{"id":196605,"date":"2026-07-20T14:46:26","date_gmt":"2026-07-20T06:46:26","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=196605"},"modified":"2026-07-20T14:46:26","modified_gmt":"2026-07-20T06:46:26","slug":"rebusan-gratis-warnai-nobar-final-piala-dunia-di-mahulu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/rebusan-gratis-warnai-nobar-final-piala-dunia-di-mahulu\/","title":{"rendered":"Rebusan Gratis Warnai Nobar Final Piala Dunia di Mahulu"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Panitia nobar Final Piala Dunia 2026 di Tribun Ujoh Bilang membagikan aneka rebusan dan jahe hangat secara gratis untuk memperkenalkan pangan lokal kepada masyarakat.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>MAHAKAM ULU<\/strong>\u00a0&#8211; Nonton bareng (nobar) Final Piala Dunia 2026 di Tribun Ujoh Bilang, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Senin (20\/07\/2026), dimanfaatkan sebagai sarana memperkenalkan pangan lokal melalui pembagian aneka makanan rebus dan minuman jahe hangat secara gratis kepada masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Alih-alih menyediakan makanan cepat saji, panitia menyajikan jagung, ubi, pisang, dan kacang rebus. Sajian tradisional tersebut menjadi bagian dari upaya mengajak masyarakat memilih makanan yang dinilai lebih sehat sekaligus meningkatkan minat terhadap hasil pangan lokal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Minuman jahe hangat juga dibagikan tanpa dipungut biaya kepada seluruh penonton. Hidangan itu menambah keakraban suasana nobar, terutama ketika masyarakat menikmati makanan bersama pada jeda pertandingan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Wakil Bupati (Wabup) Mahulu Suhuk mengapresiasi konsep penyelenggaraan tersebut karena kegiatan olahraga dapat sekaligus menjadi ruang edukasi mengenai pangan lokal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Panitia menyiapkan makanan tradisional. Harapan kita, olahan seperti ini bisa membangkitkan minat masyarakat untuk lebih banyak mengonsumsi pangan lokal,&#8221; ujar Suhuk sebagaimana diberitakan Tribunkaltim, Senin, (20\/07\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Suhuk, makanan rebus dapat menjadi pilihan dalam kegiatan yang menghadirkan banyak masyarakat karena proses pengolahannya tidak menggunakan minyak seperti makanan gorengan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ini lebih sehat karena jauh dari olahan gorengan yang banyak lemak,&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penyediaan pangan lokal tersebut menjadi salah satu daya tarik dalam pelaksanaan nobar Final Piala Dunia 2026 di Mahulu. Banyak penonton memanfaatkan jeda pertandingan untuk menikmati makanan dan minuman yang telah disiapkan panitia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain mempererat kebersamaan masyarakat melalui pertandingan sepak bola, kegiatan itu menunjukkan bahwa agenda hiburan dapat dikemas sebagai sarana memperkenalkan makanan tradisional. Konsep serupa diharapkan dapat mendorong pangan lokal semakin sering disajikan dalam berbagai kegiatan masyarakat di Mahulu. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Panitia nobar Final Piala Dunia 2026 di Tribun Ujoh Bilang membagikan aneka rebusan dan jahe hangat secara gratis untuk memperkenalkan pangan lokal kepada masyarakat. MAHAKAM ULU\u00a0&#8211; Nonton bareng (nobar) Final Piala Dunia 2026 di Tribun Ujoh Bilang, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Senin (20\/07\/2026), dimanfaatkan sebagai sarana memperkenalkan pangan lokal melalui pembagian &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":196608,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,26,1173],"tags":[41232,43734,43729,5544,1656,6702,43732,35381,43731,27036,43733,21016,43730,43728,10098],"class_list":["post-196605","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kabupaten-mahakam-ulu-kalimantan-timur","tag-final-piala-dunia-2026","tag-jahe-hangat","tag-kabupaten-mahakam-ulu","tag-kalimantan-timur","tag-kaltim","tag-mahulu","tag-makanan-tradisional","tag-nobar-piala-dunia","tag-pangan-lokal-mahulu","tag-pangan-sehat","tag-rebusan-gratis","tag-suhuk","tag-tribun-ujoh-bilang","tag-ujoh-bilang","tag-wabup-mahulu"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/196605","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=196605"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/196605\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":196611,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/196605\/revisions\/196611"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/196608"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=196605"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=196605"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=196605"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}