{"id":195888,"date":"2026-07-16T22:54:40","date_gmt":"2026-07-16T14:54:40","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=195888"},"modified":"2026-07-16T22:54:40","modified_gmt":"2026-07-16T14:54:40","slug":"ikn-jadi-magnet-baru-industri-film-dan-ekraf-kaltim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/ikn-jadi-magnet-baru-industri-film-dan-ekraf-kaltim\/","title":{"rendered":"IKN Jadi Magnet Baru Industri Film dan Ekraf Kaltim"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Keterbatasan anggaran menunda rencana malam penganugerahan FFI di IKN, sementara aktivitas produksi film di kawasan tersebut terus membuka peluang bagi sineas dan pelaku ekraf Kaltim.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>SAMARINDA<\/strong> &#8211; Rencana menjadikan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai lokasi malam penganugerahan Festival Film Indonesia (FFI) belum dapat direalisasikan karena kebutuhan pembiayaannya harus ditanggung pemerintah daerah. Meski tertunda, Dinas Pariwisata (Dispar) Kalimantan Timur (Kaltim) menilai IKN tetap berpeluang menjadi pusat produksi film sekaligus membuka pasar lebih luas bagi pelaku ekonomi kreatif (ekraf) lokal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kaltim Awang Khaliq mengatakan IKN telah memiliki fasilitas untuk pemutaran film. Kawasan tersebut sebelumnya juga direncanakan menjadi tempat pengumuman pemenang FFI.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cIKN ada tempat untuk memutar film dan ada rencana malam festival film Indonesia pengumuman pemenang di IKN, cuma harus menggunakan dana kita maka kami mundurkan,&#8221; ujar Khaliq saat ditemui di Temindung Creative Hub, bekas Bandara Temindung, Jalan Pipit Nomor 325, Samarinda, Rabu (15\/07\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Keterbatasan anggaran membuat rencana penyelenggaraan kegiatan perfilman berskala nasional tersebut ditunda sampai tersedia dukungan pembiayaan yang memadai. Namun, belum dijelaskan besaran anggaran yang dibutuhkan maupun kemungkinan waktu pelaksanaannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di luar rencana penyelenggaraan FFI, Khaliq menyebut pembangunan IKN telah membawa dampak positif terhadap aktivitas produksi film di Kaltim. Kawasan ibu kota baru itu mulai didatangi sineas, pembuat konten, dan tim produksi dari berbagai daerah di Indonesia hingga luar negeri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Keberadaan IKN sangat mendukung perkembangan produksi film di Kaltim. Banyak rekan dari tingkat nasional maupun luar negeri yang datang ke Kaltim dan menjadikan IKN sebagai lokasi pengambilan gambar maupun produksi video,&#8221; kata Khaliq.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meningkatnya aktivitas produksi di IKN dinilai dapat dimanfaatkan komunitas film lokal untuk memperluas jaringan, meningkatkan kemampuan, dan membangun kolaborasi dengan pelaku industri nasional maupun internasional. Karya audiovisual juga dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan potensi alam, budaya, dan pariwisata Kaltim.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dispar Kaltim turut mendorong penguatan sumber daya manusia melalui lembaga pendidikan seni dan komunitas perfilman. Khaliq menyebut Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Kaltim serta komunitas Layar Mahakam dan Wisma Citra Teater sebagai bagian dari ekosistem yang berperan membina sineas muda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Dalam mendukung perkembangan film di Kaltim kita sudah ada sekolah ISBI dan komunikasi film seperti layar mahkama dan wisma citra teater dari sisi kreativitas mereka tidak mengambil alur film lama secara full tapi bisa menggabungkan di film itu ada horor, romantis, juga eksen, jadi ini menjadi suatu kreativitas yang muncul berdasarkan keinginan penonton,&#8221; tutur Khaliq.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Khaliq, kreativitas sineas lokal menjadi salah satu modal pengembangan industri film karena mampu menggabungkan berbagai genre sesuai dengan perkembangan minat penonton. Meski demikian, penguatan ekosistem ekraf masih menghadapi persoalan kelembagaan di tingkat kabupaten dan kota.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia mengungkapkan baru dua daerah di Kaltim yang memiliki nomenklatur khusus untuk menangani sektor ekraf. Kondisi tersebut dinilai dapat menghambat penyusunan program, penganggaran, dan pembinaan pelaku industri kreatif secara berkelanjutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Khaliq juga mengingatkan agar ekraf tidak disamakan dengan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ekraf bertumpu pada kreativitas, inovasi, riset, dan pemanfaatan teknologi digital untuk menciptakan nilai tambah dan meningkatkan daya saing produk.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cTantangannya banyak, karena tidak semua kabupaten\/kota memiliki nomenklatur Ekraf dan untuk di Kaltim baru ada dua daerah, jangan sampai salah pengertian antara Ekraf dan UMKM, kalau di Ekraf itu ada nilai tambah seperti ada pengkajian, digitalisasi, supaya memajukan prodak,&#8221; tutup Khaliq.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penguatan kelembagaan, peningkatan kemampuan sineas, dan dukungan anggaran dibutuhkan agar peluang yang muncul dari pembangunan IKN dapat memberikan manfaat nyata bagi industri film serta pelaku ekraf Kaltim. Dengan dukungan tersebut, IKN diharapkan tidak hanya menjadi lokasi produksi, tetapi juga ruang tumbuh bagi karya dan talenta kreatif daerah. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis: Guntur Riyadi | Penyunting: Nursiah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Keterbatasan anggaran menunda rencana malam penganugerahan FFI di IKN, sementara aktivitas produksi film di kawasan tersebut terus membuka peluang bagi sineas dan pelaku ekraf Kaltim. SAMARINDA &#8211; Rencana menjadikan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai lokasi malam penganugerahan Festival Film Indonesia (FFI) belum dapat direalisasikan karena kebutuhan pembiayaannya harus ditanggung pemerintah daerah. Meski tertunda, Dinas Pariwisata &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":195998,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,26,37],"tags":[42736,42730,42729,9259,42733,42727,42728,7307,165,42731,19078,42737,42735,609,42732,42734,433,42738],"class_list":["post-195888","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kota-samarinda","tag-anggaran-ffi","tag-awang-khaliq","tag-dispar-kaltim","tag-ekonomi-kreatif","tag-ekraf-kaltim","tag-festival-film-indonesia","tag-ffi","tag-ibu-kota-nusantara","tag-ikn","tag-industri-film-kaltim","tag-isbi-kaltim","tag-layar-mahakam","tag-produksi-film-ikn","tag-samarinda","tag-sineas-kaltim","tag-temindung-creative-hub","tag-umkm","tag-wisma-citra-teater"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/195888","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=195888"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/195888\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":196004,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/195888\/revisions\/196004"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/195998"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=195888"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=195888"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=195888"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}