{"id":196209,"date":"2026-07-17T22:07:50","date_gmt":"2026-07-17T14:07:50","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=196209"},"modified":"2026-07-17T22:07:50","modified_gmt":"2026-07-17T14:07:50","slug":"skandal-suap-5-814-pns-thailand-terancam-diskors","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/skandal-suap-5-814-pns-thailand-terancam-diskors\/","title":{"rendered":"Skandal Suap, 5.814 PNS Thailand Terancam Diskors"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Kemendagri Thailand meninjau sekitar 800 ribu lembar jawaban setelah menemukan kejanggalan pada 5.814 PNS yang diduga terkait manipulasi nilai dan suap dalam ujian pengangkatan serta promosi jabatan.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>BANGKOK <\/b>&#8211; Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Thailand akan memeriksa sekitar 800 ribu lembar jawaban setelah menemukan kejanggalan pada hasil ujian 5.814 pegawai negeri sipil (PNS). Pemeriksaan massal itu dilakukan untuk mengungkap dugaan manipulasi nilai dalam proses pengangkatan dan promosi jabatan pemerintahan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ribuan PNS tersebut terancam dikenai penangguhan dari tugasnya hingga komite terkait mengeluarkan keputusan. Dugaan kecurangan mencuat setelah penyelidik menemukan aliran dana suap sebesar 800 ribu baht atau sekitar Rp429 juta kepada pejabat pada Juni 2026.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dana tersebut diduga digunakan untuk mengubah hasil ujian kandidat secara elektronik agar peserta tertentu dapat memenuhi syarat pengangkatan atau memperoleh promosi dalam pemerintahan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pejabat Kemendagri Thailand Unsit Sampuntharat mengatakan penyelidikan kepolisian menemukan kejanggalan pada 5.814 peserta ujian. Penangguhan terhadap para peserta bermasalah akan diputuskan setelah hasil pemeriksaan dibahas oleh komite.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kerugiannya sangat besar, dan ini tidak adil bagi mereka yang memperoleh jabatannya secara jujur,&#8221; kata Unsit, sebagaimana diberitakan Cnn Indonesia, Jumat, (17\/07\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peninjauan terhadap ratusan ribu lembar ujian diperlukan untuk mengetahui skala dugaan manipulasi, termasuk kemungkinan keterlibatan peserta, pejabat, dan pihak lain dalam perubahan nilai secara elektronik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penyelidikan perkara tersebut telah berlangsung selama 17 hari dan melibatkan kepolisian bersama lembaga antikorupsi Thailand. Aparat sejauh ini menangkap dua laki-laki dan seorang perempuan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketiganya dituduh melakukan sejumlah pelanggaran, termasuk menghancurkan dan menyembunyikan dokumen resmi. Salah seorang terduga pelaku ditangkap setelah sempat melarikan diri ke Laos.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apabila dinyatakan bersalah, para terduga pelaku terancam denda dan hukuman penjara hingga lima tahun. Aparat masih mendalami aliran dana serta peran setiap pihak dalam dugaan perubahan hasil ujian tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perdana Menteri (PM) Thailand Anutin Charnvirakul mengecam dugaan penipuan itu sebagai sesuatu yang &#8220;menjijikkan&#8221;. Ia menilai kecurangan dalam proses pengangkatan aparatur berpotensi melahirkan pejabat yang memperoleh kekuasaan melalui praktik korupsi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anutin juga memperingatkan munculnya &#8220;lingkaran setan&#8221; ketika pejabat menggunakan cara korup untuk mendapatkan jabatan dan kewenangan, kemudian memanfaatkan posisi tersebut untuk melakukan korupsi lebih lanjut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">PNS Thailand memperoleh penghasilan sekitar Rp9,5 juta hingga Rp41 juta per bulan, bergantung pada pangkat dan jabatannya. Temuan dugaan kecurangan tersebut dinilai dapat merusak prinsip persaingan yang adil dalam sistem rekrutmen dan promosi aparatur negara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Audit menyeluruh terhadap hasil ujian diharapkan dapat memastikan hanya peserta yang memenuhi persyaratan secara jujur yang tetap memperoleh jabatan. Pemerintah Thailand juga dituntut memperkuat pengamanan sistem ujian elektronik agar manipulasi serupa tidak kembali terjadi. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kemendagri Thailand meninjau sekitar 800 ribu lembar jawaban setelah menemukan kejanggalan pada 5.814 PNS yang diduga terkait manipulasi nilai dan suap dalam ujian pengangkatan serta promosi jabatan. BANGKOK &#8211; Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Thailand akan memeriksa sekitar 800 ribu lembar jawaban setelah menemukan kejanggalan pada hasil ujian 5.814 pegawai negeri sipil (PNS). Pemeriksaan massal itu &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":196218,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2254],"tags":[43143,36672,43144,43137,43145,43146,43141,43148,43142,43136,25133,43149,43139,43140,8529,43147,43138],"class_list":["post-196209","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-berita-internasional","tag-5-814-pns","tag-anutin-charnvirakul","tag-audit-800-ribu-lembar-ujian","tag-kemendagri-thailand","tag-korupsi-thailand","tag-lembaga-antikorupsi","tag-manipulasi-nilai-ujian","tag-penangguhan-pns","tag-pengangkatan-pns","tag-pns-thailand","tag-promosi-jabatan","tag-skandal-suap-rp429-juta","tag-skandal-ujian-pns","tag-suap-pejabat-thailand","tag-thailand","tag-ujian-elektronik","tag-unsit-sampuntharat"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/196209","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=196209"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/196209\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":196223,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/196209\/revisions\/196223"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/196218"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=196209"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=196209"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=196209"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}