{"id":195459,"date":"2026-07-13T15:18:33","date_gmt":"2026-07-13T07:18:33","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=195459"},"modified":"2026-07-13T15:18:33","modified_gmt":"2026-07-13T07:18:33","slug":"proses-penanganan-kasus-eks-jampidsus-dinilai-berpotensi-digugat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/proses-penanganan-kasus-eks-jampidsus-dinilai-berpotensi-digugat\/","title":{"rendered":"Proses Penanganan Kasus Eks Jampidsus Dinilai Berpotensi Digugat"},"content":{"rendered":"<p><em>Peneliti Pukat UGM menilai peralihan penanganan perkara mantan Jampidsus ke Kejagung tidak dapat dikategorikan sebagai pelimpahan perkara dan mengingatkan adanya potensi persoalan hukum apabila prosedur tidak sesuai ketentuan.<\/em><\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">JAKARTA &#8211; Peralihan penanganan perkara mantan Jaksa Agung Muda (Jam) Tindak Pidana Khusus (Pidsus), Febrie Adriansyah, dari Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Korps Tipidkor) Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) ke Kejaksaan Agung (Kejagung) dinilai berpotensi menimbulkan persoalan hukum apabila tidak didasarkan pada mekanisme yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Peneliti Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) Fakultas Hukum (FH) Universitas Gadjah Mada (UGM) Zaenur Rohman menyatakan proses yang disebut sebagai pelimpahan tersebut tidak dapat disamakan dengan mekanisme pelimpahan perkara sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Menurutnya, pelimpahan perkara baru dilakukan setelah berkas dinyatakan lengkap atau <em>P-21<\/em>.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">&#8220;Ini (istilah pelimpahan) tidak ada dasar hukumnya sama sekali, baik di dalam KUHAP, di dalam Undang-Undang Kejaksaan, di Undang-Undang Kepolisian, di Undang-Undang Tipikor, tidak ada dasar hukumnya. Sehingga ini juga sangat berisiko, kalau di praperadilankan bisa gugur status tersangkanya,&#8221; ucap Zaenur Rohman melalui pesan suara, sebagaimana diberitakan Kompas, Senin, (13\/07\/2026).<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Zaenur menilai penggunaan istilah pelimpahan dalam proses tersebut berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum apabila tidak memiliki landasan yang jelas. Ia mengingatkan agar setiap tahapan penanganan perkara mengikuti mekanisme yang telah diatur dalam KUHAP maupun peraturan perundang-undangan lainnya untuk menghindari munculnya persoalan hukum pada tahap selanjutnya.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Menurutnya, kepastian prosedur menjadi aspek penting dalam proses penegakan hukum agar tidak membuka ruang bagi upaya hukum, termasuk praperadilan, yang dapat memengaruhi keberlanjutan penanganan perkara. []\n<p>Redaksi1<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Peneliti Pukat UGM menilai peralihan penanganan perkara mantan Jampidsus ke Kejagung tidak dapat dikategorikan sebagai pelimpahan perkara dan mengingatkan adanya potensi persoalan hukum apabila prosedur tidak sesuai ketentuan. JAKARTA &#8211; Peralihan penanganan perkara mantan Jaksa Agung Muda (Jam) Tindak Pidana Khusus (Pidsus), Febrie Adriansyah, dari Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Korps Tipidkor) Kepolisian Negara Republik &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":92,"featured_media":195460,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[9295,35],"tags":[41895,41925,4589,20975,2797,17096,41920,31216,41891,13608,5781,3533,41924,33305,41926],"class_list":["post-195459","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-jakarta","category-berita-nasional","tag-febrie-adriansyah","tag-fh-ugm","tag-jakarta","tag-jampidsus","tag-kejagung","tag-kejaksaan-agung","tag-korps-tipidkor-polri","tag-kuhap","tag-p-21","tag-penegakan-hukum","tag-polri","tag-praperadilan","tag-pukat-ugm","tag-universitas-gadjah-mada","tag-zaenur-rohman"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/195459","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/92"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=195459"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/195459\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":195461,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/195459\/revisions\/195461"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/195460"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=195459"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=195459"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=195459"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}