{"id":196067,"date":"2026-07-16T20:20:00","date_gmt":"2026-07-16T12:20:00","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=196067"},"modified":"2026-07-17T01:53:49","modified_gmt":"2026-07-16T17:53:49","slug":"gelombang-panas-belanda-911-orang-meninggal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/gelombang-panas-belanda-911-orang-meninggal\/","title":{"rendered":"Gelombang Panas Belanda, 911 Orang Meninggal"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>RIVM mencatat 911 kematian selama gelombang panas di Belanda, dengan mayoritas korban berusia di atas 80 tahun dan tinggal di wilayah bersuhu paling tinggi.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>AMSTERDAM<\/strong> &#8211; Warga lanjut usia menjadi kelompok paling rentan dalam gelombang panas ekstrem yang melanda Belanda pada 22 Juni hingga 5 Juli 2026. Sebanyak 911 kematian tercatat selama periode tersebut, terutama di wilayah selatan dan timur yang mengalami suhu hingga 38\u201340 derajat Celsius.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Institut Nasional untuk Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Belanda (RIVM) menyatakan sebagian besar korban berusia lebih dari 80 tahun. Lembaga itu menilai kematian tersebut sangat mungkin berkaitan dengan cuaca panas ekstrem, meskipun penyebab pasti setiap kasus masih diselidiki.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan pencatatan RIVM, sebanyak 586 kematian terjadi pada 22\u201328 Juni 2026. Sebanyak 325 kematian lainnya tercatat pada 29 Juni\u20135 Juli 2026 sehingga jumlah keseluruhan mencapai 911 orang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Data tersebut, sebagaimana diberitakan Cnn Indonesia, Kamis, (16\/07\/2026), menunjukkan kematian paling banyak terjadi di kawasan selatan dan timur Belanda yang mencatat suhu tinggi selama gelombang panas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">RIVM menjelaskan kemampuan organ tubuh lansia bekerja secara efektif cenderung menurun. Kelompok tersebut juga lebih sedikit berkeringat dan lebih mudah mengalami dehidrasi ketika terpapar suhu ekstrem.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Risiko kesehatan turut meningkat pada orang yang memiliki penyakit kronis pada jantung, pembuluh darah, dan paru-paru. Cuaca panas dapat memperburuk gejala penyakit yang telah diderita, terlebih ketika disertai kualitas udara yang buruk.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kondisi ekstrem tersebut membuat Badan Meteorologi Belanda untuk pertama kalinya mengeluarkan peringatan cuaca pada tingkat tertinggi. Suhu di sejumlah wilayah Belanda sempat mencapai 38\u201340 derajat Celsius.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gelombang panas juga melanda beberapa negara Eropa lainnya selama dua bulan terakhir, termasuk Prancis dan Jerman. Jaringan Pemantauan Kematian Eropa atau European Mortality Monitoring (EuroMOMO) mencatat 10.650 kematian di seluruh Eropa selama periode cuaca panas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lebih dari 9.000 korban yang tercatat EuroMOMO berusia 65 tahun ke atas. Data tersebut memperlihatkan besarnya dampak suhu ekstrem terhadap kelompok lansia di berbagai negara Eropa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Terjadinya angka berlebih seperti ini di waktu seperti ini di tahun ini sungguh tidak biasa. Angkatannya sangat tinggi,&#8221; kata Kepala Dokter Statens Serum Institut Denmark Lasse Vestergaard yang menginisiasi EuroMOMO.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Sulit untuk menjelaskan angka kematian berlebih (excess) yang tinggi ini selain karena cuaca panas ekstrem,&#8221; imbuh dia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Temuan tersebut menegaskan pentingnya perlindungan khusus bagi lansia dan warga dengan penyakit kronis ketika gelombang panas terjadi. Pemerintah dan layanan kesehatan perlu memperkuat peringatan dini, memastikan ketersediaan air minum, memantau warga rentan, serta mengurangi paparan aktivitas di luar ruangan saat suhu mencapai tingkat berbahaya. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>RIVM mencatat 911 kematian selama gelombang panas di Belanda, dengan mayoritas korban berusia di atas 80 tahun dan tinggal di wilayah bersuhu paling tinggi. AMSTERDAM &#8211; Warga lanjut usia menjadi kelompok paling rentan dalam gelombang panas ekstrem yang melanda Belanda pada 22 Juni hingga 5 Juli 2026. Sebanyak 911 kematian tercatat selama periode tersebut, terutama &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":196080,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2254],"tags":[42879,42878,16963,41872,42877,38142,11991,41873,13555,38278,16036,41874,9711,42880,42882,42881],"class_list":["post-196067","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-berita-internasional","tag-911-kematian-belanda","tag-cuaca-ekstrem-eropa","tag-dehidrasi","tag-euromomo","tag-gelombang-panas-belanda","tag-gelombang-panas-eropa","tag-jerman","tag-kematian-berlebih","tag-kesehatan-lansia","tag-krisis-iklim","tag-lansia-meninggal","tag-lasse-vestergaard","tag-prancis","tag-rivm","tag-statens-serum-institut","tag-suhu-40-derajat-celsius"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/196067","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=196067"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/196067\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":196083,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/196067\/revisions\/196083"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/196080"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=196067"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=196067"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=196067"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}