{"id":196709,"date":"2026-07-21T11:28:22","date_gmt":"2026-07-21T03:28:22","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=196709"},"modified":"2026-07-21T11:53:41","modified_gmt":"2026-07-21T03:53:41","slug":"karhutla-dua-hektare-di-bengkayang-berhasil-dikendalikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/karhutla-dua-hektare-di-bengkayang-berhasil-dikendalikan\/","title":{"rendered":"Karhutla Dua Hektare di Bengkayang Berhasil Dikendalikan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Tim gabungan berhasil memadamkan kebakaran seluas sekitar dua hektare yang sempat mengancam pondok kebun dan kawasan di sekitarnya.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BENGKAYANG<\/strong> &#8211; Ancaman kebakaran yang berjarak sekitar 100 meter dari pondok kebun warga di Desa Sungai Jaga B, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang (Bengkayang), Kalimantan Barat (Kalbar), berhasil dihentikan setelah tim gabungan melakukan operasi pemadaman selama tiga hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Api yang membakar kawasan Area Peruntukan Lain (APL) seluas sekitar dua hektare itu dinyatakan padam sepenuhnya pada Senin (20\/07\/2026). Penanganan tersebut mencegah kobaran api menjalar ke kebun produktif dan kawasan permukiman di sekitarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Daerah Operasi (Daops) Manggala Agni Kalimantan IX\/Singkawang Yuyu Wahyudin mengatakan, hasil pemeriksaan pada hari ketiga menunjukkan tidak ada lagi titik api aktif di lokasi, sebagaimana diberitakan Tribunpontianak, Senin, (20\/07\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Berdasarkan hasil evaluasi dan pengamatan langsung tim di lapangan pada hari ketiga, titik api dipastikan telah terkendali dan padam sepenuhnya. Seluruh personel juga telah melakukan pengemasan sarana dan prasarana sebelum kembali ke Pondok Kerja (Ponja) Bengkayang,&#8221; ujar Yuyu Wahyudin, Senin (20\/07\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Operasi pemadaman bermula setelah tim melakukan pengecekan lapangan (ground check) terhadap titik panas (hotspot) yang terdeteksi sejak Kamis (16\/07\/2026). Personel kemudian diterjunkan untuk melokalisasi api agar kebakaran tidak meluas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Jarak titik api dengan pondok kebun milik warga hanya sekitar 100 meter. Karena itu, strategi utama yang kami lakukan adalah melokalisasi api agar tidak merambat ke area yang lebih luas,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penanganan melibatkan Manggala Agni Daops Kalimantan IX\/Singkawang Ponja Bengkayang, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Bengkayang, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), pemerintah desa, dan masyarakat setempat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Petugas menggunakan dua unit mesin pompa mini striker dengan memanfaatkan air dari parit sedalam sekitar 70 sentimeter. Vegetasi di lokasi kebakaran didominasi tanaman karet, akasia, resam, dan semak belukar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kondisi cuaca juga membantu mempercepat pembasahan lahan dan proses pendinginan area kebakaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Hujan yang turun pada malam sebelumnya membantu membasahi sekitar 0,3 hektare lahan yang terbakar, sedangkan sekitar 0,6 hektare sisanya berhasil dipadamkan secara manual oleh tim di lapangan,&#8221; kata Yuyu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meski api telah dipadamkan, masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berpotensi memicu kebakaran yang sulit dikendalikan, terutama selama musim kemarau.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Manggala Agni bersama instansi terkait akan terus meningkatkan patroli terpadu dan pemantauan dini sebagai langkah pencegahan karhutla di wilayah kerja Daops Kalimantan IX\/Singkawang,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Partisipasi masyarakat dalam melaporkan titik api dan menghindari pembakaran lahan dinilai menjadi bagian penting untuk mencegah kembali terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dapat mengganggu lingkungan, kesehatan, serta aktivitas warga. []\n<p>Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tim gabungan berhasil memadamkan kebakaran seluas sekitar dua hektare yang sempat mengancam pondok kebun dan kawasan di sekitarnya. BENGKAYANG &#8211; Ancaman kebakaran yang berjarak sekitar 100 meter dari pondok kebun warga di Desa Sungai Jaga B, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang (Bengkayang), Kalimantan Barat (Kalbar), berhasil dihentikan setelah tim gabungan melakukan operasi pemadaman selama tiga &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":196710,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[3488,19,2273],"tags":[4578,43837,43836,4861,43835,1530,25230,43838,1671,35033,43179],"class_list":["post-196709","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kabupaten-bengkayang-provinsi-kalimantan-barat-kalbar","category-hotnews","category-kalimantan-barat-kalbar","tag-bengkayang","tag-daops-kalimantan-ix-singkawang","tag-desa-sungai-jaga-b","tag-kalimantan-barat","tag-karhutla-bengkayang","tag-kebakaran-lahan","tag-kecamatan-sungai-raya","tag-kph-bengkayang","tag-manggala-agni","tag-titik-panas","tag-yuyu-wahyudin"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/196709","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=196709"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/196709\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":196722,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/196709\/revisions\/196722"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/196710"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=196709"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=196709"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=196709"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}