{"id":197122,"date":"2026-07-23T08:23:54","date_gmt":"2026-07-23T00:23:54","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=197122"},"modified":"2026-07-23T08:24:18","modified_gmt":"2026-07-23T00:24:18","slug":"bgn-gunakan-temuan-penyidik-untuk-perbaiki-program-mbg","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/bgn-gunakan-temuan-penyidik-untuk-perbaiki-program-mbg\/","title":{"rendered":"BGN Gunakan Temuan Penyidik untuk Perbaiki Program MBG"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"241\" data-end=\"606\"><em>BGN memanfaatkan hasil penyidikan Kejagung dalam kasus dugaan korupsi MBG sebagai dasar memperkuat pengawasan dan tata kelola program secara nasional.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"241\" data-end=\"606\"><strong>JAKARTA<\/strong> &#8211; Badan Gizi Nasional (BGN) memperkuat sistem pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menggandeng Kejaksaan Agung (Kejagung). Langkah ini ditempuh untuk membenahi tata kelola program sekaligus memanfaatkan temuan penyidik dalam perkara dugaan korupsi MBG sebagai bahan evaluasi agar pelaksanaan program menjadi lebih transparan dan efektif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"608\" data-end=\"965\">Kolaborasi tersebut disampaikan Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana, saat ditemui di Gedung Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, Jakarta, Rabu (22\/7). Ia menegaskan seluruh hasil penyelidikan akan menjadi masukan dalam penyempurnaan mekanisme pengawasan program, sebagaimana diberitakan Fin, Rabu (22\/07\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"967\" data-end=\"1156\">&#8220;Bahan-bahan dari sini kan kami gunakan untuk perbaikan. Apa pun yang ditemukan oleh teman-teman penyidik, kami akan gunakan untuk perbaikan untuk BGN biar lebih baik ke depannya,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1158\" data-end=\"1494\">Ketut merupakan salah satu dari lima pejabat eselon I baru yang ditunjuk untuk memperkuat pembenahan tata kelola BGN. Pengalamannya selama lebih dari 28 tahun di Kejagung diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengawasan terhadap berbagai potensi penyimpangan, termasuk dugaan keracunan maupun pelanggaran lain dalam pelaksanaan MBG.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1496\" data-end=\"2012\">Sementara itu, Kejagung tengah menangani perkara dugaan korupsi tata kelola MBG dan telah menetapkan tujuh tersangka. Mereka terdiri atas mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, mantan Wakil Kepala BGN Bidang Pengembangan Organisasi dan Hubungan Kelembagaan Lodewyk Pusung, mantan Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi Sony Sonjaya, Asep Yusuf Soemantri, Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal Andri Mulyono, Glory Harimas Sihombing, serta LMI yang menjabat Sekretaris Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2014\" data-end=\"2226\">Sinergi antara BGN dan Kejagung diharapkan memperkuat akuntabilitas pelaksanaan MBG di seluruh daerah sekaligus mencegah terulangnya penyimpangan dalam pengelolaan anggaran program strategis nasional tersebut. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2228\" data-end=\"2249\">Redaksi08<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BGN memanfaatkan hasil penyidikan Kejagung dalam kasus dugaan korupsi MBG sebagai dasar memperkuat pengawasan dan tata kelola program secara nasional. JAKARTA &#8211; Badan Gizi Nasional (BGN) memperkuat sistem pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menggandeng Kejaksaan Agung (Kejagung). Langkah ini ditempuh untuk membenahi tata kelola program sekaligus memanfaatkan temuan penyidik dalam perkara dugaan korupsi &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":85,"featured_media":197123,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,9295,35],"tags":[13588,11789,36116,4589,20975,2797,17096,44403,9302,9319,44402,36591],"class_list":["post-197122","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-jakarta","category-berita-nasional","tag-badan-gizi-nasional","tag-bgn","tag-dugaan-korupsi-mbg","tag-jakarta","tag-jampidsus","tag-kejagung","tag-kejaksaan-agung","tag-ketut-sumedana","tag-makan-bergizi-gratis","tag-mbg","tag-pengawasan-mbg","tag-tata-kelola-mbg"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/197122","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/85"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=197122"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/197122\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":197124,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/197122\/revisions\/197124"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/197123"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=197122"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=197122"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=197122"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}