{"id":195663,"date":"2026-07-14T16:02:25","date_gmt":"2026-07-14T08:02:25","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=195663"},"modified":"2026-07-14T23:56:54","modified_gmt":"2026-07-14T15:56:54","slug":"hilang-sehari-perempuan-di-sanggau-ditemukan-meninggal-di-sungai-kapuas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/hilang-sehari-perempuan-di-sanggau-ditemukan-meninggal-di-sungai-kapuas\/","title":{"rendered":"Hilang Sehari, Perempuan di Sanggau Ditemukan Meninggal di Sungai Kapuas"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Tim gabungan menemukan LN dalam kondisi meninggal dunia sekitar 50 meter dari lokasi awal korban diduga tenggelam, sementara pemeriksaan medis tidak menemukan tanda-tanda kekerasan.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>SANGGAU <\/strong>&#8211; Pemeriksaan medis tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada jenazah LN (25), perempuan yang ditemukan meninggal dunia setelah diduga tenggelam di Sungai Kapuas, Dusun Meliau Hilir, Desa Meliau Hilir, Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau, Senin (13\/07\/2026). Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak pelaksanaan autopsi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jenazah korban ditemukan sekitar pukul 16.05 Waktu Indonesia Barat (WIB), sehari setelah dilaporkan hilang karena diduga terjatuh ke Sungai Kapuas dari area belakang rumahnya pada Minggu (12\/07\/2026) sore.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sejumlah anak yang sedang mandi di sungai pertama kali melihat tubuh korban mengapung sekitar 50 meter dari titik awal korban diduga tenggelam. Mereka kemudian memberi tahu warga yang meneruskan informasi tersebut kepada petugas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Personel Kepolisian Sektor (Polsek) Meliau bersama tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Pontianak segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan. Jenazah korban kemudian dievakuasi dari sungai dan dibawa ke rumah duka untuk menjalani pemeriksaan luar oleh tenaga medis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak terdapat tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban diduga meninggal akibat asfiksia atau kekurangan oksigen saat tenggelam. Kesimpulan tersebut dinilai sejalan dengan hasil penyelidikan awal aparat kepolisian di lokasi kejadian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemeriksaan keterangan keluarga juga mengungkapkan bahwa korban memiliki riwayat kejang atau epilepsi. Informasi mengenai kondisi kesehatan tersebut telah diperoleh petugas sejak hari pertama pencarian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pihak keluarga menyatakan menerima kematian korban sebagai musibah serta tidak menyalahkan ataupun menuntut pihak mana pun. Keluarga juga menolak pelaksanaan autopsi terhadap jenazah korban.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penolakan autopsi dituangkan dalam surat pernyataan resmi yang dibuat sesuai prosedur dan disaksikan pihak terkait sebagai bagian dari administrasi penanganan peristiwa tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Meliau Supar mengatakan penanganan dilakukan sejak laporan kehilangan diterima, dilanjutkan dengan pencarian, pengumpulan keterangan saksi, identifikasi, hingga evakuasi korban.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Keterangan tersebut, sebagaimana diwartakan Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Barat (Kalbar), Senin (13\/07\/2026), menegaskan seluruh tahapan penanganan telah dilaksanakan sesuai prosedur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kami turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Sejak menerima laporan, personel Polsek Meliau bersama Basarnas dan masyarakat bergerak cepat melakukan pencarian hingga korban berhasil ditemukan. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, sementara keluarga telah menyatakan bahwa kejadian ini merupakan musibah dan menolak dilakukan autopsi. Seluruh proses penanganan kami laksanakan sesuai prosedur yang berlaku, ujar Kapolsek Meliau.&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Supar mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan ketika beraktivitas di sekitar Sungai Kapuas, khususnya pada bagian sungai yang memiliki arus deras. Pengawasan terhadap anggota keluarga yang memiliki riwayat penyakit tertentu juga perlu diperkuat untuk mencegah peristiwa serupa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jenazah korban direncanakan dimakamkan pada hari yang sama di tempat pemakaman Muslim di Dusun Sungai Rambai, Desa Meliau Hilir. Prosesi pemakaman dilaksanakan bersama keluarga, kerabat, dan masyarakat setempat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dinyatakan selesai. Polsek Meliau mengapresiasi Basarnas Pontianak, pemerintah setempat, relawan, dan masyarakat yang terlibat dalam pencarian hingga proses penanganan dapat berjalan aman dan tertib. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tim gabungan menemukan LN dalam kondisi meninggal dunia sekitar 50 meter dari lokasi awal korban diduga tenggelam, sementara pemeriksaan medis tidak menemukan tanda-tanda kekerasan. SANGGAU &#8211; Pemeriksaan medis tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada jenazah LN (25), perempuan yang ditemukan meninggal dunia setelah diduga tenggelam di Sungai Kapuas, Dusun Meliau Hilir, Desa Meliau Hilir, Kecamatan Meliau, &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":195703,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2273,38],"tags":[38303,33313,28771,25217,42235,42234,25518,42237,42233,19432,14244,42236,2953,39927,6061],"class_list":["post-195663","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kabupaten-sanggau-provinsi-kalimantan-barat-kalbar","tag-asfiksia","tag-basarnas-pontianak","tag-berita-sanggau","tag-kabupaten-sanggau","tag-kapolsek-meliau-supar","tag-kecamatan-meliau","tag-korban-tenggelam-sanggau","tag-korban-tenggelam-sungai-kapuas","tag-meliau-hilir","tag-operasi-pencarian","tag-penemuan-jenazah","tag-perempuan-tenggelam","tag-polda-kalbar","tag-polsek-meliau","tag-sungai-kapuas"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/195663","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=195663"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/195663\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":195705,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/195663\/revisions\/195705"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/195703"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=195663"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=195663"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=195663"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}