteorological Administration (KMA) mengeluarkan Peringatan Darurat Gelombang Panas pada pukul 10.00 hari ini untuk dua kota di Provinsi Gyeongsang Utara bagian selatan, yakni Gyeongsan dan Pohang,&#8221; ujar Kepala KMA Lee Mi-seon dalam konferensi pers, Minggu (12\/7), dikutip dari AFP.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sistem peringatan darurat tersebut mulai diterapkan tahun ini sebagai respons terhadap gelombang panas yang semakin sering dan intens melanda Korsel.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ini merupakan pertama kalinya peringatan tersebut dikeluarkan sejak sistem baru mulai berlaku,&#8221; lanjut Lee.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Lee, peringatan darurat tidak hanya menunjukkan peningkatan suhu, tetapi juga menandakan munculnya ancaman kesehatan yang dapat berakibat fatal. Kelompok rentan, pekerja luar ruangan, anak-anak, dan lanjut usia menghadapi risiko lebih besar saat terpapar suhu ekstrem dalam waktu lama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Peringatan ini menunjukkan kondisi ketika bahkan orang yang sehat sekalipun menghadapi risiko yang jauh lebih tinggi mengalami gangguan kesehatan serius akibat panas, termasuk penyakit terkait suhu ekstrem hingga kematian,&#8221; ujar Lee.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">KMA mengimbau masyarakat segera menghentikan kegiatan di luar ruangan dan berpindah ke tempat yang lebih sejuk. Warga juga diperingatkan agar tidak meninggalkan anak-anak maupun hewan peliharaan di dalam kendaraan karena suhu di ruang tertutup dapat meningkat dengan cepat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penerbitan peringatan tersebut dilakukan ketika durasi gelombang panas di Korsel menunjukkan peningkatan tajam. Data KMA mencatat rata-rata jumlah hari gelombang panas mencapai 19 hari per tahun dalam lima tahun terakhir, lebih dari dua kali lipat dibandingkan delapan hari per tahun pada dekade 1970-an.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jumlah malam tropis juga meningkat dari rata-rata empat malam menjadi 14 malam per tahun. Hari gelombang panas ditetapkan ketika suhu maksimum mencapai sedikitnya 33 derajat Celsius, sedangkan malam tropis terjadi apabila suhu terendah pada malam hari tetap berada pada 25 derajat Celsius atau lebih.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kondisi cuaca ekstrem tidak hanya terjadi di Korsel. Sejumlah negara Eropa juga menghadapi gelombang panas yang memecahkan rekor suhu pada Juni 2026. Prancis dilaporkan mencatat lebih dari 2.000 kematian berlebih selama periode tersebut dan sekitar 300 kematian akibat suhu tinggi pada akhir Mei.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Cuaca panas turut memengaruhi aktivitas publik di Eropa. Menara Eiffel dan sejumlah objek wisata di Paris sempat ditutup lebih awal, sedangkan balap sepeda Tour de France mempersingkat salah satu etapenya akibat suhu ekstrem.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Layanan Kelautan Copernicus Uni Eropa juga mencatat suhu rata-rata laut tertinggi untuk Juni. Laut yang semakin hangat dapat memperkuat badai tropis, meningkatkan kandungan uap air, dan memicu hujan dengan intensitas tinggi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kondisi tersebut turut dikaitkan dengan kembalinya fenomena El Ni\u00f1o yang meningkatkan suhu permukaan Samudra Pasifik. Fenomena itu umumnya berlangsung setiap dua hingga tujuh tahun dan berpengaruh terhadap pola cuaca di berbagai wilayah dunia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penerapan sistem peringatan baru diharapkan membantu masyarakat merespons ancaman suhu ekstrem lebih cepat, mengurangi aktivitas berisiko, dan mencegah bertambahnya korban akibat penyakit yang dipicu gelombang panas. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Korsel mengaktifkan peringatan darurat perdana di Gyeongsan dan Pohang setelah suhu ekstrem dinilai dapat mengancam kesehatan hingga menyebabkan kematian. GYEONGSAN &#8211; Korea Selatan (Korsel) untuk pertama kalinya mengaktifkan peringatan darurat gelombang panas setelah suhu ekstrem di Gyeongsan dan Pohang dinilai dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan serius, bahkan terhadap orang yang dalam kondisi sehat. Masyarakat diminta &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":195267,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2254],"tags":[12876,16365,38948,41711,38142,41703,41704,19692,41707,8570,8037,38278,41708,41710,41706,13434,14199,41712,41709,41705],"class_list":["post-195265","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-berita-internasional","tag-cuaca-ekstrem","tag-el-nino","tag-gelombang-panas","tag-gelombang-panas-asia","tag-gelombang-panas-eropa","tag-gyeongsan","tag-gyeongsang-utara","tag-kesehatan-masyarakat","tag-kma","tag-korea-selatan","tag-korsel","tag-krisis-iklim","tag-lee-mi-seon","tag-malam-tropis","tag-peringatan-darurat","tag-perubahan-iklim","tag-pohang","tag-risiko-kematian","tag-suhu-39-derajat","tag-suhu-ekstrem"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/195265","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=195265"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/195265\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":195268,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/195265\/revisions\/195268"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/195267"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=195265"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=195265"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=195265"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}