{"id":196267,"date":"2026-07-18T11:26:54","date_gmt":"2026-07-18T03:26:54","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=196267"},"modified":"2026-07-18T11:26:54","modified_gmt":"2026-07-18T03:26:54","slug":"jutaan-ikan-muncul-harga-di-muara-beloan-terancam-anjlok","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/jutaan-ikan-muncul-harga-di-muara-beloan-terancam-anjlok\/","title":{"rendered":"Jutaan Ikan Muncul, Harga di Muara Beloan Terancam Anjlok"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Kemunculan jutaan ikan dalam fenomena Bangai membuka potensi ekonomi besar, tetapi keterbatasan transportasi, pasar, dan fasilitas pengolahan membuat harga ikan rentan jatuh.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>KUTAI BARAT<\/strong> &#8211; Fenomena Bangai yang kembali memunculkan jutaan ikan di Sungai Beloan menjadi berkah sekaligus tantangan ekonomi bagi warga Kampung Muara Beloan, Kecamatan Muara Pahu, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Kalimantan Timur (Kaltim). Melimpahnya hasil tangkapan berpotensi menekan harga ikan karena belum ditunjang akses transportasi, pasar, dan fasilitas pengolahan yang memadai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Fenomena tahunan itu terjadi ketika debit air menyusut setelah banjir besar disusul musim kemarau. Ikan yang sebelumnya masuk ke danau dan rawa untuk mencari makan serta berkembang biak kemudian bergerak secara bersamaan menuju alur Sungai Beloan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hamparan ikan dapat memenuhi permukaan sungai sepanjang 15 hingga 20 kilometer. Warga memanfaatkan kemunculan ikan tersebut dengan menggunakan jala, sero, dan tombak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Petinggi Kampung Muara Beloan Rudy Suhartono menjelaskan wilayahnya memiliki kawasan perairan sekitar 8.430 hektare. Sekitar 95 persen kawasan tersebut berupa rawa dalam dan rawa dangkal, serta terdapat dua danau besar, yakni Danau Paut dan Danau Beranda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ketika banjir datang, ikan-ikan dari sungai masuk ke danau dan rawa untuk mencari makan sekaligus berkembang biak. Saat air mulai surut dan cuaca panas, ikan-ikan itu keluar secara berbondong-bondong menuju alur sungai. Masyarakat Kutai menyebut fenomena ini Bangai,&#8221; ujar Rudy, sebagaimana diberitakan Tribun Kaltim, Jumat, (17\/07\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Rudy, fenomena tersebut dapat berlangsung selama tiga hari hingga dua minggu, bergantung pada cuaca. Hujan yang kembali turun akan menaikkan permukaan air dan membuat ikan menyebar, sedangkan kemarau berkepanjangan menyebabkan ikan terus memenuhi permukaan sungai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ikan-ikan yang bermunculan itu yang saat ini menjadi viral. Ikan air tawar jenis biawan dan kendia,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Video yang memperlihatkan jutaan ikan bergerombol di Sungai Beloan kemudian menyebar luas di media sosial. Rekaman tersebut menarik perhatian masyarakat karena memperlihatkan kepadatan ikan yang hanya muncul pada waktu tertentu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rudy mengatakan ikan yang mendominasi fenomena kali ini adalah jenis biawan dan kendia. Selain itu, perairan Muara Beloan juga menjadi habitat ikan haruan, baung, patin, jelawat, dan berbagai jenis ikan sungai lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8221; Ikan-ikan itu jenis biawan dan kendia timbulan semua atas sepanjang sungai&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meski hasil tangkapan meningkat, warga menghadapi persoalan pemasaran karena jumlah ikan jauh melampaui permintaan. Kondisi tersebut pernah membuat harga ikan turun tajam hingga tidak sebanding dengan hasil tangkapan warga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Dulu sempat laku Rp5 ribu per kilogram, kemudian turun menjadi Rp2 ribu, bahkan sampai Rp1.000 per kilogram karena terlalu banyak ikan dan tidak ada lagi yang membeli,&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemerintah Kampung (Pemkam) Muara Beloan sebelumnya telah berupaya memasarkan ikan ke daerah lain. Namun, keterbatasan transportasi dan belum tersedianya fasilitas pengolahan berkapasitas besar menjadi hambatan utama dalam menyerap hasil tangkapan saat fenomena Bangai berlangsung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kondisi itu menunjukkan perlunya penguatan fasilitas penyimpanan dingin, pengolahan hasil perikanan, dan jaringan pemasaran agar kelimpahan ikan dapat memberikan nilai ekonomi yang lebih baik bagi masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemkam Muara Beloan mempersilakan masyarakat dari luar wilayah datang untuk mengambil ikan. Namun, pengunjung diminta menjaga kondisi sungai dan tidak turun langsung ke alur air karena aktivitas tersebut dapat mengeruhkan air serta mengancam ikan di keramba warga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kami tidak melarang orang mengambil ikan, tetapi tetap harus menjaga adab dan lingkungan. Jangan sampai air menjadi keruh karena bisa menyebabkan ikan di keramba warga mati,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai salah satu sentra ikan air tawar di Kubar, Muara Beloan memiliki potensi perikanan yang besar. Dukungan infrastruktur pengolahan, transportasi, dan pemasaran diperlukan agar fenomena Bangai tidak hanya menjadi tontonan tahunan, tetapi juga mampu meningkatkan pendapatan warga tanpa mengganggu kelestarian sungai dan usaha keramba masyarakat. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kemunculan jutaan ikan dalam fenomena Bangai membuka potensi ekonomi besar, tetapi keterbatasan transportasi, pasar, dan fasilitas pengolahan membuat harga ikan rentan jatuh. KUTAI BARAT &#8211; Fenomena Bangai yang kembali memunculkan jutaan ikan di Sungai Beloan menjadi berkah sekaligus tantangan ekonomi bagi warga Kampung Muara Beloan, Kecamatan Muara Pahu, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Kalimantan Timur (Kaltim). &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":196278,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,26,483],"tags":[43262,43273,43272,43261,24357,43269,43265,43266,43267,32216,5544,1656,32214,32215,1838,43271,43270,43264,43268,43263],"class_list":["post-196267","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kabupaten-kutai-barat","tag-bangai-kutai-barat","tag-danau-beranda","tag-danau-paut","tag-fenomena-bangai","tag-harga-ikan","tag-hasil-tangkapan-nelayan","tag-ikan-biawan","tag-ikan-kendia","tag-jutaan-ikan","tag-kabupaten-kutai-barat","tag-kalimantan-timur","tag-kaltim","tag-kampung-muara-beloan","tag-kecamatan-muara-pahu","tag-kubar","tag-pemasaran-ikan","tag-pengolahan-ikan","tag-rudy-suhartono","tag-sentra-ikan-air-tawar","tag-sungai-beloan"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/196267","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=196267"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/196267\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":196279,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/196267\/revisions\/196279"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/196278"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=196267"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=196267"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=196267"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}