{"id":197309,"date":"2026-07-23T21:15:03","date_gmt":"2026-07-23T13:15:03","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=197309"},"modified":"2026-07-24T03:19:48","modified_gmt":"2026-07-23T19:19:48","slug":"nyaris-dipatuk-kobra-warga-sebatik-selamat-setelah-menghindar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/nyaris-dipatuk-kobra-warga-sebatik-selamat-setelah-menghindar\/","title":{"rendered":"Nyaris Dipatuk Kobra, Warga Sebatik Selamat setelah Menghindar"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Seekor kobra sepanjang hampir dua meter dievakuasi dari tumpukan kayu di samping rumah warga Desa Setabu setelah nyaris menyerang orang tua Juliana.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>NUNUKAN<\/strong> &#8211; Keberadaan tumpukan kayu di sekitar rumah kembali menjadi perhatian setelah seekor ular kobra sepanjang hampir dua meter nyaris menyerang warga di Jalan Mantikas, Rukun Tetangga (RT) 01, Desa Setabu, Kecamatan Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan (Nunukan), Kalimantan Utara (Kaltara), Rabu (22\/07\/2026) sore. Peristiwa itu mendorong petugas mengingatkan masyarakat agar rutin membersihkan pekarangan dan meniadakan tempat yang berpotensi menjadi persembunyian ular.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Insiden bermula ketika orang tua Juliana (33) hendak mengambil balok kayu atau broti yang ditumpuk di samping rumah dekat jendela. Seekor kobra tiba-tiba keluar dan berusaha menyerang, tetapi korban berhasil menghindar sehingga tidak mengalami gigitan maupun luka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Juliana yang mengetahui kejadian tersebut segera menghubungi petugas penyelamatan pemadam kebakaran Sebatik Barat sekitar pukul 16.50 Waktu Indonesia Tengah (Wita). Sambil menunggu petugas tiba, ia memantau pergerakan ular agar keberadaannya tidak hilang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Komandan Regu (Danru) piket Ardiansyah bersama sejumlah petugas kemudian menuju lokasi dengan membawa tongkat penjepit ular, sarung tangan, helm, dan perlengkapan evakuasi lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Sesampainya di TKP, petugas bertemu pelapor lalu menyampaikan posisi terakhir ular kobra,&#8221; kata Ardiansyah, sebagaimana dilansir Simp4tik, Rabu, (22\/07\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah memperoleh informasi dari pelapor, petugas secara hati-hati memindahkan tumpukan kayu di samping rumah. Ular kemudian ditemukan bersembunyi di sela-sela kayu dan langsung dijepit menggunakan tongkat khusus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ular berhasil ditemukan dan ditangkap, setelah itu dibawa ke areal yang terbuka selanjutnya diamankan,&#8221; kata danru Ardiansyah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Proses evakuasi berlangsung sekitar tiga menit tanpa kendala. Tidak ada warga maupun petugas yang terluka selama penanganan berlangsung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ardiansyah menjelaskan, tumpukan kayu yang berada di dekat dinding rumah dapat menjadi tempat persembunyian ular karena kondisinya cenderung gelap, lembap, dan hangat. Area tersebut juga kerap didatangi tikus, cicak, dan katak yang menjadi sumber makanan ular.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Untuk mengusirnya, maka sebaiknya lakukan sanitasi secara rutin di sekitar rumah dan hindari penumpukan barang bekas atau kayu yang bisa menjadi tempat persembunyian ular,&#8221; tutup Ardiansyah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Masyarakat diminta tidak menangkap atau mengusir ular berbisa secara mandiri karena berisiko memicu serangan. Warga sebaiknya menjaga jarak, memantau posisi ular dari tempat aman, dan segera menghubungi petugas berwenang agar evakuasi dapat dilakukan menggunakan peralatan yang sesuai. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seekor kobra sepanjang hampir dua meter dievakuasi dari tumpukan kayu di samping rumah warga Desa Setabu setelah nyaris menyerang orang tua Juliana. NUNUKAN &#8211; Keberadaan tumpukan kayu di sekitar rumah kembali menjadi perhatian setelah seekor ular kobra sepanjang hampir dua meter nyaris menyerang warga di Jalan Mantikas, Rukun Tetangga (RT) 01, Desa Setabu, Kecamatan Sebatik &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":197310,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,27,2248],"tags":[11231,16971,44634,3449,2889,25404,44629,44633,44630,26842,44631,21537,44628,16974,44632],"class_list":["post-197309","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-utara-kaltara","category-kabupaten-nunukan-provinsi-kalimantan-utara","tag-ardiansyah","tag-evakuasi-ular","tag-jalan-mantikas","tag-kabupaten-nunukan","tag-kalimantan-utara","tag-kecamatan-sebatik-barat","tag-kobra-desa-setabu","tag-penyelamatan-satwa","tag-petugas-pemadam-kebakaran","tag-sanitasi-lingkungan","tag-tumpukan-kayu","tag-ular-berbisa","tag-ular-kobra-sebatik","tag-ular-masuk-rumah","tag-warga-nyaris-dipatuk-ular"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/197309","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=197309"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/197309\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":197311,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/197309\/revisions\/197311"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/197310"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=197309"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=197309"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=197309"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}