{"id":197371,"date":"2026-07-24T13:04:54","date_gmt":"2026-07-24T05:04:54","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=197371"},"modified":"2026-07-24T13:04:54","modified_gmt":"2026-07-24T05:04:54","slug":"bang-dhin-serukan-lapangan-sepak-bola-jadi-ruang-tumbuh-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/bang-dhin-serukan-lapangan-sepak-bola-jadi-ruang-tumbuh-anak\/","title":{"rendered":"Bang Dhin Serukan Lapangan Sepak Bola Jadi Ruang Tumbuh Anak"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>PSSI Kalsel mendorong pembinaan sepak bola usia dini yang mengutamakan karakter, kegembiraan bermain, dan lingkungan aman bagi perkembangan anak<\/em>.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\"><strong>BANJARBARU &#8211;<\/strong> Pembinaan sepak bola usia dini didorong agar tidak hanya berorientasi pada kemenangan, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter anak. Pesan tersebut disampaikan Exco Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) H.M. Syaripuddin saat memperingati Hari Anak Nasional yang bertepatan dengan <em>Grassroots Football Day<\/em> 2026 di Sekolah Kegiatan Belajar (SKB) Mulawarman Banjarmasin, Kamis (23\/7\/2026).<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Syaripuddin menilai masa depan sepak bola Kalsel dan Indonesia sangat bergantung pada kualitas pembinaan sejak usia dini. Menurutnya, anak-anak perlu mendapatkan lingkungan bermain yang aman, menyenangkan, inklusif, dan mendidik agar kemampuan serta karakter mereka dapat berkembang secara optimal.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">\u201cAnak-anak harus diberikan ruang untuk belajar, bertumbuh, dan menikmati permainan, bukan dibebani target kemenangan semata,\u201d kata Bang Dhin sapaan akrabnya saat pembukaan di SKB Mulawarman Banjarmasin, Kamis (23\/7\/2026).<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Ia menegaskan, pembinaan sepak bola usia dini bukan hanya tentang mengejar prestasi kompetisi, melainkan membangun nilai sportivitas, rasa percaya diri, kedisiplinan, serta mental tangguh bagi generasi muda.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">\u201cSepak bola usia dini bukan sekadar mengejar kemenangan atau trofi. Yang jauh lebih penting adalah membangun karakter, menanamkan sportivitas, meningkatkan kepercayaan diri, serta membentuk generasi yang sehat, tangguh, dan berakhlak,\u201d ujarnya, sebagaimana diberitakan MC Kalsel, Jumat (24\/07\/2026).<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Syaripuddin menyebut lapangan sepak bola harus menjadi ruang pembelajaran bagi anak. Ia berharap anak-anak tidak merasa takut melakukan kesalahan ketika berlatih karena proses tersebut menjadi bagian dari perkembangan kemampuan mereka.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">\u201cAnak-anak bermain untuk belajar, bukan belajar karena takut kalah atau takut berbuat salah. Lapangan sepak bola harus menjadi ruang yang aman, menyenangkan, dan mendidik agar setiap anak dapat berkembang sesuai potensinya,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Selain lingkungan latihan, ia juga menyoroti peran pelatih dan orang tua dalam membangun pengalaman positif bagi anak-anak yang menekuni sepak bola. Dukungan dan pendampingan yang tepat dinilai lebih efektif dibandingkan tekanan untuk selalu meraih kemenangan.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Menurutnya, tuntutan yang tidak sesuai dengan usia anak maupun sikap yang merendahkan dapat berdampak terhadap perkembangan mental, kreativitas, bahkan mengurangi kecintaan mereka terhadap olahraga sepak bola.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Sebagai bagian dari PSSI Kalsel, Syaripuddin mengajak seluruh Sekolah Sepak Bola (SSB), akademi, dan klub di Banua untuk memperkuat pembinaan akar rumput dengan menerapkan prinsip <em>child safeguarding<\/em>, menjunjung nilai <em>fair play<\/em>, serta memberikan kesempatan yang setara bagi setiap anak untuk berkembang.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">\u201cPrestasi yang berkelanjutan lahir dari anak-anak yang bahagia bermain, bukan dari anak-anak yang tumbuh dalam tekanan. Ketika anak mencintai sepak bola, disiplin berlatih akan tumbuh dengan sendirinya, kemampuan akan berkembang, dan prestasi akan mengikuti,\u201d katanya.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Ia menambahkan, keberhasilan pembinaan sepak bola tidak semata-mata diukur dari jumlah trofi yang diperoleh. Pembinaan yang baik harus mampu melahirkan generasi yang memiliki karakter, mampu bekerja sama, menghormati sesama, serta membawa nilai sportivitas dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Menutup pesannya, Syaripuddin mengajak seluruh pihak yang terlibat dalam ekosistem sepak bola Kalsel untuk menjaga semangat dan kegembiraan anak-anak saat bermain.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">\u201cMari kita jaga senyum anak-anak di setiap lapangan sepak bola. Dari lapangan yang penuh kegembiraan hari ini akan lahir pemain-pemain hebat, pribadi yang berkarakter, dan generasi emas yang kelak mengharumkan nama Kalimantan Selatan maupun Indonesia,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Dengan pembinaan yang berorientasi pada karakter dan perkembangan anak, ia optimistis Kalsel dapat memiliki fondasi kuat untuk melahirkan talenta sepak bola yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi08<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PSSI Kalsel mendorong pembinaan sepak bola usia dini yang mengutamakan karakter, kegembiraan bermain, dan lingkungan aman bagi perkembangan anak. BANJARBARU &#8211; Pembinaan sepak bola usia dini didorong agar tidak hanya berorientasi pada kemenangan, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter anak. Pesan tersebut disampaikan Exco Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) H.M. &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":85,"featured_media":197372,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2279,19,2276],"tags":[44721,44718,7846,7964,44720,44719,6882,9790,6790,18371,44717,16196,8877],"class_list":["post-197371","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-banjarbaru-provinsi-kalimantan-selatan","category-hotnews","category-kalimantan-selatan-kalsel","tag-akademi-sepak-bola","tag-bang-dhin","tag-banjarbaru","tag-banjarmasin","tag-grassroots-football-day-2026","tag-h-m-syaripuddin","tag-hari-anak-nasional","tag-kalimantan-selatan","tag-kalsel","tag-pembinaan-sepak-bola","tag-pssi-kalsel","tag-sepak-bola-usia-dini","tag-ssb"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/197371","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/85"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=197371"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/197371\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":197373,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/197371\/revisions\/197373"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/197372"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=197371"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=197371"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=197371"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}