{"id":197386,"date":"2026-07-24T13:23:19","date_gmt":"2026-07-24T05:23:19","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=197386"},"modified":"2026-07-24T13:23:19","modified_gmt":"2026-07-24T05:23:19","slug":"proses-penahanan-febrie-masih-menunggu-kelengkapan-bukti","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/proses-penahanan-febrie-masih-menunggu-kelengkapan-bukti\/","title":{"rendered":"Proses Penahanan Febrie Masih Menunggu Kelengkapan Bukti"},"content":{"rendered":"<div id=\"sliderDiv\">\n<div id=\"ats-slider-wrapper-4\" class=\"ats-slider-wrapper\">\n<div id=\"ats-slider-div-4\" class=\"ats-slider rendered\">\n<div class=\"ats-slider-wrapper-paper\">\n<div class=\"ats-slider-wrapper\">\n<div id=\"ats-slider-9\" data-google-query-id=\"CPazrtrH6pUDFbzIhAAdb4gJ4A\">\n<div id=\"google_ads_iframe_\/21622890900,20690672\/ID_metrotvnews.com_res_article_1x1_0__container__\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Jampidsus Kejagung menyatakan percepatan pemenuhan alat bukti akan didukung, namun keputusan penahanan Febrie Adriansyah tetap menjadi kewenangan penyidik sesuai ketentuan KUHAP.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>JAKARTA &#8211;<\/strong> Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) Kuntadi menegaskan akan mendukung percepatan pemenuhan alat bukti dalam perkara dugaan korupsi yang menjerat Febrie Adriansyah. Meski demikian, keputusan mengenai penahanan tersangka tetap berada sepenuhnya pada kewenangan penyidik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kuntadi menjelaskan proses penahanan tidak dapat dilakukan tanpa mempertimbangkan kepentingan strategis penyidikan sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Karena itu, seluruh tahapan akan mengikuti penilaian penyidik yang menangani perkara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cBahwa tentang penanahanan, apalagi sekarang KUHAP yang baru semua berdasarkan kepentingan strategis penyidik itu sendiri,\u201d kata Kuntadi sebagaimana diberitakan Metro TV, Jumat, (24\/7\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Kuntadi, apabila kepentingan strategis penyidikan dan kecukupan minimal dua alat bukti telah terpenuhi, maka proses penahanan dapat dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKetika kepentingan strategis belum (terpenuhi) ya saya pasti akan memberikan dukungan untuk mempercepat alat bukti yang ada,\u201d ujar Kuntadi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menambahkan, proses penyidikan perkara tersebut akan terus dipantau agar berjalan sesuai mekanisme hukum. Pengendalian penanganan kasus tetap berada di bawah Tim 9 yang dipimpin Rudi Margono.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPada prinsipnya Tim 9 tetap dikendalikan Pak Rudi Margono, kami akan memonitor dan memastikan semua berjalan baik,\u201d ujar Kuntadi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hingga kini, Febrie Adriansyah masih berstatus tersangka dan belum ditahan. Kejagung menyatakan seluruh proses penegakan hukum akan dilakukan berdasarkan kecukupan alat bukti serta kebutuhan penyidikan sesuai ketentuan yang berlaku. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi08<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jampidsus Kejagung menyatakan percepatan pemenuhan alat bukti akan didukung, namun keputusan penahanan Febrie Adriansyah tetap menjadi kewenangan penyidik sesuai ketentuan KUHAP. JAKARTA &#8211; Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) Kuntadi menegaskan akan mendukung percepatan pemenuhan alat bukti dalam perkara dugaan korupsi yang menjerat Febrie Adriansyah. Meski demikian, keputusan mengenai penahanan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":85,"featured_media":197387,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[9295,481,35],"tags":[41895,4589,20975,1550,2797,17096,31216,28716,23027,14011,14013,44745,44744],"class_list":["post-197386","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-jakarta","category-kasus","category-berita-nasional","tag-febrie-adriansyah","tag-jakarta","tag-jampidsus","tag-kasus-korupsi","tag-kejagung","tag-kejaksaan-agung","tag-kuhap","tag-kuntadi","tag-metro-tv","tag-penahanan-tersangka","tag-penyidikan-korupsi","tag-rudi-margono","tag-tim-9"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/197386","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/85"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=197386"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/197386\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":197388,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/197386\/revisions\/197388"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/197387"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=197386"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=197386"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=197386"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}