{"id":195357,"date":"2026-07-13T13:06:57","date_gmt":"2026-07-13T05:06:57","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=195357"},"modified":"2026-07-13T13:06:57","modified_gmt":"2026-07-13T05:06:57","slug":"warga-kku-gerebek-rumah-temukan-plastik-sabu-dan-alat-isap","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/warga-kku-gerebek-rumah-temukan-plastik-sabu-dan-alat-isap\/","title":{"rendered":"Warga KKU Gerebek Rumah, Temukan Plastik Sabu dan Alat Isap"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Dugaan penjualan narkoba seharga Rp15.000 hingga Rp20.000 per paket mendorong warga Desa Riam Berasap Jaya menggerebek sebuah rumah di Pal 8 karena khawatir terhadap keselamatan pelajar dan generasi muda.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>KAYONG UTARA<\/strong> &#8211; Dugaan peredaran narkoba dengan harga Rp15.000 hingga Rp20.000 per paket memicu kekhawatiran terhadap keselamatan pelajar dan generasi muda di Kabupaten Kayong Utara (KKU). Keresahan itu mendorong puluhan warga Desa Riam Berasap Jaya, Kecamatan Sukadana, bersama aparatur desa menggerebek sebuah rumah di kawasan Pal 8 yang dicurigai berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagaimana dilansir Pontianak Post, Senin, (13\/07\/2026), Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) KKU, Kamiriluddin, membenarkan penggerebekan yang dilakukan warga tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cBenar belum lama ini, puluhan masyarakat desa Riam Berasap Jaya menggrebek sebuah hunian, tepatnya sebuah rumah di Pal 8,\u201d ungkap Kamiriluddin saat dihubungi wartawan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Aksi warga dilakukan setelah keluhan mengenai dugaan peredaran narkoba di wilayah itu disampaikan melalui aparatur desa kepada aparat penegak hukum (APH). Namun, keresahan masyarakat terus meningkat karena peredaran barang terlarang tersebut dinilai semakin mengkhawatirkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Puluhan warga kemudian bergerak bersama Kepala Desa (Kades) setempat dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk mendatangi rumah yang dicurigai. Dalam penggerebekan itu, warga menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Barang tersebut meliputi beberapa bungkus plastik yang diduga berisi sisa narkoba jenis sabu, plastik klip bening, serta sejumlah alat isap atau bong. Barang bukti (BB) yang semula diamankan Kades kemudian diserahkan kepada APH.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cBB tersebut telah disita aparat hukum yang sebelumnya diamankan oleh Kepala Desa setempat yang didapat di salah satu hunian di pal 8 yang dilakukan penyergapan,\u201d terang Kamiriluddin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anggota Komisi I DPRD KKU itu mengatakan, keluhan mengenai dugaan peredaran narkoba tidak hanya muncul di Desa Riam Berasap Jaya, tetapi juga di Desa Simpang Tiga. Ia mengaku telah beberapa kali menerima laporan masyarakat dan membahas persoalan tersebut bersama para tokoh setempat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cDari hasil musyawarah di setiap kesempatan, kami khawatir akan rusaknya generasi muda termasuk pelajar jika narkoba ini kian bebas,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kamiriluddin yang juga menjabat Ketua Masjid Al Ihsan Desa Simpang Tiga mengungkapkan, berdasarkan laporan yang diterimanya, barang terlarang tersebut diduga dijual dengan harga antara Rp15.000 dan Rp20.000 per paket.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut dia, harga yang relatif murah berpotensi menarik rasa penasaran anak-anak muda, terutama pelajar, untuk mencoba narkoba. Kondisi itu dikhawatirkan menjadi pintu masuk terjadinya ketergantungan yang dapat menghancurkan masa depan mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cMemang semua yang candu akan narkoba dimulai dari rasa penasaran dan coba coba. Setelah merasa enak, akan menciba kagi hingga kecanduan. Ketika sudah candu, terikat dan tidak bisa lepas dari barang haram itu. Maka, masa depan generasi mudah kita akan hancur. Maka ini harus sama sama kita lawan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kamiriluddin menyatakan persoalan dugaan peredaran narkoba tersebut telah berulang kali disampaikan dan dikoordinasikan dengan APH. Ia berharap pengawasan dan penindakan ditingkatkan agar peredaran narkoba tidak semakin meluas serta mengancam pelajar dan generasi muda di KKU. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dugaan penjualan narkoba seharga Rp15.000 hingga Rp20.000 per paket mendorong warga Desa Riam Berasap Jaya menggerebek sebuah rumah di Pal 8 karena khawatir terhadap keselamatan pelajar dan generasi muda. KAYONG UTARA &#8211; Dugaan peredaran narkoba dengan harga Rp15.000 hingga Rp20.000 per paket memicu kekhawatiran terhadap keselamatan pelajar dan generasi muda di Kabupaten Kayong Utara (KKU). &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":195359,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2273,481,29],"tags":[20475,41828,41820,41822,41824,15270,41823,9886,208,41825,41826,41821,1692,41827,13209,1121,14090],"class_list":["post-195357","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kasus","category-kabupaten-kayong-utara-sukadana-provinsi-kalimantan-barat-kalbar","tag-aparat-penegak-hukum","tag-badan-permusyawaratan-desa","tag-desa-riam-berasap-jaya","tag-desa-simpang-tiga","tag-dprd-kku","tag-generasi-muda","tag-kamiriluddin","tag-kayong-utara","tag-kku","tag-narkoba-kayong-utara","tag-narkoba-murah","tag-pal-8","tag-pelajar","tag-penggerebekan-warga","tag-peredaran-narkoba","tag-sabu","tag-sukadana"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/195357","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=195357"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/195357\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":195361,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/195357\/revisions\/195361"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/195359"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=195357"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=195357"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=195357"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}