{"id":195346,"date":"2026-07-13T09:02:46","date_gmt":"2026-07-13T01:02:46","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=195346"},"modified":"2026-07-13T09:03:32","modified_gmt":"2026-07-13T01:03:32","slug":"hakim-india-diancam-dibunuh-usai-vonis-14-pelaku-pembunuhan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/hakim-india-diancam-dibunuh-usai-vonis-14-pelaku-pembunuhan\/","title":{"rendered":"Hakim India Diancam Dibunuh Usai Vonis 14 Pelaku Pembunuhan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Ancaman terhadap Hakim Tabassum Khan memicu perhatian luas setelah vonis terhadap pelaku pembunuhan berujung kampanye kebencian dan penyelidikan aparat di India.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>NEW DELHI<\/strong> &#8211; Perlindungan terhadap hakim di India menjadi sorotan setelah Hakim Tabassum Khan menerima ancaman pembunuhan dan pelecehan daring usai menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada 14 pelaku pembunuhan terhadap seorang pria yang dituduh menyelundupkan sapi. Aparat kepolisian telah memberikan pengamanan dan membuka penyelidikan untuk mengusut pelaku ancaman tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kasus ini bermula dari putusan Pengadilan Distrik Madhya Pradesh pada 12 Juni 2026 terhadap 14 pria yang dinyatakan bersalah atas pembunuhan, percobaan pembunuhan, kerusuhan, dan penahanan tidak sah. Korban, Nazir Ahmad, tewas setelah dianiaya sekelompok orang yang mengaku sebagai <em>gau rakshak<\/em> atau pelindung sapi pada 2022.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam putusannya, Khan menegaskan peristiwa tersebut merupakan kasus pembunuhan yang jelas. Namun, setelah vonis dibacakan, berbagai video bernada penghinaan, ancaman pembunuhan, hingga ancaman pemerkosaan terhadap Khan beredar di media sosial. Ancaman tersebut juga disertai narasi yang mengaitkan putusan pengadilan dengan latar belakang agama sang hakim, sebagaimana diwartakan Sindonews, Minggu (12\/07\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Situasi semakin memanas ketika keluarga para terpidana menggelar protes di luar ruang sidang dan berupaya menghentikan kendaraan polisi yang membawa para terpidana ke penjara. Sejumlah organisasi perlindungan sapi dan kelompok Hindutva kemudian menggelar aksi unjuk rasa di berbagai wilayah, termasuk pembakaran patung yang menyerupai Khan serta tuntutan agar para terpidana dibebaskan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mantan hakim Mahkamah Agung India, Markandey Katju, mengecam serangan tersebut melalui media sosial. Menurutnya, kritik terhadap putusan pengadilan seharusnya didasarkan pada pertimbangan hukum, bukan identitas agama hakim yang memutus perkara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Identitas Muslimnya menjadi dasar utama yang digunakan untuk mempertanyakan legitimasi putusan tersebut. Ini merupakan pembalikan keadilan yang berbahaya. Keputusan peradilan seharusnya dievaluasi melalui penalaran hukum, bukan melalui identitas agama individu yang menyampaikannya,&#8221; tulis Katju.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Katju juga mengungkapkan bahwa Khan menghubunginya dan menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan. Menurutnya, ancaman yang diterima membuat sang hakim mengalami trauma.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dukungan juga datang dari Asosiasi Advokat Mahkamah Agung (<em>Supreme Court Advocates-on-Record Association<\/em> \/ SCAORA) dan Asosiasi Pengacara Mahkamah Agung (<em>Supreme Court Bar Association<\/em> \/ SCBA). Kedua organisasi tersebut mendesak aparat menindak tegas seluruh pihak yang menyebarkan ancaman terhadap hakim.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Presiden SCBA, Vikas Singh, menegaskan pentingnya menjamin independensi lembaga peradilan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Jika kita membiarkan ini terjadi, tidak ada hakim yang mampu menegakkan keadilan,&#8221; katanya. &#8220;Dalam demokrasi, seorang hakim harus mampu menjalankan tugasnya tanpa rasa takut atau pilih kasih.&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, pejabat kepolisian Sudhakar Baraskar mengatakan dua orang telah ditangkap terkait penyebaran ancaman tersebut. Unit siber juga terus melacak akun-akun yang menyebarkan konten provokatif serta memantau aktivitas media sosial.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pengadilan Tinggi Madhya Pradesh turut memerintahkan pemerintah setempat menjelaskan langkah-langkah perlindungan yang telah diberikan kepada Khan sekaligus memastikan pengamanan terhadap hakim tersebut tetap berlanjut selama proses penyelidikan berlangsung. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi08<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ancaman terhadap Hakim Tabassum Khan memicu perhatian luas setelah vonis terhadap pelaku pembunuhan berujung kampanye kebencian dan penyelidikan aparat di India. NEW DELHI &#8211; Perlindungan terhadap hakim di India menjadi sorotan setelah Hakim Tabassum Khan menerima ancaman pembunuhan dan pelecehan daring usai menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada 14 pelaku pembunuhan terhadap seorang pria yang &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":85,"featured_media":195347,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2254],"tags":[41806,41810,41805,41809,41802,41808,41804,9786,41812,41811,41813,41807,17277,41803],"class_list":["post-195346","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-berita-internasional","tag-ancaman-pembunuhan","tag-gau-rakshak","tag-hakim-india","tag-hindutva","tag-madhya-pradesh","tag-markandey-katju","tag-nazir-ahmad","tag-new-delhi","tag-pelecehan-daring","tag-peradilan-india","tag-polisi-india","tag-scaora","tag-scba","tag-tabassum-khan"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/195346","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/85"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=195346"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/195346\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":195349,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/195346\/revisions\/195349"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/195347"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=195346"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=195346"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=195346"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}