{"id":196242,"date":"2026-07-18T10:38:27","date_gmt":"2026-07-18T02:38:27","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=196242"},"modified":"2026-07-18T10:38:27","modified_gmt":"2026-07-18T02:38:27","slug":"karhutla-singkawang-padam-total-setelah-pembasahan-intensif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/karhutla-singkawang-padam-total-setelah-pembasahan-intensif\/","title":{"rendered":"Karhutla Singkawang Padam Total Setelah Pembasahan Intensif"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Tim gabungan melakukan pembasahan total di lahan terbakar seluas dua hektare untuk memastikan bara tidak kembali menyala dan menjalar ke perkebunan warga di Singkawang Utara.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>SINGKAWANG<\/strong> &#8211; Tim gabungan menuntaskan pembasahan lahan seluas dua hektare di Jalan Demang Akub, Kelurahan Sungai Bulan, Kecamatan Singkawang Utara, Kota Singkawang, Jumat (17\/07\/2026), untuk memastikan bara kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak kembali menyala maupun menjalar ke perkebunan produktif milik warga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penanganan karhutla tersebut dilakukan sejak Selasa (14\/07\/2026) oleh Daerah Operasi (Daops) Manggala Agni Kalimantan IX\/Singkawang bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), relawan, dan masyarakat setempat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Operasi itu, sebagaimana diberitakan Tribun Pontianak, Jumat, (17\/07\/2026), memasuki tahap pembasahan total atau mopping up setelah penjalaran api berhasil dihentikan. Tahapan tersebut dilakukan untuk mencari dan memadamkan bara yang masih tersembunyi di bawah permukaan tanah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Daops Manggala Agni Kalimantan IX\/Singkawang Yuyu Wahyudin mengatakan pemetaan lokasi dan pembagian tugas dilakukan sebelum personel bergerak ke area kebakaran. Strategi tersebut diprioritaskan untuk mencegah api mencapai kebun produktif milik masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Sebelum pergerakan darat dimulai, tim terlebih dahulu menggelar briefing dan apel di lapangan. Hal ini penting untuk memetakan strategi dan menentukan skala prioritas agar penjalaran api tidak meluas ke area perkebunan produktif milik warga,&#8221; ujar Yuyu Wahyudin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebanyak 35 personel dikerahkan dalam operasi tersebut. Tim terdiri atas delapan personel Manggala Agni, tujuh anggota Polri, tiga personel BPBD, satu anggota TNI, serta belasan relawan dari Masyarakat Peduli Api (MPA) 59, MPA Sungai Bulan, dan warga sekitar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala karena lokasi kebakaran didominasi pohon akasia, hutan campuran, dan semak belukar. Struktur tanah mineral berpasir juga menyulitkan petugas mempertahankan aliran air pada titik-titik yang masih menyimpan panas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain kondisi lahan, embusan angin turut meningkatkan risiko api kembali menyebar ke kawasan di sekitarnya. &#8220;Ditambah lagi, embusan angin di lokasi mencapai kecepatan 11 Km\/Jam di bawah cuaca yang cerah berawan,&#8221; ungkap Yuyu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tim gabungan memanfaatkan sumber air dari parit terdekat dengan lebar sekitar tujuh meter dan kedalaman lima meter. Ketinggian permukaan air di parit tersebut tercatat sekitar 70 sentimeter.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk mendukung pemadaman, petugas mengoperasikan dua unit mesin pompa Mini Striker, satu unit mesin Waterax, 15 gulung selang kirim, serta peralatan pendukung berupa jet shooter dan kepyok.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemadaman darat berlangsung intensif mulai pukul 10.30 hingga 16.00 Waktu Indonesia Barat (WIB). Pada tahap awal, petugas berhasil mengisolasi api di area seluas 0,5 hektare. Penanganan kemudian dilanjutkan pada area tersisa seluas 1,5 hektare hingga seluruh titik api dan bara dinyatakan padam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Berdasarkan evaluasi akhir di lapangan, situasi kebakaran lahan saat ini sudah dapat dikendalikan sepenuhnya dan dinyatakan padam total. Tim juga sudah mengemas seluruh sarpras untuk kembali ke Posko Darurat Karhutla,&#8221; tegas Yuyu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meski api telah padam, Manggala Agni meminta masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan munculnya titik api baru. Warga juga diimbau segera melapor kepada posko terdekat apabila menemukan asap, bara, atau tanda-tanda kebakaran agar penanganan dapat dilakukan sebelum api meluas ke permukiman dan lahan produktif. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tim gabungan melakukan pembasahan total di lahan terbakar seluas dua hektare untuk memastikan bara tidak kembali menyala dan menjalar ke perkebunan warga di Singkawang Utara. SINGKAWANG &#8211; Tim gabungan menuntaskan pembasahan lahan seluas dua hektare di Jalan Demang Akub, Kelurahan Sungai Bulan, Kecamatan Singkawang Utara, Kota Singkawang, Jumat (17\/07\/2026), untuk memastikan bara kebakaran hutan dan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":196244,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2273,39],"tags":[43184,43182,19375,43176,43177,43187,43178,43186,43183,26000,43185,43181,43180,43188,43179],"class_list":["post-196242","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kota-singkawang-provinsi-kalimantan-barat-kalbar","tag-bpbd-singkawang","tag-jalan-demang-akub","tag-karhutla-kalimantan-barat","tag-karhutla-singkawang","tag-kebakaran-lahan-singkawang","tag-kebun-produktif-warga","tag-manggala-agni-singkawang","tag-mopping-up","tag-mpa-sungai-bulan","tag-pemadaman-karhutla","tag-pembasahan-lahan","tag-singkawang-utara","tag-sungai-bulan","tag-tim-gabungan-karhutla","tag-yuyu-wahyudin"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/196242","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=196242"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/196242\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":196246,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/196242\/revisions\/196246"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/196244"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=196242"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=196242"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=196242"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}