{"id":196261,"date":"2026-07-18T11:06:32","date_gmt":"2026-07-18T03:06:32","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=196261"},"modified":"2026-07-18T11:06:32","modified_gmt":"2026-07-18T03:06:32","slug":"31-karhutla-terjadi-di-palangka-raya-kualitas-udara-mulai-menurun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/31-karhutla-terjadi-di-palangka-raya-kualitas-udara-mulai-menurun\/","title":{"rendered":"31 Karhutla Terjadi di Palangka Raya, Kualitas Udara Mulai Menurun"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Kualitas udara di sejumlah wilayah Kalteng mulai bergeser dari kategori baik menjadi sedang, sementara pemantauan belum optimal akibat kerusakan dan ketiadaan alat AQMS.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>PALANGKA RAYA<\/strong> &#8211; Penurunan kualitas udara mulai terpantau di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) seiring meningkatnya kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena empat daerah belum dapat memperbarui data akibat kerusakan alat pemantau, sedangkan lima kabupaten lainnya belum memiliki perangkat pemantauan udara secara langsung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hasil pemantauan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalteng hingga Jumat (17\/07\/2026) pukul 14.00 Waktu Indonesia Barat (WIB) menunjukkan belum ada kabupaten atau kota yang masuk kategori kualitas udara tidak sehat. Namun, kualitas udara dalam beberapa hari terakhir mulai bergeser dari kategori baik menjadi sedang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala DLH Provinsi Kalteng Joni Harta mengatakan kondisi udara dipantau melalui perangkat Air Quality Monitoring System (AQMS) yang aktif di sejumlah kabupaten dan kota.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Saat ini kategori kualitas udara yang terpantau dari ISPU masih dalam kondisi baik dan sedang berdasarkan hasil pembaruan dari kabupaten dan kota yang memiliki alat AQMS aktif,&#8221; ujarnya kepada Radar Sampit, Jumat (17\/07\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) terendah tercatat di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) dengan nilai 18 berdasarkan parameter kritis nitrogen dioksida atau NO\u2082. Sementara itu, Kabupaten Gunung Mas mencatat nilai ISPU 54 berdasarkan parameter partikulat berukuran kurang dari 2,5 mikrometer (PM2.5).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kabupaten Barito Selatan dan Kabupaten Murung Raya masing-masing mencatat nilai ISPU 93, sedangkan Kabupaten Katingan berada pada nilai 86. Data tersebut menunjukkan kualitas udara di sejumlah wilayah mulai mendekati batas atas kategori sedang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di sisi lain, pemantauan di Kabupaten Kapuas, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kota Palangka Raya, dan Kabupaten Pulang Pisau belum dapat diperbarui karena alat AQMS mengalami kerusakan. Perangkat tersebut masih menunggu pemeliharaan dari Kementerian Lingkungan Hidup.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Keterbatasan pemantauan juga terjadi di Kabupaten Barito Utara, Kabupaten Barito Timur, Kabupaten Lamandau, Kabupaten Seruyan, dan Kabupaten Sukamara karena kelima daerah itu belum memiliki alat pemantau kualitas udara secara real time.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Joni mengingatkan kondisi udara dapat berubah menjadi tidak sehat apabila luas karhutla dan jumlah titik panas atau hotspot terus meningkat. Pernyataan itu disampaikan sebagaimana diberitakan Radar Sampit, Jumat, (17\/07\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Belum terdapat kabupaten atau kota yang memiliki kualitas udara tidak baik. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan apabila terjadi karhutla yang lebih besar atau jumlah hotspot meningkat, kualitas udara bisa menjadi tidak sehat,&#8221; tegas Joni.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurutnya, karhutla masih menjadi faktor utama yang memengaruhi penurunan kualitas udara di Kalteng. Suhu tinggi selama musim kemarau dan aktivitas manusia turut memperburuk kondisi udara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai langkah pencegahan, DLH Kalteng memasang spanduk imbauan penanggulangan karhutla di sejumlah kabupaten serta lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD). Masyarakat juga diminta menghentikan kegiatan pembakaran di sekitar rumah dan lahan terbuka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Warga disarankan mulai menggunakan masker serta membatasi aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara semakin menurun. Masyarakat juga diminta memperbanyak konsumsi air putih dan menyiapkan obat bagi penderita asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), dan penyakit jantung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Apabila kualitas udara terus memburuk, masyarakat diharapkan segera melakukan langkah-langkah mitigasi agar dampaknya terhadap kesehatan dapat diminimalkan,&#8221; imbuh Joni.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">DLH Kalteng meminta masyarakat memantau perkembangan udara melalui laman resmi ISPU Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cMasyarakat dapat mengakses informasi terbaru mengenai kualitas udara di Kalimantan Tengah melalui situs resmi ISPU KLHK pada link : ttps:\/\/ispu.kemenlh.go.id,\u201dpungkas Joni Harta.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, Manajer Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya Balap mengatakan kualitas udara di Palangka Raya masih berada pada kategori sedang. Nilai Indeks Kualitas Udara atau Air Quality Index (AQI) tercatat berkisar 72\u201392.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Konsentrasi polutan utama PM2.5 tercatat sekitar 23 mikrogram per meter kubik. Kondisi tersebut dinilai masih relatif aman, tetapi tetap perlu diwaspadai karena jumlah kejadian karhutla terus bertambah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Sejak 1 Juni 2026 hingga saat ini telah terjadi 31 kejadian karhutla. Wilayah terbanyak berada di Kecamatan Jekan Raya dengan 25 kejadian, sedangkan kawasan yang sangat rawan meliputi Kecamatan Jekan Raya dan Sabangau,&#8221; paparnya,Jumat (17\/07\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">BPBD Kota Palangka Raya mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membakar sampah di ruang terbuka, dan tidak membuang puntung rokok sembarangan. Warga juga diminta memastikan tidak ada api yang ditinggalkan saat beraktivitas di kawasan hutan maupun lahan gambut untuk mencegah penurunan kualitas udara dan meluasnya karhutla. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kualitas udara di sejumlah wilayah Kalteng mulai bergeser dari kategori baik menjadi sedang, sementara pemantauan belum optimal akibat kerusakan dan ketiadaan alat AQMS. PALANGKA RAYA &#8211; Penurunan kualitas udara mulai terpantau di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) seiring meningkatnya kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena empat daerah &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":196263,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2259,2264],"tags":[43235,43234,43232,13255,43230,43233,17008,43231,36775,38242,43229,41131,41382,43236,39309,39523],"class_list":["post-196261","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-tengah","category-kota-palangkaraya-provinsi-kalimantan-tengah","tag-alat-pemantau-udara-rusak","tag-aqi-palangka-raya","tag-aqms-kalteng","tag-bpbd-palangka-raya","tag-dlh-kalteng","tag-ispu-kalteng","tag-jekan-raya","tag-joni-harta","tag-karhutla-kalimantan-tengah","tag-karhutla-palangka-raya","tag-kualitas-udara-kalteng","tag-musim-kemarau-kalteng","tag-pm2-5","tag-polusi-udara-kalteng","tag-sabangau","tag-titik-panas-kalteng"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/196261","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=196261"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/196261\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":196264,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/196261\/revisions\/196264"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/196263"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=196261"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=196261"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=196261"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}