{"id":197103,"date":"2026-07-23T08:10:28","date_gmt":"2026-07-23T00:10:28","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=197103"},"modified":"2026-07-23T08:10:53","modified_gmt":"2026-07-23T00:10:53","slug":"petani-tanbu-targetkan-produksi-cabai-16-ton-per-bulan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/petani-tanbu-targetkan-produksi-cabai-16-ton-per-bulan\/","title":{"rendered":"Petani Tanbu Targetkan Produksi Cabai 1,6 Ton per Bulan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"206\" data-end=\"626\"><em>Budidaya 8.000 bibit cabai dengan metode tumpang sari di Tanbu ditargetkan menghasilkan 1,6 ton panen per bulan sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.<\/em><\/p>\n<p class=\"PDq2pG_selectionAnchorContainer\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"206\" data-end=\"626\"><strong>TANAH BUMBU<\/strong> &#8211; Upaya memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus didorong melalui peningkatan produksi hortikultura. Seorang petani di Kecamatan Simpang Empat menargetkan panen cabai rawit hingga 1,6 ton per bulan setelah menanam 8.000 bibit cabai di lahan seluas 0,7 hektare sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan pemerintah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"628\" data-end=\"891\">Petani, Alfiannor, mengatakan bibit cabai rawit jenis ori yang ditanam kini memasuki usia sekitar 45 hari atau 1,5 bulan. Pada fase tersebut, tanaman mulai beralih dari pertumbuhan vegetatif menuju fase generatif awal yang ditandai dengan munculnya bunga pertama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"893\" data-end=\"1221\">&#8220;Bibit yang kami tanam adalah cabai rawit jenis ori, kini masuk usia 1,5 bulan atau sekitar 45 hari, usia tersebut masa pemeliharaan dari pertumbuhan vegetatif yang fokus pada daun dan batang ke fase generatif awal, ini ditandai dengan munculnya bunga pertama,&#8221; kata Alfiannor, sebagaimana diberitakan Antara, Rabu (22\/07\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1223\" data-end=\"1558\">Ia menjelaskan, penanaman 8.000 bibit dilakukan dengan jarak tanam 50\u00d750 sentimeter atau 60\u00d760 sentimeter. Menurutnya, keberhasilan mencapai target produksi sangat bergantung pada pemeliharaan tanaman, mulai dari menjaga imunitas tanaman, mengendalikan kelembapan, hingga rutin memantau gejala daun layu maupun serangan penyakit patek.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1560\" data-end=\"1833\">Alfiannor optimistis hasil panen cabai tersebut mampu memenuhi kebutuhan pasar di Kecamatan Simpang Empat. Untuk meningkatkan produktivitas lahan, ia juga menerapkan metode tumpang sari dengan menanam jagung, labu kuning, dan sekitar 2.000 pohon pepaya di lokasi yang sama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1835\" data-end=\"2147\">&#8220;Selain cabai, dilokasi itu juga kami tanami jagung, labu kuning dan buah papaya hingga 2.000 pohon. Metode ini mampu memaksimalkan efisiensi ruang, meningkatkan kesuburan tanah, menekan hama, dan mengurangi risiko kegagalan panen sekaligus memberikan keuntungan ekonomi yang lebih besar bagi petani,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2149\" data-end=\"2391\">Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Tanbu, Robby Chandra, menyatakan pemerintah daerah mengapresiasi langkah para petani dalam menjaga stabilitas pasokan pangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2393\" data-end=\"2614\">&#8220;Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu juga menawarkan solusi bagi masyarakat &#8220;Bumi Bersujud&#8221; untuk ketahanan pangan. Solusi untuk ketahanan pangan dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti pemanfaatan pekarangan,&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2616\" data-end=\"2940\">Menurut Robby, masyarakat dapat memanfaatkan pekarangan untuk menanam berbagai tanaman pangan, seperti sayuran, buah-buahan, umbi-umbian, kacang-kacangan, maupun komoditas lainnya. Langkah tersebut dinilai mampu meningkatkan kemandirian pangan rumah tangga sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari pasar. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2942\" data-end=\"2963\">Redaksi08<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Budidaya 8.000 bibit cabai dengan metode tumpang sari di Tanbu ditargetkan menghasilkan 1,6 ton panen per bulan sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah. TANAH BUMBU &#8211; Upaya memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus didorong melalui peningkatan produksi hortikultura. Seorang petani di Kecamatan Simpang Empat menargetkan panen cabai rawit hingga &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":85,"featured_media":197104,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,2276,2278],"tags":[44383,12805,31937,44382,20793,9790,6790,4538,44386,35614,44385,9625,3166,44384],"class_list":["post-197103","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-selatan-kalsel","category-kabupaten-tanah-bumbu-provinsi-kalimantan-selatan","tag-alfiannor","tag-batulicin","tag-cabai-rawit","tag-dkpp-tanah-bumbu","tag-hortikultura","tag-kalimantan-selatan","tag-kalsel","tag-ketahanan-pangan","tag-pertanian-tanbu","tag-petani-cabai","tag-produksi-cabai","tag-tanah-bumbu","tag-tanbu","tag-tumpang-sari"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/197103","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/85"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=197103"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/197103\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":197105,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/197103\/revisions\/197105"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/197104"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=197103"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=197103"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=197103"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}